Memahami Tentang Zakat Penghasilan
Menunaikan zakat penghasilan merupakan hal wajib yang harus dilakukan oleh setiap umat muslim yang telah memenuhi syarat zakat penghasilan.
Besarnya zakat yang harus disisihkan adalah 2,5% dari total gaji bulanan yang diperoleh Anda dan pasangan setiap bulannya.
Menurut Badan Amir Zakat Nasional, zakat penghasilan atau biasa disebut zakat profesi dan zakat pendapatan merupakan bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan atau pendapatan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar hukum syariah.
Sedangkan jika menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), dijelaskan bahwa penghasilan yang dimaksud adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan pendapatan lainnya yang diperoleh melalui cara-cara yang halal dan rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan atau pekerja non harian, seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.
Perlu diketahui bahwa sebelum membayar zakat, Anda juga harus memahami apa arti nisab atau harta wajib zakat yaitu senilai 522 kg beras.
Oleh karena itu, jika total penghasilan lebih dari harga 522 kg beras, maka Anda wajib membayar zakat penghasilan. Jika penghasilannya kurang dari nisab, maka tidak ada kewajiban untuk menunaikan zakat.
Contoh, harga 1 kg beras termurah adalah Rp. 9.850,- maka batasan wajib zakatnya adalah Rp. 5.141.700,-. Oleh karena itu, jika penghasilan Anda melebihi Rp. 5.141.700,-, maka Anda wajib membayar zakat atas penghasilan tersebut.
Hukum menunaikan zakat penghasilan ini disampaikan langsung dalam firman Allah SWT pada surat Adz Dzariyat ayat 19 yang artinya:
“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang - orang yang meminta dan orang-orang miskin yang tidak mendapatkan bagian.“ (QS. Adz-Dzariyat: 19)
Selain itu, ayat tersebut juga dikuatkan oleh firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 267, yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.” (QS. Al-Baqarah: 267).
Cara Menghitung Zakat Penghasilan
Sebelum menunaikan salah satu dari rukun Islam ini, sebaiknya Anda harus mengetahui berapa besaran atau nominal uang yang harus Anda bayarkan untuk zakat?
Untuk bisa mengetahui hal tersebut, Anda juga perlu memahami cara menghitung zakat penghasilan yang baik dan benar.
Rumus untuk menghitung zakat penghasilan: 2,5% x jumlah penghasilan dalam 1 bulan.
Contoh, Anda memiliki gaji Rp. 8.000.000,- per bulan, maka jumlah zakat penghasilan yang harus dibayarkan adalah 2,5% x Rp. 8.000.000,- = Rp. 200.000,-.
Anda bisa membayarkan zakat penghasilan tersebut ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau Anda bisa menggunakan kitabisa.com, Dompet Dhuafa dan platform lainnya atau datang langsung ke masjid sampai e-commerce.
Selain itu, saat membayar zakat jangan lupa untuk membaca niat zakat berikut ini.
“Nawaitu an ukhrija zakata maali fardhan lillahi ta’aala.”
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat hartaku fardhu karena Allah Ta’ala.
Macam-macam Zakat Harta
Zakat penghasilan termasuk dalam zakat harta. Sama seperti zakat fitrah atau zakat jiwa, zakat harta ini hukumnya wajib untuk ditunaikan menurut aturannya masing-masing.
Oleh karena itu agar lebih paham, berikut ini macam-macam zakat harta selain zakat penghasilan yang perlu Anda ketahui.
1. Zakat Emas dan Perak
Zakat emas dan perak ini dihitung berdasarkan jumlah kepemilikan emas atau perak. Untuk nisab zakat emas adalah 86 gram dan 595 gram untuk zakat perak.
Oleh karena itu, jika harga emas dan perak yang Anda beli atau peroleh setiap bulan melebihi nilai nisab, maka Anda wajib membayar zakat sebesar 2,5% untuk emas dan perak tersebut.
Berbeda dengan zakat penghasilan yang dilakukan setiap bulan, zakat emas dan perak dibayarkan setahun sekali. Sehingga total jumlah zakat yang harus dibayarkan disesuaikan dengan total emas dan perak yang dimiliki selama setahun.
Misalnya, Anda memiliki total 100 gram emas dalam setahun. Nah, jumlah atau total berat emas tersebut telah melebihi batas nisab, maka wajib dikenakan zakat emas.
Jika harga setiap gram emas adalah Rp 663.000,-, maka nilai 100 gram emas adalah 100 juta rupiah. Dengan begitu, jumlah besaran zakat yang wajib Anda bayarkan adalah 2,5% dari Rp 663 juta, yaitu Rp. 1.657.500,- per tahun.
2. Zakat Saham
Jika Anda memiliki investasi berupa saham, maka harta tersebut juga harus dibayarkan zakatnya. Karenanya, pengeluaran zakat saham juga harus sesuai aturan.
