Tips Mengatasi Insecure, Penyebab dan dampaknya!

Tips Mengatasi Insecure, Penyebab dan dampaknya!


Kalian pernah nggak sih merasa insecure?


Insecure karena takut tidak bisa memberikan presentasi yang baik di depan klien, insecure karena takut tidak cukup baik menjadi pasangan, teman, anak atau bahkan karyawan. Mengapa ya kok kita bisa merasa insecure?


Dr. Robert dan Lisa Firestone yang merupakan seorang psikolog telah melakukan penelitian tentang critical inner voice (suara hati) yang diyakini menjadi alasan mengapa orang-orang memiliki pandangan negatif tentang diri mereka sendiri. Hasilnya menunjukkan bahwa critical self thought yang sering menyebabkan banyak orang merasa insecure adalah karena mereka merasa berbeda (negatif) dari orang lain.


Selain itu, critical inner voice (suara hati) ini juga terbentuk karena adanya pengalaman hidup yang menyakitkan serta menerima perlakuan tidak adil atau buruk dari orang yang dekat dengan kita. Misalnya, Anda pernah diselingkuhi, dibilang tidak bisa apa-apa, disakiti oleh orang tua Anda baik secara lisan (verbal) maupun fisik, atau Anda pernah mengalami kegagalan. Pengalaman-pengalaman itu secara tidak langsung terkonsep dan termanifestasi di dalam alam bawah sadar kita, dan membentuk pikiran negatif mengenai diri kita sendiri.


Dampak dari perasaan insecure



Perasaan insecure yang muncul kemudian akan membentuk kepercayaan bahwa diri kita tidak bisa (capable) melakukan sesuatu. Misalnya, ketika kita ingin presentasi, critical inner voices (suara hati) muncul di benak atau di kepala kita, dan akhirnya membentuk suara bahwa kita tidak bisa melakukan presentasi itu dengan baik, kita akan gagal dan ada orang lain yang memiliki kemampuan lebih baik untuk membawakan presentasi itu dibandingkan kita.


Akan berakibat seperti apa? Ya, akibatnya penampilan kita jadi tidak all out, yang seharusnya kita bisa mencapai 100 malah kita hanya bisa sampai di 60. Karena rasa insecure kita sendiri, apa yang seharusnya kita lakukan dengan benar malah jadi kegagalan.


Perasaan insecure ini tidak hanya akan mempengaruhi ke performa pekerjaan dan prestasi akademik, tetapi juga mempengaruhi cara kita berinteraksi dalam hubungan. bagaimana bisa? Karena hubungan romantis bisa membangkitkan pengalaman dan trauma masa lalu kita. Inilah sebabnya mengapa sebelum kita ingin memulai hubungan baru, kita harus move on dan melepaskan beban emosional (emotional burden) dari hubungan masa lalu kita.


Selain itu, perasaan insecure ini juga dapat membuat kita takut terlalu dekat dengan orang lain secara emosional, meningkatkan kecemburuan dan posesif kita terhadap pasangan kita, serta menimbulkan perasaan bahwa kita ditolak dan tidak layak (unworthy) untuk mereka.


Insecure juga bisa membuat kita jadi orang yang terlalu bangga (over proud) terhadap prestasi (archievement) kita sendiri, meremehkan prestasi atau pencapaian orang lain, dan merasa bahwa kita lebih baik dari orang lain. Kok bisa gitu? Kan insecure? 


Alfred adler seorang tokoh psikologi individual mengenalkan kita pada konsep inferiority complex, Adler mengatakan bahwa semua orang dilahirkan dengan perasaan bahwa dia lebih inferior dari orang lain, atau bahasa gampangnya sih lebih rendah dari orang lain, individu terlahir dengan perasaan bahwa mereka pasti memiliki kelemahan. Nah, perasaan ini kemudian menimbulkan adanya keinginan untuk jadi superior (striving for superiority) untuk mengatasi perasaan inferior yang kita punya. Salah satu cara negatif yang bisa dilakukan adalah dengan membuat kita merasa tinggi dengan merendahkan orang lain. Hmm, bukankah itu terdengar tidak baik ya?


Cara mengatasi perasaan insecure yang sering muncul dalam diri kita


Dikutip dari sehatmental.id, berikut adalah cara untuk mengatasi perasaan insecure yang sering muncul dalam diri kita:


1. Berikan waktu supaya diri kita ‘sembuh’ dari kegagalan dan penolakan dimasa lalu dan beradaptasi dengan keadaan saat ini


2. Carilah orang yang bisa kamu ajak diskusi mengenai perasaan insecure yang kamu rasakan, berdiskusi dengan orang yang tepat akan membantu kamu memetakan penyebab perasaan insecure yang timbul serta bagaimana kamu bisa mengatasinya.


3. Yakinkan diri sendiri bahwa kamu bisa menjadi teman, pasangan, anak, orangtua bahkan pekerja yang baik


4. Jika kamu merasa gagal, lakukan evaluasi dan bukan menyalahkan diri sendiri, apa usaha yang sudah kamu lakukan untuk mencapai itu, apa yang membuat usaha tersebut gagal, apakah alasannya adalah sesuatu yang bisa kamu perbaiki atau bukan. Lakukan strategi berbeda jika diperlukan.


5. Cobalah menuliskan negative self thought yang muncul dalam diri kamu kedalam sebuah tulisan, misalnya ada pikiran yang muncul “aku nggak berguna” kamu bisa menuliskannya menjadi “kamu nggak berguna” hal ini akan membantu kamu menyadari keyakinan tersebut salah, dan tidak menjadikannya sebagai cara kamu memandang diri mu yang sebenarnya


6. Setelah kamu menuliskan negative self thought yang muncul, kamu bisa mulai melakukan refleksi, apakah pikiran yang muncul tersebut ada hubungannya dengan pengalaman kamu dimasa lalu? Hal ini akan membantu kalian memahami bagaimana perasaan itu muncul dan cara mengatasinya. Bagaimana pikiran ini berdampak kepada kehidupan kamu saat ini, serta bagaimana kamu memandang dirimu yang sebenarnya saat ini.


SUMBER

https://psychcentral.com/blog/5-things-to-do-when-you-feel-insecure/

https://www.psychologytoday.com/us/blog/fulfillment-any-age/201507/why-we-feel-insecure-and-how-we-can-stop

https://www.psychalive.org/how-to-overcome-insecurity/

Tips Menggunakan BPJS untuk Mengakses Layanan Kesehatan Mental Secara Mudah dan Gratis

Tips Menggunakan BPJS untuk Mengakses Layanan Kesehatan Mental Secara Mudah dan Gratis


Hidup dengan gangguan kesehatan mental di Indonesia tidaklah mudah. Selain menghadapi stigma, penyintas juga harus menanggung biaya konsultasi dan obat-obatan yang harganya tidak murah. Beberapa gangguan mental bahkan mengharuskan penderitanya untuk menjalani pemeriksaan rutin dan minum obat-obatan seumur hidup. 


Biayanya tidak murah, jika ditanggung oleh dana pribadi tentunya akan menjadi beban yang sangat berat. Mahalnya biaya konsultasi dan pengobatan membuat orang ragu-ragu dan bahkan tidak mau untuk mencari bantuan profesional.


Tips Menggunakan BPJS untuk Kesehatan Mental


Namun tahukah Anda bahwa BPJS Kesehatan kini bisa memberikan biaya pengobatan secara gratis untuk gangguan kesehatan mental? Untuk itu, Talk Sehat akan menjelaskan langkah-langkah yang perlu Anda lakukan agar bisa menggunakan BPJS untuk mengakses layanan kesehatan mental secara gratis. Mari kita cek!