Nisab zakat saham adalah 85 gram emas dengan besaran 2,5% dari nilai saham yang dimiliki. Sama dengan zakat emas dan perak, zakat saham dibayarkan setiap tahun sekali.
Untuk mengetahui berapa banyak zakat saham yang harus dibayarkan, Anda harus memahami bahwa saham tersebut dinyatakan dalam satuan lot atau setara dengan 100 lembar surat saham.
Oleh karena itu, jika saham yang Anda miliki sudah mencapai nisab, maka rumusnya adalah mengalikan jumlah surat saham dengan harga per lembar saham.
Misal, total aset Anda selama satu tahun adalah Rp 200 juta. Jumlah tersebut sudah melebihi nisab (85 gram emas), jadi Anda wajib membayarkan zakat sebesar 2,5% atau 5 juta rupiah.
Kemudian, ubah angka Rp 5 juta ke dalam satuan lot dengan cara dibagi dengan harga saham per lembar. Maka hasilnya adalah 77,52 lot atau 78 lot. Dengan demikian, Anda wajib membayar zakat saham sebanyak 78 lot.
3. Zakat Perdagangan
Apakah Anda seorang pengusaha? Ternyata penghasilan yang Anda peroleh dari hasil perdagangan juga harus dibayarkan zakatnya lho.
Sama seperti halnya zakat penghasilan, zakat emas dan perak, juga zakat saham, nisab zakat perdagangan adalah 85 gram emas dan dibayarkan setahun sekali, dan besarnya 2,5% dari total penghasilan selama setahun
Perlu diingat, bahwa harta yang dikenakan zakat perdagangan adalah penghasilan bersih atau penghasilan setelah dikurangi hutang.
Misalkan aset bisnis Anda 200 juta rupiah dan utangnya 70 juta rupiah. Dengan demikian, zakat yang wajib dibayarkan adalah Rp 130 juta dari aset bersih dikalikan 2,5%, maka hasilnya Rp. 3,25 juta.
Syarat Menunaikan Zakat Penghasilan
Setelah mengetahui cara menghitung zakat penghasilan, sebagian orang masih salah kaprah mengenai syarat menunaikan zakat penghasilan.
Perlu diketahui bahwa zakat penghasilan hukumnya wajib untuk mereka yang memenuhi persyaratan di bawah ini.
1. Memiliki Harta Secara Penuh
Untuk bisa menunaikan zakat penghasilan, maka harta yang dimiliki haruslah sepenuhnya milik Anda. Penghasilan itu didapat dari milik pribadi, bukan dari orang lain apalagi milik bersama.
Selain itu, harta tersebut juga tidak boleh termasuk dalam harta warisan yang masih harus dibagi-bagi kepada anggota keluarga lainnya. Oleh karena itu, murni harta pribadi.
2. Lebih dari Kebutuhan Pokok
Jika penghasilan yang Anda peroleh sudah bisa memenuhi kebutuhan pokok Anda bahkan sisa, maka Anda wajib membayar zakat penghasilan.
Namun, jika penghasilan tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok, maka Anda tidak wajib mengeluarkan zakat penghasilan.
Sebab, dengan penghasilan yang telah melampaui kebutuhan pokok, Anda dianggap mampu secara finansial sehingga hukumnya wajib membayar zakat.
3. Telah Mencapai Nisab
Pastikan bahwa penghasilan bulanan Anda sudah mencapai nisab atau batasan capaian penghasilan untuk bisa melakukan zakat penghasilan.
Mengutip Payok, nisab untuk zakat penghasilan adalah 522 kilogram beras atau bahan pokok.
4. Terbebas dari Hutang
Banyak ulama yang mengatakan bahwa untuk untuk bisa ikut membayar zakat penghasilan, maka harta Anda harus terbebas dari hutang.
Jika masih ada hutang maka zakat yang dibayarkan tidak sah. Namun, jika hutang tersebut merupakan hutang jangka panjang, maka tidak akan menghalangi seseorang untuk membayar zakat.
Demikian penjelasan tentang cara menghitung zakat penghasilan, macam-macam zakat harta sampai syarat menunaikan zakat penghasilan.
Jika Anda memiliki pertanyaan tentang zakat penghasilan, Anda bisa langsung bertanya hal tersebut pada ahli agama setempat.
Perbedaan antara Ketergantungan dan Kecanduan Obat. Ini Penjelasannya!
Seseorang yang ketergantungan dengan obat belum tentu adalah seorang pecandu, akan tetapi seorang pecandu sudah pasti mengalami ketergantungan pada obat. Lantas, apa perbedaan keduanya? Simak penjelasannya di bawah ini yuk guys:
Kecanduan
Antara kecanduan dan ketergantungan, meski keduanya hampir sama, ternyata kecanduan lebih berpotensi menimbulkan bahaya daripada ketergantungan. Menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA), mengatakan bahwa kecanduan adalah kebutuhan yang tidak terkendali, biasanya berlangsung lama, dan dapat pulih secara tidak terduga setelah masa penyembuhan.
Dalam kaitannya dengan penggunaan obat-obatan, kecanduan adalah suatu kondisi psikologis di mana seseorang harus mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mendapatkan sebuah sensasi.
Obat-obatan yang bersifat adiktif akan merangsang kesenangan dan motivasi otak, sehingga semakin sering terpapar obat-obatan tersebut akan membuat otak menjadi bodoh untuk menjadikan konsumsi obat-obatan tersebut menjadi kebutuhan yang harus selalu dipenuhi.
Bahkan jika tidak dipenuhi, seseorang yang sudah kecanduan obat-obatan akan melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhan yang membuat ketagihan ini tidak peduli baik atau buruknya. Bahkan mungkin tidak memperhatikan keselamatan diri sendiri dan orang lain akan konsekuensi yang ada.
Ketergantungan
Ketergantungan adalah suatu kondisi fisik tubuh yang sudah beradaptasi dengan obat, dan ketika berhenti mengonsumsi obat tersebut tubuhnya akan menimbulkan gejala yang dapat diprediksi dan diukur (sindrom penarikan).
Ketika seseorang telah ketergantungan dengan obat, gejala berikut mungkin juga muncul:
- Sakit perut, mual, muntah
- Pingsan
- Masalah pernapasan dan tekanan darah
- Nyeri dada
- Pupil mata membesar
- Gemetar
- Kejang
- Halusinasi
- Diare
- Kulit menjadi dingin dan berkeringat, juga panas dan kering
Cara mencegahnya adalah dengan meminum obat sesuai resep yang diberikan, mengikuti petunjuk yang dianjurkan, jangan mencampurnya dengan jenis obat lainnya, dan sering-seringlah berkonsultasi dengan dokter.
Bagaimana dengan Toleransi Obat-obatan?
Selain ketergantungan dan kecanduan, ada juga istilah lain yaitu toleransi. Peneliti Tempo Group Agus Wiyanto melaporkan melalui Kompas, ada tiga jenis toleransi obat.
1. Toleransi farmakokinetik; yaitu penentu tingkat adiksi seseorang. Metabolisme sebuah obat setelah pemberian ulang membuat dosis yang diberikan menghasilkan kadar dalam darah yang semakin berkurang dibanding dosis sama pada pemberian pertama. Cara yang biasanya dilakukan adalah menggunakan stimulan untuk menambah efek obat.
2. Toleransi farmakodinamik; adalah perubahan adaptif yang terjadi dalam tubuh akibat dipengaruhi obat. Hal ini membuat respon tubuh terhadap obat jadi berkurang pada pemberian berulang. Antibiotik, misalnya, dalam penggunaan jangka panjang, tubuh menjadi resisten terhadapnya sehingga dosis harus ditambah.
3. Toleransi yang dipelajari; adalah pengurangan efek obat dengan mekanisme yang diperoleh karena adanya pengalaman terakhir. Orang yang paham efek alkohol masih mampu mengendalikan tubuhnya agar tidak mabuk sehingga ketika menjalankan uji berjalan lurus, ia masih mampu.
Ketika Anda harus mengonsumsi obat-obatan, berhati-hatilah terhadap semua efek yang mungkin terjadi, terutama jika obat tersebut membuat kecanduan (adiktif).
Penting untuk tidak mencoba melakukan eksperimen sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter, terutama dalam hal keselamatan.
Ini Hukum Istri Sering Marah pada Suami dalam Islam, Istri Wajib Tahu!
Siapa yang sering marah pada suaminya? Tahukah Anda bahwa ada lho hukum Islam yang mengatur bahwa istri sering marah kepada suaminya. Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Rasa marah itu adalah hal wajar dan bisa dialami oleh siapa saja, termasuk istri atau suami dalam hubungan rumah tangga. Ada kemarahan yang masih bisa dipendam, tetapi ada juga kemarahan yang tidak bisa dipendam dan memuncak, yang berujung pada konsekuensi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya perceraian.
Rasa marah itu pun bisa dipicu oleh hal-hal yang kecil, bahkan hingga sesuatu hal yang besar. Kecurigaan, kecemburuan, sampai permasalahan rumah tangga seperti keuangan bisa jadi penyebab kemarahan. Jika biasanya suami yang marah, lalu bagaimana hukum istri sering marah pada suaminya?
Mari kita simak penjelasan hukum istri sering marah pada suami di bawah ini.
Hukum Istri Sering Marah pada Suami
Dilihat dari sudut pandang kesehatan mental dan psikologi pernikahan, The Canadian Journal of Human Sexuality mengemukakan bahwa berbagai bentuk kemarahan akan berdampak pada kepuasan seksual dalam pernikahan.
Dalam Islam, hukum istri sering marah pada suami hingga membentak suami itu tidak diperbolehkan dan termasuk dalam jenis dosa besar. Hal ini dikarenakan suami adalah sosok pemimpin keluarga yang harus dihormati dan ditaati oleh istri sebagai salah satu kewajibannya.