1. Siapkan dokumen atau surat-surat penting yang diperlukan



Untuk langkah pertama jika Anda sudah mempunyai kartu BPJS Kesehatan, siapkan surat-surat dan dokumen penting yang diperlukan untuk berobat seperti: 

  • fotokopi KTP
  • fotokopi Kartu Keluarga
  • fotokopi kartu BPJS/KIS


2. Kunjungi fasilitas kesehatan (faskes) tingkat 1 yang tercantum dalam kartu BPJS



Langkah berikutnya Anda hanya perlu mengunjungi faskes tingkat 1 yaitu klinik atau puskesmas terdekat yang tercantum dalam kartu BPJS. Tanyakan terlebih dahulu apakah faskes atau puskesmas tersebut memiliki poli jiwa atau layanan psikologis. 


Meskipun faskes tidak memiliki poli jiwa, kamu tetap harus mengakses layanan BPJS melalui faskes tingkat 1 karena ini merupakan prosedur yang telah ditetapkan oleh BPJS.


3. Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut maka pasien akan diberi surat rujukan untuk berobat ke rumah sakit



Langkah selanjutnya jika pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut atau faskes tingkat 1 tidak menyediakan layanan kesehatan jiwa, maka pasien akan diberi surat rujukan untuk berobat ke faskes tingkat lanjutan atau rumah sakit. Surat rujukan tersebut berlaku selama 3 bulan.


4. Daftarkan dirimu untuk berobat ke faskes lanjutan atau rumah sakit sesuai surat rujukan



Lalu datanglah ke rumah sakit dengan membawa berkas-berkas yang diperlukan. Lengkapi persyaratan administrasi dan ikuti prosedur pendaftaran yang telah ditentukan.


5. Setelah menyelesaikan proses administrasi kamu bisa langsung mengantre ke poli jiwa



Setelah menyelesaikan proses administrasi, Anda bisa langsung mengantre ke poli jiwa untuk langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan atau psikiater. Sebelum berkonsultasi, biasanya kamu akan disuruh untuk mengisi lembar psikotes untuk asesmen awal (tergantung dari fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang Anda kunjungi). 


Selama proses konsultasi berlangsung ceritakan dengan sejujur-jujurnya apa yang menjadi keluhanmu agar psikiater bisa menentukan diagnosis yang akurat. Setelah pemeriksaan, psikiater akan memberikanmu resep obat apa saja yang nantinya harus kamu tebus.


6. Setelah melakukan konsultasi, tebus obat yang telah diresepkan di instalasi farmasi rumah sakit



Pergi ke instalasi farmasi atau apotek rumah sakit untuk mengambil obat yang sudah diresepkan. Mengantrelah di antrean pasien BPJS, karena biasanya pasien BPJS terpisah dari pasien umum. Setelah menerima obat, sebaiknya minum obat secara teratur sesuai dengan dosis dan anjuran yang telah diresepkan.


Demikian proses yang harus Anda lalui saat menggunakan BPJS untuk mengakses layanan kesehatan mental. Tidak serumit yang Anda bayangkan bukan? Yuk tunggu apalagi, buat apa menunda pengobatan jika kita bisa memanfaatkan kemudahan dan menggunakan fasilitas yang sudah disediakan pemerintah!

Self Diagnosis, Kebiasaan Mendiagnosis Diri Sendiri yang Bisa Berbahaya

Self Diagnosis, Kebiasaan Mendiagnosis Diri Sendiri yang Bisa Berbahaya


Pernahkah Anda merasa tidak enak badan dan mengeluhkannya kepada teman-teman di sekitar Anda? Teman Anda dengan gejala yang sama akan segera memberi tahu Anda bagaimana cara menangani keluhannya yang berhasil ia lakukan sebelumnya. Anda langsung percaya dan menerima sarannya. Perhatikan bahwa ini adalah fenomena diagnosis diri (self diagnosis).


Teman, anggota keluarga, dan pengalaman penyakit masa lalu sering dijadikan acuan untuk “pengobatan diri sendiri”. Gejala serupa membuat kita merasa bahwa kita tahu cara mengobatinya. Belum lagi saat membaca artikel-artikel kesehatan yang tidak kredibel. Bukan sembuh, mendiagnosis diri sendiri justru akan memperburuk kesehatan Anda.


Apa itu self diagnosis?



Self diagnosis adalah upaya untuk mendiagnosis diri Anda sendiri berdasarkan informasi yang Anda dapatkan secara mandiri, misalnya dari teman atau anggota keluarga, serta bahkan pengalaman penyakit masa lalu Anda.


Faktanya, diagnosis hanya boleh ditetapkan oleh para tenaga medis profesional. Pasalnya, proses memperoleh diagnosis yang tepat sangatlah sulit.


Ketika Anda berkonsultasi, dokter Anda akan menetapkan diagnosis. Diagnosis ditentukan berdasarkan gejala, keluhan, riwayat kesehatan, dan faktor lain yang Anda alami.


Dua orang dokter bahkan bisa membuat diagnosa berbeda pada pasien yang sama.


Saat mendiagnosis diri sendiri, Anda akan menyimpulkan masalah kesehatan fisik atau mental (psikologis) berdasarkan informasi Anda miliki sendiri.


Padahal, tenaga medis profesional saja perlu mendalami seluk beluk suatu masalah kesehatan sebelum menetapkan diagnosis Anda.


Anda bahkan mungkin memerlukan pemeriksaan lanjutan karena untuk menyimpulkan suatu penyakit tidak bisa begitu saja.


Selain lingkungan sekitar, kemajuan teknologi juga turut andil dalam fenomena seperti ini. Misalnya, setelah mendengar masukan dari teman, Anda akan mencarinya di Internet. Sayangnya, sumber yang dijadikan rujukan justru bukanlah sumber terpercaya yang telah disepakati oleh dokter.


Faktanya, sebuah studi di tahun 2013 menemukan bahwa hanya setengah dari orang-orang yang mencari informasi tentang kondisi kesehatan mereka yang benar-benar berkonsultasi dengan dokter.


Padahal, Anda tetap harus ke dokter untuk memastikan kondisi Anda. Informasi tadi harus digunakan sebagai bekal untuk mengajukan pertanyaan kepada dokter.


Mengapa self diagnosis berbahaya?



Seperti yang sudah disampaikan di atas bahwa self diagnosis itu berbahaya. Berikut beberapa bahaya nyata yang dapat timbul terkait perilaku mendiagnosis diri sendiri, di antaranya:


1. Terjadinya kesalahan dalam diagnosis

Beberapa masalah kesehatan mungkin memiliki gejala yang serupa. Misalnya, Anda mungkin sering batuk. Batuk bisa jadi pertanda berbagai gangguan kesehatan, antara lain flu, gangguan di saluran napas, bahkan gangguan asam lambung.


Jika Anda tidak pergi ke dokter dan memutuskan untuk menebak apa yang terjadi pada Anda, bisa jadi perkiraan Anda tersebut meleset dari yang sebenarnya. Akibatnya, Anda tidak akan mendapatkan pengobatan yang tepat.


2. Terjadinya gangguan kesehatan yang lebih serius yang tidak terdeteksi

Gejala psikologis yang Anda alami mungkin disebabkan oleh masalah kesehatan fisik.


Misalnya, jika Anda mengira itu gangguan panik, itu mungkin disebabkan oleh detak jantung tidak beraturan (aritmia) atau masalah pada kelenjar tiroid.


Dalam kasus lain, tumor otak dapat memengaruhi bagian otak yang mengatur suasana hati atau emosi dan kepribadian.


Orang yang melakukan self diagnosis mungkin mengira bahwa mereka sedang mengalami gangguan kepribadian, padahal ada tumor berbahaya yang bersarang di otaknya.