Rasulullah SAW pun mengatakan bahwa sangat tinggi kedudukan suami untuk istrinya. “Seandainya saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri untuk sujud pada suaminya.” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi).
Jika alasan seorang istri memarahi suami karena suaminya melakukan kesalahan, maka menang istri seharusnya mengingatkannya tetapi itu harus dilakukan dengan cara yang baik, dengan bertutur kata yang lemah lembut, tidak membentak atau menggunakan suara yang keras, dan juga tidak menyinggung perasaan suami.
Apabila seorang suami dimarahi, dibentak, direndahkan atau di dzalimi, ini sudah menunjukkan bahwa perempuan tersebut menunjukkan ciri-ciri istri yang durhaka terhadap suaminya. Melihat hal tersebut, bahkan para bidadari di surga pun akan sangat murka. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW:
“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, tetapi istrinya dari kelompok bidadari akan berkata, ‘Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; nyaris saja ia bakal meninggalkanmu menuju pada kami’.” (HR At-Tirmidzi).
Inilah alasan mengapa dalam hukum Islam seorang istri yang sering marah pada suami adalah tidak boleh, sebab kelak akan mendapatkan saingan yang berat yakni bidadari Allah SWT, sehingga harus sangat dihindari dan tidak boleh dilakukan.
Jika istri merasa amarahnya tidak terkendali atau tidak dapat ditahan, dia tetap tidak diperbolehkan untuk memperlihatkan amarahnya tersebut dengan emosi yang berlebihan. Akan lebih baik jika beristighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT, sebab istighfar akan lebih meringankan hati yang sedang panas.
Saat Anda sudah merasa sedikit tenang, mulailah berbicara dengan suami Anda untuk mencari solusi dan lakukan dengan baik-baik. Sebab, jika diawali dengan amarah, maka suami pun akan tersulut amarahnya dan tidak akan mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut.
Sikap Suami saat Istri Marah
Walaupun dalam hukum Islam mengenai istri yang sering marah pada suaminya adalah tidak boleh, namun suami juga jangan sampai memancing amarah atau melakukan hal-hal yang tidak disukai istri. Lantas, apa yang harus dilakukan oleh seorang suami saat menghadapi amarah istrinya?
Pertama, suami harus sabar. Khalifah Ummar bin Khattab telah memberikan contoh tentang hal ini. Suatu ketika, seorang lelaki pernah menuju rumah Umar RA dan mengeluhkan perilaku istrinya yang sering marah. Sesampai disana, istri Umar RA juga sedang marah dan beliau pun hanya diam saja.
Lalu Umar RA pun berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, aku tetap sabar menghadapi perbuatannya, karena itu memang kewajibanku. Istrikulah yang memasak makanan, membuatkan roti, mencucikan pakaian, dan menyusui anakku, padahal semua itu bukanlah kewajibannya. Di samping itu, hatiku merasa tenang (untuk tidak melakukan perbuatan haram sebab jasa istriku). Karena itulah aku tetap sabar atas perbuatan istriku.”
Umar RA mencontohkan kesabaran dalam menghadapi istri yang sedang marah, beliau tidak membalasnya dengan ucapan dan tidak melakukan kekerasan. Umar RA justru mengamalkan kesabaran dan menahan diri untuk tidak larut atau terjebak emosi dengan diam, dan mendengarkan istrinya sambil berusaha mengingat-ingat kebaikannya.
Kedua, maafkan kesalahan istri. Meneladani kisah Umar RA yang memiliki hati luas sehingga tidak tersinggung dan tidak sakit hati terhadap istrinya. Bahkan Umar RA tidak sampai terbawa emosi berbalik memarahi istrinya. Sehingga, suami dapat legowo saat menanggapi amarah istrinya.
Allah SWT berfirman: “Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS Ali ‘Imran: 159).
Ketiga, hendaknya suami bersikap adil. Bentuknya adalah dengan memberikan hak kepada istri untuk didengar. Kalaupun terkadang dibumbui dengan rasa marah, namun suami harus mendengarkan dengan tenang agar semua keluh kesah istri dapat tersampaikan.
Sekali lagi, marah bukanlah solusi. Oleh karena itu, hukum Islam mengenai istri yang sering marah pada suami pun tidak boleh dilakukan. Karena itu, saling pengertian adalah kuncinya. Sudah tidak bingung lagi kan Anda mengenai hukum Istri yang sering marah pada suaminya?
Jika Anda berkenan, silahkan bagikan artikel ini melalui tombol share dibawah artikel ini agar lebih banyak lagi yang paham mengenai hukum istri yang sering marah pada suami. Terimakasih 😊
8 Hal yang Membatalkan Puasa, Hindari ya!
Puasa adalah salah satu rukun Islam. Karena puasa termasuk di dalamnya, puasa memiliki keistimewaan bagi seseorang yang berpuasa dengan baik dan sesuai syariat serta tidak melakukan hal-hal yang dapat membatalkan berpuasa agar mendapatkan pahala yang melimpah.
Dalam Alquran Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa,” (QS Al-Baqarah: 183).
Sebagai salah satu bentuk ibadah, puasa tidak selalu berjalan mulus. Puasa yang bernilai ibadah memiliki syarat dan jika melanggar syarat-syarat tertentu bisa membatalkannya.
Berikut penjelasan tentang puasa dan hal-hal yang membatalkan puasa.
Puasa Menurut Islam
Puasa berasal dari bahasa Arab "shaum atau shuwam" yang berarti mencegah atau menahan. Dalam Islam, puasa merupakan salah satu bentuk ibadah untuk manusia yang tujuannya agar bisa menahan hawa nafsunya mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam.
Dalam dunia medis, puasa sudah menjadi istilah yang terkenal karena memiliki banyak manfaat.
Menurut sebuah studi di Journal of Research in Medical Sciences yang menunjukkan bahwa puasa Ramadhan memiliki efek perlindungan terhadap kesehatan secara keseluruhan.
Dalam Islam, puasa bukan hanya sekedar masalah penyakit atau kesehatan. Hal ini dikarenakan puasa merupakan waktu bagi seseorang untuk belajar mengendalikan diri. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang berpuasa itu meninggalkan syahwat, makan dan minumnya,” (HR Bukhari dan Muslim).
Tujuan puasa dalam Islam adalah untuk membentuk pembiasaan diri manusia terhadap pengendalian diri atau hawa nafsu. Allah SWT juga melatih umat Islam untuk tahan akan godaan hawa nafsu yang rendah tingkatannya, yang sebenarnya paling mudah untuk dikendalikan.
Jika godaan nafsu yang kecil saja mampu ditepis, maka hawa nafsu lainnya akan sangat mudah dikendalikan karena sudah terbiasa mengendalikannya saat berpuasa, terutama saat puasa di bulan Ramadhan, karena waktunya selama satu bulan penuh.
Hal yang Bisa Membatalkan Puasa
Saat berpuasa, seseorang diharuskan untuk menjaga diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa. Karena jika puasa batal, maka seseorang tidak akan diberikan pahala puasa.
Ada beberapa hal yang bisa membatalkan puasa, jadi harus diwaspadai dan dihindari. apa saja? Mari kita simak.
1. Muntah dengan Sengaja
Muntah adalah mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut, yang bisa menjadi penyebab batalnya puasa.
Ini bisa terjadi disengaja atau tidak disengaja. Penyebabnya mungkin banyak, salah satunya adalah sengaja muntah, yaitu memasukkan jari ke dalam mulut hingga akhirnya makanan keluar lagi.
Jika seseorang muntah secara tiba-tiba atau tidak disengaja, maka puasanya tetap sah selama muntahannya tidak ada yang tertelan kembali. Namun, jika muntahan tersebut sengaja ditelan, maka puasanya batal.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya menqadha puasanya. Dan barangsiapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya menqadha puasanya,” (HR Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
2. Berhubungan Seksual dengan Sengaja
Hal yang membuat puasa batal berikutnya adalah berhubungan suami istri tidak pada waktunya.
Jika sengaja melakukan hubungan seks saat puasa di siang hari, bukan hanya batal puasa tetapi juga akan didenda atas Tindakan tersebut. Yakni berpuasa selama 2 bulan berturut-turut.
Jika tidak mampu, seseorang wajib memberi makanan pokok senilai 1 mud atau sekitar 0,6 kilogram beras kepada 60 fakir miskin.
Allah SWT berfirman: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu…,” (QS Al-Baqarah : 187).
Untuk itulah, saat berpuasa umat Islam harus bisa mengendalikan diri dan mampu mengendalikan hawa nafsunya.
Meski begitu, Islam memperbolehkan kembali berhubungan suami istri jika sudah selesai berpuasa selama satu hari, asalkan di lakukan pada malam harinya setelah berbuka puasa.
Sanksi diberikan sebagai ganti atas dosa yang dilakukan berupa berhubungan seksual pada saat puasa. Apabila tidak mampu, kafarat tersebut tidak gugur dan tetap menjadi tanggungannya.
Dan pada saat ada kemampuan untuk membayar dengan cara mencicil, maka harus dilakukan dengan segera.
3. Keluarnya Air Mani (Sperma)
Misalnya, air mani keluar akibat masturbasi (onani) atau kontak dengan lawan jenis tanpa adanya hubungan seksual akan membatalkan puasa. Lain halnya jika air mani yang keluar karena mimpi basah, puasa tetap sah dan bisa dilanjutkan.
Jika dilakukan karena kesengajaan dan tidak mampu menjaga hawa nafsunya, maka ini termasuk salah satu hal yang membuat puasa batal.
Kesengajaan itu bisa disebabkan seperti melakukan masturbasi, berciuman, berpegangan dengan lawan jenis, atau melihat aurat lawan jenis secara sengaja, sehingga menimbulkan hasrat atau nafsu.