3. Terjadinya salah minum obat



Jika Anda menetapkan diagnosis yang salah, pengobatannya juga mungkin akan salah.


Risiko terhadap kesehatan pun akan bertambah besar jika Anda mengonsumsi obat secara asal atau menjalani metode pengobatan yang tidak direkomendasikan secara medis.


Meskipun beberapa obat mungkin tidak berbahaya, namun meminum obat yang salah tidak akan menyembuhkan keluhan yang Anda alami.


Misalnya, jika penyebab gejala depresinya adalah tumor pada otak, maka obat antidepresan tidak akan dapat mengatasi gejala tersebut.


4. Memicu gangguan kesehatan yang lebih parah

Self diagnosis terkadang dapat menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan yang sebenarnya tidak Anda alami.


Sebagai contoh, Anda saat ini menderita insomnia atau stres berkepanjangan. Masalah sebenarnya bukanlah gangguan mental seperti depresi.


Namun, semua informasi yang Anda dapatkan dari sekitar, selain dokter menyatakan bahwa insomnia dan stres yang Anda alami menandakan masalah depresi dan gangguan tidur.


Jika Anda terus merasa khawatir, Anda berisiko mengalami depresi yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Perilaku mendiagnosis diri sendiri tidak hanya menyesatkan dan menimbulkan kekeliruan, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan.


Jika tidak disikapi dengan bijak, informasi kesehatan yang semestinya bermanfaat justru bisa menimbulkan terlalu banyak kekhawatiran.


Saat mengalami gejala suatu penyakit, yang perlu Anda lakukan hanyalah berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.


Hindari self diagnosis dan komunikasikan semua kekhawatiran yang Anda rasakan agar dokter dapat menentukan diagnosis dengan benar dan tepat.

Cara Merawat Orang dengan Kepribadian Ganda

Cara Merawat Orang dengan Kepribadian Ganda


Pada artikel sebelumnya sudah pernah dijelaskan mengenai penyebab dan tanda kepribadian ganda. Nah, kali ini TalkSehat akan menjelaskan bagaimana cara merawat orang dengan kepribadian ganda. Yuk simak penjelasannya berikut ini!


Saat Anda sudah bisa mendeteksi seseorang dengan kondisi kepribadian ganda, ada beberapa cara untuk merawatnya.


Tujuan dari perawatan masalah kepribadian ganda adalah untuk meredakan gejala dan memastikan keselamatan individu dan orang di sekitar mereka, serta untuk "menghubungkan kembali" kepribadian yang berbeda menjadi satu identitas yang terintegrasi dan berfungsi dengan baik.


Metode pengobatan yang biasa digunakan untuk orang dengan kepribadian ganda adalah psikoterapi. Psikoterapi yang dilakukan juga akan menjalani metode jangka panjang.


Namun perlu dipahami bahwa psikoterapi sendiri hanya dapat membantu pasien memahami kondisi dirinya saat ini, sehingga diharapkan penderita dapat mengatasi kondisi tersebut di kemudian hari.


Pengobatan yang menggunakan jasa psikiater juga dapat melakukan hipnoterapi untuk membantu mengontrol perilaku abnormal dan membuat hasil psikoterapi menjadi lebih efektif.


Selain itu, dokter juga dapat memberikan berbagai obat, seperti antidepresan, obat penenang, dan antipsikotik, untuk mengatasi gejala gangguan mental yang biasanya dialami oleh orang dengan kepribadian ganda.


Penyakit yang Mungkin Terjadi pada Penderita Kepribadian Ganda



Ketidakmampuan seseorang untuk mengontrol dirinya sendiri pun dapat menyebabkan komplikasi bagi penderita.


Komplikasi yang biasanya terjadi atau muncul pada orang dengan kepribadian ganda adalah;

  • Kecanduan alkohol
  • Depresi atau anxiety
  • Disfungsi seksual
  • Gangguan tidur
  • Gangguan makan
  • Keinginan untuk melukai diri sendiri atau bunuh diri
  • Gangguan stres pasca trauma (PTSD)
  • Sakit kepala berat


Nah, jika Anda mengetahui seseorang dengan gejala di atas, mohon jangan dikucilkan ya! Anda bisa menjelaskan kepada keluarganya agar orang dengan kepribadian ganda bisa mendapatkan penanganan yang tepat.


Jika Anda masih memiliki pertanyaan tentang kepribadian ganda, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar ya!

Inilah Bahayanya Mendiagnosis Kesehatan Mental Sendiri dengan Mengandalkan Internet

Inilah Bahayanya Mendiagnosis Kesehatan Mental Sendiri dengan Mengandalkan Internet


Di era informasi yang mengalir dengan begitu cepat, semakin banyak orang yang memiliki Hasrat tinggi untuk mencari tahu sendiri apa yang terjadi pada diri mereka.


Seperti ketika seseorang merasakan ketidaknyamanan pada salah satu bagian tubuhnya, dia segera menggunakan mesin pencari untuk mencari tahu penyakit mana yang mungkin cocok dengan gejala yang dialaminya.


Seperti halnya dengan kesehatan mental, ada banyak tes yang mengklaim dapat mendiagnosis kondisi mental seseorang.


Hal ini tentu akan memancing banyak orang untuk segera mencari jawaban instan atas kondisi mental yang mereka alami tanpa harus berkonsultasi dengan ahlinya. Faktanya, melakukan diagnosis Anda sendiri akan berdampak buruk lho. Mari kita lihat bahaya mendiagnosis kesehatan mental sendiri!


Bahaya Mendiagnosis Kesehatan Mental Sendiri


Bahaya Mendiagnosis Kesehatan Mental Sendiri

Srini Pillay, M.D., Asisten Profesor Klinis di Harvard Medical School mengatakan bahwa tidak dianjurkan untuk mendiagnosis kesehatan mental sendiri.


Dia mengutip "Psychology Today" yang mengatakan: "Ketika seseorang melakukan diagnosis sendiri, dia pada dasarnya mengasumsikan bahwa dirinya mengetahui seluk-beluk tentang diagnosis itu,"


Menurut Srini, ini bisa sangat berbahaya, karena orang bisa mengira bahwa mereka punya kemampuan menebak apa yang sedang terjadi dengan diri mereka sendiri.


Faktanya, mungkin gejala dan diagnosis yang mereka pahami sebenarnya bisa kurang sesuai dengan gangguan mental yang sebenarnya.


Misalnya, orang dengan perubahan suasana hati sering berpikir bahwa mereka mengalami gangguan bipolar (manic-depression).


Namun, perubahan suasana hati adalah gejala yang dapat terjadi dalam berbagai situasi klinis yang berbeda. Misalnya, borderline personality disorder atau depresi berat yang jadi dua contoh diagnosis lainnya.


"Kita dapat mengetahui dan melihat diri kita sendiri, tetapi kadang-kadang, kita membutuhkan cermin untuk melihat diri kita lebih jelas. Dokter adalah cermin itu. Dengan mendiagnosis kesehatan mental sendiri, Anda mungkin kehilangan sesuatu yang tidak dapat Anda lihat," jelas Srini.


Mendiagnosis Kesehatan Mental Seperti Spektrum Warna



Pada satu jenis gangguan mental, ini mungkin memiliki gejala yang juga ada pada gangguan mental lainnya. Oleh karena itu, menemukan diagnosis yang tepat pun bukan sekadar layaknya check-list semata.


Randy Withers, LPC, Penasihat Profesional Berlisensi, mengatakan "Diagnosis lebih dari sekadar daftar gejala, dan mendiagnosis orang itu sulit. Bahkan dokter dan profesional kesehatan lain bisa mengacaukannya."