Ketika seseorang sedang dalam kondisi "basah", secara umum para ulama fiqh Islam mengatakan bahwa hal itu akan membatalkan puasanya. Hal ini pun juga sebagaimana ia tidak mampu menjaga hawa nafsunya dengan baik, sebab dapat menahannya adalah salah satu tujuan dari puasa.
Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin berkata: “Jika seseorang memaksa keluar mani dengan cara apa pun baik dengan tangan, menggosok-gosok ke tanah atau dengan cara lainnya, sampai keluar mani, maka puasanya batal.”
Begitu juga dengan pendapat dari para ulama madzhab, yaitu Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad. Jika dalam kondisi yang tidak sengaja bahkan tidak diinginkan, karena keluar air mani/madzi secara tiba-tiba, tanpa kesengajaan atau hal lain di luar kendali maka puasanya tidak batal.
Hal ini termasuk juga seseorang tertidur dan kemudian bermimpi basah, maka hal ini tidak membatalkan puasanya, karena dalam kondisi tidak sadar dan di luar kendalinya, air mani atau spermanya tersebut muncul pada saat orang tersebut sedang tidur.
4. Haid dan Nifas
Puasa adalah salah satu larangan bagi wanita Islam saat haid. Para ulama mahdzab fiqh menyepakati bahwa keluarnya darah haid dan nifas membuat seorang wanita tidak boleh berpuasa.
Imam Nawawi, seorang ulama hadist mengatakan bahwa, “Kaum muslimin sepakat bahwa perempuan haid dan nifas tidak wajib shalat dan puasa dalam masa haid dan nifas tersebut,” (Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 3/250).
Selain hal yang membuat puasa batal, wanita haid atau nifas wajib untuk meng-qadha puasanya. Biasanya darah menstruasi keluar selama seminggu, dan periode terpanjang adalah selama 15 hari. Masa nifas biasanya 40 hari, sedangkan paling lama 60 hari.
Jika tidak ada lagi darah yang keluar setelahnya, maka wanita itu telah suci dan harus mandi wajib. Jika masih masih ada sisa waktu untuk berpuasa (misal masih berada dalam bulan Ramadhan), maka wanita tersebut wajib berpuasa hingga bertemu dengan hari Raya Idul Fitri.
5. Sengaja Memasukkan Benda ke Lubang Tubuh
NU Online dalam kitab "Fath al-Qarib" memberitakan bahwa dijelaskan hal yang membatalkan puasa juga termasuk ketika ada benda (‘ain) yang masuk dalam salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam, yang dalam istilah fiqih biasa disebut dengan jauf.
Jauf adalah lubang mulut, telinga dan hidung. Ini memiliki batas awal yang ketika benda melewati batas tersebut maka puasa menjadi batal. Dalam hidung, batas awalnya adalah bagian yang disebut dengan muntaha khaysum (pangkal insang) yang sejajar dengan mata;
Dalam telinga, yaitu bagian dalam yang sekiranya tidak terlihat oleh mata; sedangkan dalam mulut, batas awalnya adalah tenggorokan yang biasa disebut dengan hulqum. (Syekh Zainuddin al-Maliabari, Fath al-Mu’in, juz 1, hal. 259).
Selain itu, mengobati dengan memasukkan benda pada qubul dan dubur juga tidak diperbolehkan. Misalnya pemberian obat bagi orang yang sedang mengalami ambeien dan juga bagi orang yang sakit dengan memasang kateter urin, maka dua hal tersebut dapat membatalkan puasa.
6. Hilang Akal
Ketika seseorang gila saat sedang melaksanakan puasa, maka ini termasuk hal yang membatalkan puasa. Ada beberapa ciri orang hilang akal yang masuk dalam perkara yang membatalkan puasa. Yaitu gila karena sudah tidak dapat membedakan perkara halal dan haram, baik dan buruk, maka dia dianggap sudah keluar dari kewajiban berpuasa.
Ada juga jenis hilang akal karena mabuk dan pingsan.
Jika disengaja, maka mabuk dan pingsan bahkan bisa membatalkan puasa walaupun sebentar. Ibarat mencium sesuatu dengan sengaja yang ia tahu kalau yang ia menciumnya pasti mabuk atau pingsan.
7. Murtad
Murtad adalah keluarnya seseorang dari agama Islam. Misalnya orang yang sedang puasa tiba-tiba mengingkari keesaan Allah SWT.
Selain termasuk hal yang membatalkan puasa, jika melakukan ini ia juga berkewajiban untuk segera mengucapkan syahadat serta meng-qadha puasanya.
8. Makan dan Minum dengan Sengaja
Makan dan minum merupakan salah satu hal yang dapat membatalkan puasa. Meski keduanya adalah kebutuhan, namun selama seseorang menjalankan ibadah puasa hal tersebut dilarang. Ini merupakan tantangan lain yang harus dihadapi selama berpuasa agar seseorang dapat mengendalikan dirinya.