"Jika Anda tidak memiliki pelatihan dan pengalaman yang tepat, mengapa Anda mau melakukannya? Saya mengerti bahwa orang-orang ingin tahu, tetapi penyakit mental bukanlah hobi," tegasnya.


Lebih lanjut, Randy mengatakan bahwa alasan utama mengapa diagnosis gangguan mental itu sulit karena semua gangguan mental ada pada spektrum.


"Pikirkan pelangi, dan semua warna yang mungkin Anda lihat. Itu spektrum. Jadi, seperti itu gambaran tentang gangguan mental yang ada," ungkapnya.


Melakukan diagnosis sendiri juga merupakan masalah ketika seseorang berada dalam rasa penolakan tentang gejala-gejala yang dimiliki.


"Anda mungkin menganggap terjadinya nyeri tubuh ketika suasana hati sedang memburuk, dan dokter memilih melakukan tes EKG untuk nyeri dada, dan terungkap adanya kemungkinan penyakit arteri koroner. Anda mungkin berusaha menghindari nyeri dada atau meminimalkannya," jelas Srini.


Mendiagnosis kesehatan mental sendiri dapat memiliki dampak negatif yang luar biasa pada pasien. Oleh karena itu, meski bermanfaat dan informatif, sebaiknya selalu diskusikan gejala gangguan mental yang Anda alami dengan psikolog, dokter, psikiater, dan pakar medis lainnya.

Penyebab dan Tanda Kepribadian Ganda yang Mudah Diketahui

Penyebab dan Tanda Kepribadian Ganda yang Mudah Diketahui


Kepribadian ganda adalah sebuah situasi yang mungkin asing dan jarang terpikirkan oleh Anda.


“Bagaimana bisa seseorang memiliki kepribadian lebih dari satu?” Atau “Ah, tidak mungkin! Akting doang mungkin dia!” bisa menjadi tanggapan dari seseorang yang tidak memahami perihal kondisi kepribadian ganda.


Pernahkah Anda menonton film "Split"? Film ini menceritakan mengenai seorang pria yang mempunyai 23 kepribadian dalam dirinya. Wow! 23 kepribadian pasti tidak sedikit kan? Tapi sebenarnya, apakah ada penyakit seperti itu?


Seperti dilansir dari Mayo Clinic, Dissociative Identity Disorder (DID) atau kepribadian ganda adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda antara satu dengan lainnya.


Tidak hanya itu, kepribadian ganda juga akan mengalami hambatan ingatan dan kesadaran.


Seseorang mungkin memiliki kondisi kepribadian ganda atau memiliki kondisi kepribadian ganda adalah trauma pada masa kecil. Peristiwa masa kecil yang menyakitkan dan terulang berkali-kali dapat membuat seseorang menderita kondisi ini.


Berbagai bentuk trauma yang terjadi seperti kekerasan fisik atau emosional yang berlangsung dalam waktu lama dan terjadi berulang kali merupakan akar dari kepribadian ganda. Mari kita pelajari lebih lanjut tentang penyebab kepribadian ganda!


Penyebab Kepribadian Ganda



Seperti yang telah dijelaskan sedikit di atas, penyebab kepribadian ganda adalah trauma yang disebabkan oleh kekerasan yang berulang-ulang atau bahkan dalam jangka waktu yang panjang yang diterima oleh korban selama masa kanak-kanak.


Pengalaman traumatis yang dapat menyebabkan kepribadian ganda adalah;

  • Penganiayaan atau penyiksaan
  • Pelecehan secara fisik atau emosional
  • Peperangan
  • Cara mengasuh orang tua yang membuat anak merasa sangat ketakutan
  • Bencana alam


Secara lebih mendalam, Cleveland clinic menjelaskan bahwa 90% kasus kepribadian ganda memang terjadi karena kekerasan. Namun pada kondisi tertentu seperti isolasi jangka panjang karena sakit atau kehilangan orang tua juga bisa menjadi penyebab kondisi kepribadian ganda pada seseorang.


Babak (episode) DID bisa terpancing karena beberapa faktor yang menurut sebagian orang mungkin adalah hal kecil. Kecelakaan lalu lintas, sakit atau stres bisa menjadi pemicu.


Apalagi bila hal-hal kecil tersebut mengingatkan si penderita pada trauma masa lalunya.


Tanda Kepribadian Ganda

Meski hal ini jarang terjadi di Indonesia, Anda dan pasangan perlu mewaspadai tanda-tanda ini! Berikut penjelasan tentang tanda seseorang yang memiliki kepribadian ganda.


1. Amnesia


Amnesia

Salah satu tanda kepribadian ganda adalah amnesia. Mereka tidak dapat mengingat dengan jelas waktu, kegiatan, orang, dan informasi yang dikomunikasikan kepada mereka.


Orang dengan penyakit ini tidak akan tahu waktu yang sedang berjalan karena mereka tidak ingat apa yang sedang mereka lakukan. Hal ini bisa terjadi ketika kepribadian utama "tertidur" dan karakter lain mengambil alih.


2. Perasaan Terpisah dengan Perasaan yang Sedang Dirasakan



Meskipun tanda-tanda kepribadian ganda tersebut sulit untuk dijelaskan, umumnya pasien mengalami sakit pada fisik ketika mereka berpindah kepribadian. Sakit kepala yang sangat hebat yang biasanya terjadi.


Kemudian, sering ada tindakan yang terkadang mereka sendiri tidak ketahui atau sadari, dan perilaku yang berbeda tetapi sering kali berlawanan.


Untuk tanda seperti itu, biasanya hanya orang terdekat atau anggota keluarga penderita yang bisa menyadarinya.


Seperti apa yang dikatakan oleh Lawrence J. Peacock, MD, psikiater di West Harford. "Kepribadian yang satu bisa lebih bahagia, sedangkan kepribadian yang satunya lagi penuh dengan penderitaan. Kepribadian satu menempatkan diri sebagai korban, kepribadian lainnya menganggap dirinya pahlawan,"


3. Sering Merasa Orang-orang atau Hal yang Dirasakan Saat Ini Tidak Nyata


Akibat perubahan kepribadian, penderita penyakit ini sering kali merasa bahwa kehidupan di sekitar mereka bahkan orang yang diajak bicara tidak nyata.


Mereka juga sering mengalami halusinasi, seperti mendengar suara atau melihat sesuatu hal-hal yang tidak nyata. Hal ini dapat terjadi meskipun pasien sedang tidak berada di bawah pengaruh obat-obatan atau alkohol sekalipun.


4. Tidak Tahu Identitas Diri Sendiri



Orang dengan kepribadian ganda sering merasa sulit untuk mengidentifikasi diri mereka sendiri. Mereka telah melupakan jati diri dan identitas mereka yang sebenarnya.


Mereka sering merasa bingung, tiba-tiba sudah berada di tempat yang berbeda dari tempat mereka pertama kali ingat, tiba-tiba terluka yang mereka sendiri tidak ingat mengapa luka itu bisa muncul.


Inilah yang terkadang membuat mereka lupa diri. Dalam kasus terburuk, kepribadian utamanya yang mana adalah dirinya sendiri bisa hilang tertutup oleh perubahan diri (alter ego) lainnya.


5. Sering Merasa Depresi



Gejolak internal yang terjadi dapat menyebabkan stres yang berkepanjangan dan berujung menyebabkan depresi.


Tanda kepribadian ganda ini membuat mereka paranoid tentang hal-hal yang bahkan mereka tidak mengetahui penyebabnya.


Oleh karena itu, rata-rata penderita kepribadian ganda selalu berusaha untuk bunuh diri, atau setidaknya memiliki pikiran untuk bunuh diri.


6. Tidak Dapat Mengontrol Emosi



Salah satu ciri kepribadian ganda adalah mereka tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas.


Hal ini mungkin terjadi karena alter ego (istilah psikologis yang menyebut pada kepribadian lain) marah terhadap kepribadian utama yang dianggap tidak dapat menyelesaikan masalah begitu pula sebaliknya.


Pribadi utama mungkin juga marah pada alter ego karena mungkin mengambil tindakan negatif. Hal ini membuat orang dengan kepribadian ganda sering kali emosional dan meledak-ledak. Karena gejolak batin yang menimpanya.


Banyak orang yang menderita penyakit ini, mereka memiliki alter ego yang dapat dan tega menyakiti orang lain.


Hal ini terjadi karena rasa takut berlebihan akan hal yang tidak jelas sehingga dirinya waspada dan membentuk alter ego yang cenderung negatif.


7. Sering Mendapat Masalah dengan Orang Lain



Orang dengan kepribadian ganda sering kali mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas, tidak dapat bekerja seperti orang normal, dan kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain karena gangguan yang mereka alami.


Orang lain yang melihat penderita juga akan mengira mereka gila. Karena penderita terlihat sering berbicara sendiri, plin-plan dan berubah-ubah.


Itulah beberapa tanda yang mudah dideteksi dari beberapa ciri kepribadian ganda. Jika Anda merasakan atau melihat keluarga sedang mengalami serangkaian hal yang disebutkan di atas, sebaiknya segera mencari bantuan profesional untuk mengetahui cara menghadapi hal tersebut. Dan untuk berikutnya akan kami informasikan mengenai cara merawat orang dengan kepribadian ganda.

Cara Menghadapi Toxic People dan Memahami, serta Ciri-cirinya

Cara Menghadapi Toxic People dan Memahami, serta Ciri-cirinya


Anda mungkin mengenal seseorang yang sering menimbulkan berbagai masalah dalam hidup, menghabiskan energi, menyebabkan stres, perasaan tidak nyaman, dan terluka secara fisik maupun emosional. Orang yang perilakunya menimbulkan perasaan-perasaan negatif seperti ini bisa disebut sebagai toxic people.


WebMD mengutip tanda-tanda Anda sedang berhadapan dengan toxic people, seperti:

  • Merasa dimanipulasi untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin dilakukan
  • Terus merasa bingung dengan perilaku seseorang
  • Merasa dihutangi permintaan maaf yang tidak kunjung datang
  • Merasa harus menyiapkan alasan dan jawaban untuk membela diri
  • Merasa cemas, takut, dan tidak nyaman ketika mereka hadir
  • Menjadi merasa rendah diri dan tidak berharga
  • Toxic people bisa jadi siapa saja, seperti teman, rekan kerja atau atasan, hingga anggota keluarga sendiri.


Apa Toxic People itu?



Sebelum menentukan apakah seseorang dalam kehidupan Anda adalah toxic people dan mengambil tindakan, yang terbaik adalah mengetahui terlebih dahulu siapakah toxic people ini sebenarnya.


Jodie Gale, psikoterapis di Australia, mengatakan bahwa secara keseluruhan mungkin seseorang bukan “beracun”, tapi bisa saja perilaku dan hubungan dengan orang tersebut toxic.


Toxic People mungkin pernah terluka parah di masa lalu, tetapi kemudian belum dapat bertanggung jawab atas luka, perasaan, kebutuhan, dan masalah lainnya di kemudian hari.


Meskipun kepribadian yang toxic tidak termasuk dalam diagnosis gangguan kesehatan mental, menurut edisi kelima Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), Walden University mendeskripsikan kelakuan toxic sebagai salah satu tanda adanya gangguan kepribadian dalam diri seseorang.


Dalam DSM juga dijelaskan bahwa ciri-ciri penting dari sebuah gangguan kepribadian adalah gangguan fungsi kepribadian (bagi diri sendiri dan orang lain) serta adanya ciri-ciri kepribadian yang merugikan dan patologis.


Contohnya, orang yang mengalami gangguan narsistik mungkin juga akan menunjukkan perilaku toxic karena mereka tidak dapat mengenali atau mengidentifikasi perasaan dan kebutuhan orang lain.


Hubungan dengan orang yang narsistik sebagian besar tidak didasarkan pada ketulusan, tetapi hanya pada harga dirinya saja.


Selain gangguan kepribadian, seringkali ditemukan bahwa orang yang berperilaku toxic memiliki latar belakang trauma dan stres yang sedang dihadapi.


Namun, toxic people tidak dapat menangani trauma dan stres dengan baik serta biasanya berakhir dengan menyakiti orang di sekitar mereka.


Ciri-ciri Toxic People



Menurut psikoterapis Amy Tatsumi, jika Anda menganggap perilaku seseorang adalah toxic, hal itu juga terkait dengan bagaimana respons Anda terhadap interaksi tersebut.


Reaksi ini termasuk perasaan dikhianati, menarik diri, mati rasa atau menjadi terlalu akomodatif (selalu mengikuti keinginan orang lain).


Perilaku toxic ini biasanya terjadi karena mereka melintasi batasan pribadi serta mengabaikan nilai-nilai pribadi.


Kedua belah pihak memiliki peran dalam suatu hubungan yang toxic, jadi memahami bagaimana Anda bereaksi dan berinteraksi dengan orang tersebut mungkin merupakan langkah pertama dalam menangani suatu hubungan yang toxic.


Pada dasarnya, toxic people dapat dikenali dari beberapa tanda yang akan dirasakan Anda setelah berinteraksi dengan mereka. Ini adalah beberapa tanda toxic people:


1. Menguras Energi

Setiap kali Anda bertemu atau berinteraksi dengan toxic people, Anda mungkin merasa lelah, bukan secara fisik, tetapi secara emosional.


Hubungan interpersonal yang beracun akan menyerap energi positif dalam diri, sehingga Anda merasa tidak memiliki kekuatan untuk mengendalikan diri dan perasaan.


Orang yang kelelahan secara emosional mungkin akan berakibat timbulnya sikap apatis pada sesuatu atau orang lain, yang dapat mempengaruhi kehidupan Anda secara negatif.


2. Menggunakan Intimidasi dan Manipulasi

Toxic people biasanya menggunakan intimidasi dan ancaman untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Jika Anda merasa harus melakukan sesuatu yang tidak ingin mereka lakukan karena diancam atau dimanipulasi, orang tersebut bisa saja menjadi "racun" dalam hidup.


Ancaman ini bisa juga datang dalam bentuk ultimatum atau pilihan yang sulit ditolak oleh Anda, misalnya jika mereka mengambil cuti sakit Anda dipaksa untuk memilih antara bekerja atau pemotongan gaji, atau membujuk untuk melakukan sesuatu dengan dalih hubungan pertemanan atau saudara.


Anda mungkin tidak ingin melakukan sesuatu dengan alasan yang melanggar prinsip, moral atau nilai pribadi, atau menyebabkan kerugian.


Namun, orang dengan perilaku toxic dapat mengancam, memanipulasi, atau menimbulkan perasaan bersalah, untuk mendorong Anda melakukan apa yang mereka inginkan demi keuntungan pribadi mereka sendiri.


3. Playing Victim

Toxic people biasanya tidak menyadari bahwa tindakannya terhadap orang lain sebenarnya beracun, sehingga mereka sering merasa (atau meyakini) bahwa dirinya adalah korban, kemudian menyalahkan orang lain ketika perbuatannya menyebabkan sesuatu terjadi.


4. Tidak Senang dengan Keberhasilan Orang Lain

Anda tahu seseorang yang memuji orang lain, tetapi diikuti dengan sesuatu yang negatif? Misalnya, pujian masakan Anda enak tapi cantik dalam penampilannya.