Islam tidak mengajak atau membuat tersiksa umat yang menjalankannya. Allah SWT memberi perintah untuk menahan nafsu makan dan minum hanya dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, sedangkan di waktu setelahnya umat muslim harus berbuka puasa dan menjalankan sahur.
Puasa bukan berarti menghapuskan atau menghilangkan kebutuhan manusia akan makanan dan minuman. Hanya saja perlu dikelola dan diatur dengan baik.
Selain itu, Anda juga harus memperhatikan apa saja makanan yang akan dikonsumsi agar terhindar dari sesuatu yang haram dan dapat mengurangi pahala puasa.
Hal yang dapat Merusak Pahala Puasa
Saat menjalankan ibadah puasa, selain menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa, Anda juga harus menghindari hal-hal yang dapat merusak pahala puasa.
Ada beberapa hal yang dapat merusak pahala puasa, antara lain seperti berikut ini.
1. Marah
Marah dapat menunjukkan bahwa seseorang tidak dapat menahan hawa nafsunya. Padahal, Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sangat tidak menyukai orang yang sering marah.
Karena salah satu makna puasa adalah menahan hawa nafsu, maka marah akan bisa mengurangi pahala puasa.
2. Bohong
Ini tidak hanya akan merusak pahala untuk berpuasa, akan tetapi merupakan hal yang harus dijauhi meski sedang tidak berpuasa. Karena konsekuensi berbohong tidak hanya akan dirasakan oleh diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain.
Oleh karena itu, seseorang tidak boleh berbohong, termasuk saat sedang berpuasa.
3. Tidur Sepanjang Hari
Pernahkah Anda mendengar bahwa aktivitas yang baik apapun akan diberi pahala, termasuk tidur? Kalaupun ini benar, sebaiknya jangan dijadikan alasan agar Anda bisa tidur sepanjang hari.
Meski ini tidak termasuk hal yang dapat membatalkan puasa, namun tidur sepanjang hari akan mengurangi pahala.
4. Melihat Lawan Jenis dengan Hawa Nafsu
Menekan hawa nafsu bukan hanya menahan amarah, tetapi juga menahan diri dari pandangan mata dengan lawan jenis.
Melihat lawan jenis dengan hawa nafsu adalah salah satu hal yang mengurangi pahala puasa. Yang terbaik adalah mengalihkan perhatian, misalnya dengan membaca Alquran.
5. Bergosip
Bergunjing atau bergosip merupakan salah satu hal yang mengurangi pahala puasa. Ini juga perbuatan yang sangat dilarang keras oleh Allah SWT. Karena hal-hal yang digosipkan tidak terjadi dalam kehidupan nyata yang malah akan mendatangkan fitnah dan bisa merugikan orang lain.
Segera hindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa agar tidak hanya merasa lapar dan haus, tetapi juga mendatangkan pahala dan keberkahan dari ibadah puasa.
Penyebab Jari Keriput Bila Terlalu Lama Berada di Air, Bisa Jadi Karena Masalah Medis
Pernahkah Anda mengalami jari keriput karena terlalu lama berada di dalam air (misalnya di kolam renang atau saat mandi)?
Faktanya, ini juga terjadi pada kaki kita. Kemudian setelah dibiarkan beberapa saat setelah keluar dari air, kulit kita akan kembali normal.
Meski hal ini tidak berbahaya, pastinya Anda penasaran kan? kenapa jari bisa keriput jika terlalu lama berada di dalam air? Mari simak ulasan berikut ini!
Kenapa Jari Keriput Saat Lama Berada di Air?
Kebanyakan orang mengalami jari keriput saat mandi, berenang atau mencuci piring dalam waktu yang cukup lama.
Intinya pada aktivitas yang berhubungan dengan air, apalagi jika air yang digunakan adalah air panas atau hangat.
Bagi kebanyakan orang, hal ini mungkin menjadi suatu fenomena yang aneh. Namun menurut para ahli, hal ini justru menunjukkan bahwa sebenarnya tubuh kita memiliki sensor yang baik. Itu berarti dapat melindungi tubuh ketika merasa bahwa ada bahaya yang akan mengancam.
Jari yang mengeriput terjadi saat sistem saraf mengirimkan informasi ke pembuluh darah agar menjadi lebih sempit. Kemudian pembuluh darah yang menyempit mengurangi volume ujung jari sedikit demi sedikit, sehingga lipatan kulit yang normal membentuk keriput.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tangan akan lebih mudah menggenggam benda dengan jari yang keriput.
Hal ini mungkin bisa menjadi suatu terobosan baru yang membuktikan bahwa manusia bisa beradaptasi dengan kondisi basah.