Toxic people biasanya tidak suka melihat orang lain bahagia dan merasa perlu menjatuhkan atau merendahkan kepercayaan diri orang lain, baik orang tersebut adalah pasangan, keluarga, teman atau rekan kerja.


Toxic people mendapatkan kepercayaan diri dengan menjatuhkan orang lain, agar membuat mereka merasa lebih baik dan menunjukkan diri mereka lebih baik daripada orang lain.


5. Emosinya Sulit Ditebak

Berinteraksi dengan toxic people akan membuat Anda mudah cemas dan sangat berhati-hati saat menyampaikan atau melakukan sesuatu.


Toxic people yang terkadang memiliki masalah dengan pengelolaan emosi bisa jadi sangat tidak terduga atau sulit ditebak.


Terkadang mereka bisa bahagia, tetapi juga bisa menjadi dingin, mudah tersinggung, mudah marah, dan meledak tanpa diduga.


Toxic people tersebut menyadari bahwa orang-orang yang peduli atau membutuhkan mereka akan berusaha untuk tidak membuat mereka kesal atau sedih, sehingga mereka menggunakan situasi ini untuk memanipulasi orang lain melalui emosi, dan kemudian mengontrol orang lain sesuai keinginan mereka sendiri.


Cara Menghadapi Toxic People



Journal of Health and Social Behavior telah menunjukkan bahwa hubungan sosial manusia berdampak jangka pendek dan jangka panjang terhadap kesehatan, baik untuk kebaikan maupun keburukan.


Pengaruh dari hubungan sosial semacam ini mungkin dimulai sejak masa kanak-kanak dan seiring kehidupan berjalan semakin terakumulasi memberikan keuntungan atau merugikan dalam kesehatan.


Orang-orang yang "beracun" tentunya tidak akan memberikan pengaruh yang baik terhadap kesehatan Anda secara mental, yang akhirnya akan mempengaruhi kesehatan fisik.


Berbagai penelitian juga menemukan bahwa keterkaitan antara stres dan kecemasan merupakan salah satu faktor penyebab munculnya berbagai penyakit, seperti gangguan pencernaan sampai penyakit jantung.


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak toxic people terhadap kehidupan Anda. Mari simak penjelasan berikut ini:


1. Buatlah Batasan

Langkah pertama adalah menyadari bahwa perkataan, tindakan, dan hubungan orang tersebut adalah toxic.


Kemudian tetapkan batasan pribadi dan jangan biarkan toxic people melewati batas. Misalnya, batasi percakapan hanya pada percakapan singkat dengan topik umum, dan hindari memberikan terlalu banyak informasi pribadi kepada orang yang toxic.


2. Evaluasi Hubungan dengan Orang Tersebut

Selain itu, evaluasi kembali makna keberadaan orang tersebut dalam kehidupan Anda. Apakah pandangan atau opini mereka patut untuk disimak dan kehadiran mereka berdampak positif pada kehidupan? Jika tidak, sudah saatnya Anda menjaga jarak secara emosional.


Cara lain adalah mencari dukungan dari teman atau kerabat lain yang tidak toxic untuk membantu Anda menjaga jarak atau melepaskan diri dari orang-orang yang “beracun” yang dapat mengganggu kehidupan.


Meski tidak semua hal dalam hidup bisa dikendalikan dan dipilih, Anda tetap bisa mencoba kembali fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan, seperti mengendalikan emosi, mengendalikan informasi yang dibagikan kepada orang lain, memilih untuk tidak memperdebatkan segala hal, dan lain sebagainya yang bisa membuat pikiran dan perasaan Anda lebih tenang dan positif.


Tidak mudah melepaskan diri dari orang yang beracun atau toxic people, terutama jika orang tersebut memiliki hubungan yang dekat. Lakukan step by step agar Anda bisa memulihkan kembali hubungan yang sehat, ya!

Cara Agar Tidak Mudah Baper a.k.a Bawa Perasaan, Validasi Dulu Emosi Anda

Cara Agar Tidak Mudah Baper a.k.a Bawa Perasaan, Validasi Dulu Emosi Anda


Istilah baper atau "bawa perasaan" terkadang bisa menimbulkan bias dalam perasaan seseorang. Apakah orang yang cenderung melakukan ini lebay alias berlebihan, atau apakah mereka benar-benar sensitif? Secara ilmiah, beberapa orang tergolong orang yang sangat sensitif (highly sensitive person). Untuk ini, mohon berikan batasan diri agar Anda tahu bagaimana menghindari mudah baper.


Selain itu, istilah ilmiah untuk orang yang sangat sensitif adalah kepekaan pemrosesan sensorik (sensory-processing sensitivity). Mereka memang terlahir dalam kondisi ini. Orang-orang HPS merasakan sesuatu lebih dalam berbagai hal daripada orang lain, dan ketika mereka bereaksi.


Cara agar tidak mudah baper


Orang dengan kepekaan tinggi mudah terganggu oleh hal-hal kecil. Contohnya berkisar dari pakaian yang terasa gatal hingga berurusan dengan orang yang kasar.


Sayangnya, situasi ini dapat menyebabkan seseorang menjadi terlalu cemas dan stres kapan saja. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara agar tidak mudah baper bagi orang yang termasuk sangat sensitif (highly sensitive person), yaitu:


1. Cobalah untuk meditasi



Berpikir secara cermat dan meditasi bisa menjadi cara untuk mengenal diri sendiri. Tak hanya itu, cara ini juga memudahkan pikiran dan perasaan Anda untuk tenang dan fokus kembali. Meditasi bisa dilakukan dimana saja, bahkan jenis meditasi sambil berjalan pun patut dicoba.


Saat bermeditasi, pahami pikiran dan perasaan Anda. Jika sudah terbiasa, proses menenangkan tubuh dan pikiran akan lebih cepat. Respon stres dapat diarahkan menjadi ketenangan. Selain itu meditasi dapat membantu seseorang agar tidak mudah emosian. Asumsikan bahwa Anda membumi (menjadi grounded) dan dapat menahan hal-hal pemicu tekanan.


2. Kenali batasan diri


Ada banyak cara untuk mengidentifikasi batasan diri, mulai dari mengatakan tidak dengan berani hingga mengungkapkan perasaan Anda saat ada yang mengganjal di hati. Ini terjadi hanya ketika seseorang benar-benar memahami dirinya sendiri. Mulailah dengan cara sederhana untuk memberi tahu orang lain apa yang Anda suka dan tidak suka.


Tidak hanya itu, tetapi juga terapkan teknik ini pada apa yang terjadi setiap harinya. Dengan kata lain, tidak hanya perlu membangun relasi dengan orang lain, tetapi juga perlu memahami batasan.


Berikan fleksibilitas yang sama untuk semua jadwal dan rencana. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan stres yang berlebihan saat keadaan melebihi ekspektasi Anda.


3. Kenali zona untuk rileks


Cara agar tidak mudah baper dan terusik oleh emosi lainnya adalah dengan mengidentifikasi tempat Anda bisa merasa rileks. Mungkin rumah yang dirasa menenangkan dan bebas konflik. Tambahkan beberapa elemen, seperti menyalakan aromaterapi sampai menyalakan musik bernada tenang.


Tidak hanya area berupa tempat-tempat seperti rumah, tetapi juga area yang sama dalam pergaulan dengan orang lain atau pasangan. Artinya Anda perlu mengetahui bagaimana menangani konflik ketika ada perbedaan atau gesekan. Semakin banyak pelatihan yang Anda coba untuk menyelesaikan konflik, semakin kecil kemungkinannya untuk menjadi baper.


4. Pilih orang-orang terdekat



Terjebak dalam lingkaran pertemanan yang dirasa beracun (toxic) adalah hal terakhir yang Anda inginkan. Hidup itu sementara, mengapa membuang waktu dan energi untuk memahaminya terlalu dekat? Ini bisa berdampak buruk, dari membuat Anda tidak menghormati diri sendiri hingga menurunkan kepercayaan diri Anda.


Oleh karena itu, sadarilah bahwa setiap orang berhak memilih orang yang paling dekat dengannya. Hindari orang yang sering membuat Anda frustrasi.


Berikan ruang bagi orang yang memiliki empati dan rasa hormat terhadap perasaan orang lain. Apalagi jika Anda adalah orang yang sangat sensitif (highly sensitive person), Anda membutuhkan seseorang yang benar-benar memahami keadaan, karena Anda membutuhkan lebih banyak dukungan dari orang biasa.


5. Cari tempat untuk bercerita


Saat Anda baper tentang sesuatu, pastikan ada tempat untuk mengobrol. Bisa teman terdekat, kerabat, orang tua atau siapa saja yang bisa memberikan respon yang netral dan obyektif. Temukan seseorang yang benar-benar Anda percayai dan dia dapat memahami perasaan Anda.


Tidak hanya orang, tempat bercerita ini juga bisa dengan menulis diari. Mengembangkan kebiasaan mengekspresikan emosi dengan menulis merupakan terapi yang sangat baik untuk mengatur emosi seseorang.


6. Perawatan diri (Self-care)


Orang yang sangat sensitif (highly sensitive person) rentan merasa stres. Jika kondisinya serius, dapat memengaruhi nafsu makan dan kualitas tidur. Untuk ini, harap diingat bahwa merawat diri sendiri atau self-care itu penting.


Tidur yang cukup selama 7 hingga 8 jam di malam hari, makan makanan bergizi, dan mulailah merawat tubuh Anda. Tidak hanya itu, jangan lupa untuk merawat emosi kamu, karena meski tidak terlihat, perannya sangat penting.


7. Kenali pemicunya


Jika baper terjadi berulang kali, pastikan hal apa yang mungkin jadi pemicu utamanya. Setiap orang secara alami bereaksi berbeda terhadap pemicu stres. Apa yang orang lain anggap biasa bisa dianggap luar biasa bagi Anda.


Dengan memahami apa pemicunya, ini dapat membantu menghindarinya. Jika perlu, buatlah buku harian hal-hal yang menjadi pemicu stres. Dengan cara ini, Anda dapat memprediksi dan memproses emosi secara lebih komprehensif atau matang saat itu terjadi.


Catatan
Memang, orang yang dari lahir sudah dalam kondisi sensitif (highly sensitive) tidak dapat mengubahnya begitu saja semudah membalikkan telapak tangan. Namun, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda untuk mengubah cara berpikir dan kebiasaan Anda.

Oleh karena itu, lakukan apa yang sesuai untuk pikiran dan fisik. Saat Anda terbiasa, Anda akan menjadi orang yang lebih mudah beradaptasi sekaligus mampu menahan tekanan (stres) apa pun.
Cara Mengubah Si Tomboy Menjadi Lebih Feminim

Cara Mengubah Si Tomboy Menjadi Lebih Feminim

Cara Mengubah Si Tomboy Menjadi Lebih Feminim


Hampir sebagian besar wanita ingin tampil feminim luar dan dalam untuk menyempurnakan penampilannya. Mulai dari pemilihan pakaian yang feminim hingga tata cara berprilaku yang sangat kewanitaan.


Bagi kamu yang suka berpenampilan tomboy untuk keseharianmu dan ingin mengubah penampilanmu menjadi lebih feminim, catatlah Cara Mengubah Si Tomboy Menjadi Lebih Feminim berikut ini.


1. Perbaiki sikap tomboymu


Hal yang pertama kali harus dilakukan oleh kamu yang ingin berubah menjadi lebih feminim adalah memperbaiki sikap tomboymu. Kamu bisa memulainya dari mengubah perangai, cara duduk, dan gaya berbicaramu. Jika kamu ingin duduk di suatu tempat jangan lupa untuk merapatkan kedua kakimu. Selain itu, ubahlah gaya bicaramu yang kasar ataupun blak-blakan. Sebagai wanita, kamu harus bisa menjaga sikap dan aksimu karena dua hal tersebut menunjukkan dirimu yang sebenarnya. Oleh karena itu, kamu harus menunjukkan sikap yang manis kepada orang-orang yang ada di sekitarmu agar terlihat lebih feminim.


2. Jaga intonasi suara


Intonasi suara dan gaya berbahasa yang kamu pakai sehari-hari bisa mencerminkan karaktermu yang sebenarnya. Oleh karena itu, pada saat berbicara dengan orang-orang di sekitarmu jagalah intonasi suara dan gaya bahasa yang kamu gunakan. Penggunaan gaya bahasa yang kurang baik dan intonasi suara yang tinggi akan membuatmu terlihat seperti wanita yang kasar dan pemarah.


3. Jangan berlebihan dalam bersikap


Ada beberapa orang yang berasumsi bahwa wanita feminim itu adalah wanita yang berani tampil terbuka, cengeng, ataupun genit kepada lawan jenis. Arti feminim yang sesungguhnya tidak mengandung sisi negatif seperti itu, feminim itu berarti wanita yang penuh kasih sayang, lemah-lembut, dan wanita yang memiliki perangai serta attitude yang baik.


4. Pakailah pakaian yang feminim


Kamu belum bisa dikatakan feminim jika tidak menggunakan pakaian yang feminim. Pakailah rok mini dengan atasan blouse, poplin top, atau amber tank milikmu. Namun jika kamu tidak ingin memakai rok mini, kamu bisa sesekali menggunakan mini dress kasual yang bisa kamu gunakan saat melakukan aktifitasmu. Kamu bisa membeli berbagai macam jenis dan model mini dress di toko online mini dress cantik terlengkap dan berkualitas MatahariMall.


5. Belajar memakai makeup


Agar terlihat lebih cantik dan menarik, belajarlah untuk memakai makeup yang natural. Bagi kamu yang baru mulai mengenal makeup, kamu bisa menggunakan concealer, bedak, alis, eyeliner, mascara, dan lipstick untuk makeup sehari-harimu. Namun, jika kamu ingin pergi ke acara-acara tertentu disarankan untuk menambahkan eyeshadow dan perona pipi.

Ciri-ciri Anak Tantrum yang Harus Diketahui

Ciri-ciri Anak Tantrum yang Harus Diketahui

Ciri-ciri Anak Tantrum yang Harus Diketahui

Anak adalah anugerah dari Tuhan yang harus selalu kita sayangi. Walaupun terkadang anak-anak membuat orang dewasa kesal, namun itu tidak menjadi alasan untuk langsung memarahi begitu saja. Anak memiliki caranya sendiri untuk berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Cara yang berbeda ini muncul karena mereka belum dapat menyetarakan jalan fikiran serta perilakunya dengan orang dewasa.


Perbedaan ini terkadang membuat orang tua dan anak mengalami miss comunication. Ketika miss comunication ini terjadi, anak yang merasa bahwa maksud perkataannya tidak dapat tersampaikan dan tidak dapat diterima dengan baik selanjutnya akan mengekspesikan diri dengan cara yang beragam, mulai dari cara yang biasa hingga yang terkesan berlebihan. Salah satunya adalah dengan perilaku tantrum.


Tantrum walaupun terkesan berlebihan namun itulah yang dianggap anak sebagai cara terbaik untuk mengekspresikan dirinya. Tantrum sendiri sebenarnya adalah bagian dari tahap perkembangan anak pada usia pra-sekolah yang ditandai dengan ledakan emosi. Anak-anak yang mengalami ledakan emosi ketika tantrum ini biasanya akan menunjukkan ciri ciri anak tantrum seperti tiba-tiba berteriak, menangis dengan keras, berguling-guling, menendang, memukul, melempar bahkan kejang-kejang menyerupai orang yang terkena penyakit ayan. Bahkan mereka tidak segan untuk melakukan perbuatan yang menyakiti diri sendiri seperti membenturkan kepala dan memukul-mukul tubuhnya.


Ciri ciri anak tantrum biasanya terjadi pada kisaran usia 15 bulan sampai 4 tahun. Tantrum yang dilakukan oleh anak-anak pada usia ini merupakan temper tantrum. Temper tantrum ini tentu berbeda dengan tantrum yang dialami anak autis atau sejenisnya. Temper tantrum ini murni hanya sebagai bentuk pengekspresian diri anak semata. Hal yang dilakukan anak yang juga merupakan ciri ciri anak tantrum tersebut terjadi dengan rentan waktu sekitar 30 detik sampai 2 menit saja.


Tantrum Manipulatif dan Tantrum Frustasi


Walaupun tantrum dikatakan sebagai bentuk pengekspresian diri yang berujung pada ledakan emosi karena keinginannya tidak dapat tersampaikan, namun ada hal lain yang juga menjadi penyebab munculnya ciri ciri anak tantrum tersebut. Hal ini juga sekaligus membagi tantrum menjadi 2 jenis, yaitu Tantrum Manipulatif dan Tantrum Frustasi.


1. Tantrum Manipulatif


Tantrum manipulatif adalah tantrum yang sengaja dibuat-buat oleh anak agar keinginannya dituruti. Misalnya seorang anak mengatakan kepada orang tuanya bahwa ia ingin hujan-hujanan. Namun orang tuanya melarang. Alhasil ia yang merasa keinginannya tidak terpunihi akan melakukan ciri ciri anak tantrum dengan tujuan agar keinginannya dituruti.


Hal yang harus anda lakukan jika ini terjadi adalah tinggalkan anak sendiri sesaat. Bertingkahlah seolah anda tidak memperhatikannya. Jika anda merasa khawatir membiarkan ia berada di ruangan sendiri, tungguilah anak anda namun usahakan tetap menunjukan sikap bahwa anda tidak sedang memperhatikannya.


2. Tantrum Frustasi


Tantrum jenis ini adalah tantrum yang dilakukan anak ketika merasa lapar, lelah, bosan, tertekan, dituntut berlebihan, melakukan hal yang tidak ia inginkan atau sakit. Contohnya ketika anak diajak berbelanja pakaian di mall. Biasanya orang tua akan berpindah-pindah tempat yang membuat anak kelelahan. Anak yang merasa lelah dan hal yang tengah ia lakukan tersebut dirasa bukan dunianya, maka ia akan merasa tertekan dan mulai berperilaku tantrum.


Jika anda tidak ingin hal in terjadi, anda harus mengetahui apa yang anak tersebut inginkan. Misalnya sebelum pergi katakan kemana tujuan anda dan apa manfaatnya bagi si anak. Jika anak sudah mengerti, anda bisa membawakan 1 atau 2 mainan kecil yang bisa dimainkan ketika ia mengikuti anda berbelanja. Bila hal ini dilakukan anak tidak akan merasa bosan dan tertekan sehingga bisa terus mengikuti anda.


Ciri-Ciri Anak Tantrum


Agar anda dapat mengatasi ketika anak mengalami tantrum, terlebih dahulu anda harus mengetahui tanda yang menjadi ciri ciri anak tantrum tersebut


1. Merengek


Ketika anak tengah melakukan aktivitas, misalnya bermain bersama temannya, ditengah permainannya ia tiba-tiba mendatangi anda dan merengek sampai menggumamkan sesuatu. Maka saat itu anda harus waspada. Bisa jadi setelah itu tantrumnya akan muncul.


2. Anak tiba-tiba diam


Ditengah kegiatannya merengek, lalu tiba-tiba ia terdiam. Jangan sampai anda merasa bahwa masalah yang dimiliki anak selesai. Bisa saja setelahnya emosi anak semakin menjadi.


3. Tubuh menegang


Setelah anak terdiam, kemudian tanda selanjutnya adalah tubuh anak menegang. Tubuh menegang tersebut dikarenakan anak tengah mengimbangi atau menahan emosi yang tidak dapat terluapkan.


4. Nafas memburu


Jika emosinya tidak dapat terluapkan dan tubuhnya sudah merespon, selanjutnya nafasnya akan memburu. Ini seiring dengan naiknya emosi yang dimiliki anak.


5. Mudah marah


Anak tantrum temper memang rentan terhadap stimulus yang mengenainya. Jika stimulus yang ia dapatkan tidak sesuai dengan keinginan, hal ini bisa memicu munculnya tantrum.


6. Mengamuk


Inilah perilaku tantrum yang paling terlihat. Anak akan berteriak, menendang bahkan berguling-guling dilantai. Ketika hal ini terjadi berarti anak sudah tidak dapat menahan emosinya lagi.


7. Menyakiti diri sendiri


Tidak hanya marah dan berteriak saja, pada perilaku tantrum tingkat tinggi anak bahkan mampu melukai diri sendiri. Terlepas perilaku melukai diri sendiri tersebut ia sadari atau tidak.


8. Emosi berlebihan


Anak tantrum akan sangat marah ketika keinginannya tidak terpenuhi. Kendati hal ini wajar, namun emosi yang muncul akan terkesan sangat berlebihan bahkan membuat dirinya menjadi pusat perhatian akibat perilaku yang dilakukan tersebut.


9. Kekerasan fisik


Anak yang mengalami tantrum akan cenderung melakukan kekerasan fisik ketika ia diminta berhenti atau di ‘ganggu’ ditengah tantrumnya. Kekerasan fisik itu bukan hanya dilakukan kepada diri sendiri, namun bisa saja diarahkan kepada orang lain yang ada disekitarnya. Hal tersebut dilakukan tanpa sadar dan tidak memiliki sasaran khusus.


10. Pengaruh psikologis


Seperti yang dikatakan sebelumnya, anak yang tantrum akan berperilaku tidak terkontrol dan bisa saja menyakiti diri sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Ini akan berakibat pada kondisi psikologis anak itu sendiri maupun anak yang ada disekitarnya. Perilaku tersebut bisa membuatnya di jauhi oleh teman-teman disekitarnya.


Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Anak Tantrum


Agar perilaku tantrum yang dilakukan anak tidak membuat anda bingung dan malah membuat tantrumnya semakin parah, berikut beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi anak yang sedang tantrum.


  • Beri ruang pada anak untuk meluapkan emosi namun tetap dalam jangkauan anda.
  • Berikan sentuhan atau pelukan lembut sambil membisikan kata-kata yang menenangkan dan mewakili perasaannya.
  • Langsung bertindak dengan memegang tangannya jika anak melakukan hal yang berlebihan seperti akan melukai diri sendiri.
  • Beri peraturan yang jelas dan usahakan anda konsisten terhadap peraturan yang telah anda buat tersebut.
  • Jangan menghentikan tantrum dengan tindakan fisik seperti memukul atau memarahinya dan jangan sampai anda sendiri terbawa emosi.
  • Ajaklah anak berbicara ketika tantrumnya selesai. Gunakan kesempatan ini untuk mengetahui apa keinginan anak.
  • Berikan pilihan sehingga ia merasa pendapatnya dihargai namun tetap dapat kita batasi.


Tantrum adalah perilaku anak yang dilakukan untuk meluapkan keinginannya. Jika anda tidak ingin anak mengalami tantrum yang berlebihan, usahakan untuk mengetahui dan mendengarkan keinginan anak. Jika kita dapat merespon permintaan dan keinginannya dengan baik maka anak tentu tidak sampai melakukan perilaku tantrum.