Tom Smulders, seorang ahli biologi evolusi di Newcastle University, Inggris berkata: "Jari-jari yang keriput dapat memberikan cengkeraman yang lebih kuat dalam kondisi basah,”
Tahukah Anda, selain karena berendam di air terlalu lama yang juga menjadi penyebab umum jari tangan keriput, beberapa masalah kesehatan berikut juga bisa menyebabkan jari keriput, lho.
1. Dehidrasi
Tanda-tanda dehidrasi paling sederhana bisa dilihat di kulit kita. Kulit di tangan akan terasa dingin, kering, dan keriput.
Cara yang sederhana adalah dengan mencoba mencubit kulit di punggung tangan kita. Jika bisa cepat kembali ke keadaan semula dengan cepat maka bisa tubuh terhidrasi dengan baik. Jika butuh waktu lama, maka tubuh sedang mengalami dehidrasi dan kita harus segera minum air.
2. Penyakit Raynaud
Penyakit Raynaud adalah penyakit yang disebabkan karena sangat sensitif terhadap udara dingin.
Kondisi ini memengaruhi pembuluh darah kecil yang memasok darah ke anggota tubuh, termasuk jari tangan dan kaki.
Gejala utama penyakit Raynaud adalah jari-jari menjadi putih atau biru karena kedinginan, mati rasa dan kesemutan.
Kerutan atau keriput juga bisa muncul di kulit di ujung jari. Penyakit ini biasanya dipicu oleh stres yang tinggi.
3. Eksim
Eksim adalah penyakit yang menyebabkan peradangan kulit, ruam, gatal, dan kemerahan.
Kondisi ini dapat membuat kulit menjadi kering dan menyebabkan kulit menjadi keriput. Ujung jari mungkin bisa terlihat menyusut.
4. Diabetes
Diabetes adalah penyakit di mana tubuh penderita tidak dapat mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Orang dengan diabetes lebih cenderung memiliki banyak masalah kulit.
Masalah kulit yang mungkin terjadi termasuk infeksi bakteri dan infeksi jamur.
Infeksi bakteri dan jamur dapat mempengaruhi kulit di sekitar kuku dan sela-sela jari, sehingga menyebabkan jari keriput. Selain keriput, kondisi ini kerap menyebabkan kulit kemerahan dan bengkak.
Itu dia beberapa penyebab timbulnya keriput pada kulit jari, mulai dari penyebab yang ringan hingga penyebab yang menunjukkan suatu kondisi medis. Jika Anda mengalami kulit keriput karena salah satu kondisi di atas, segera temui dokter.
Self Diagnosis, Kebiasaan Mendiagnosis Diri Sendiri yang Bisa Berbahaya
Pernahkah Anda merasa tidak enak badan dan mengeluhkannya kepada teman-teman di sekitar Anda? Teman Anda dengan gejala yang sama akan segera memberi tahu Anda bagaimana cara menangani keluhannya yang berhasil ia lakukan sebelumnya. Anda langsung percaya dan menerima sarannya. Perhatikan bahwa ini adalah fenomena diagnosis diri (self diagnosis).
Teman, anggota keluarga, dan pengalaman penyakit masa lalu sering dijadikan acuan untuk “pengobatan diri sendiri”. Gejala serupa membuat kita merasa bahwa kita tahu cara mengobatinya. Belum lagi saat membaca artikel-artikel kesehatan yang tidak kredibel. Bukan sembuh, mendiagnosis diri sendiri justru akan memperburuk kesehatan Anda.
Apa itu self diagnosis?
Self diagnosis adalah upaya untuk mendiagnosis diri Anda sendiri berdasarkan informasi yang Anda dapatkan secara mandiri, misalnya dari teman atau anggota keluarga, serta bahkan pengalaman penyakit masa lalu Anda.
Faktanya, diagnosis hanya boleh ditetapkan oleh para tenaga medis profesional. Pasalnya, proses memperoleh diagnosis yang tepat sangatlah sulit.
Ketika Anda berkonsultasi, dokter Anda akan menetapkan diagnosis. Diagnosis ditentukan berdasarkan gejala, keluhan, riwayat kesehatan, dan faktor lain yang Anda alami.
Dua orang dokter bahkan bisa membuat diagnosa berbeda pada pasien yang sama.
Saat mendiagnosis diri sendiri, Anda akan menyimpulkan masalah kesehatan fisik atau mental (psikologis) berdasarkan informasi Anda miliki sendiri.
Padahal, tenaga medis profesional saja perlu mendalami seluk beluk suatu masalah kesehatan sebelum menetapkan diagnosis Anda.
Anda bahkan mungkin memerlukan pemeriksaan lanjutan karena untuk menyimpulkan suatu penyakit tidak bisa begitu saja.
Selain lingkungan sekitar, kemajuan teknologi juga turut andil dalam fenomena seperti ini. Misalnya, setelah mendengar masukan dari teman, Anda akan mencarinya di Internet. Sayangnya, sumber yang dijadikan rujukan justru bukanlah sumber terpercaya yang telah disepakati oleh dokter.
Faktanya, sebuah studi di tahun 2013 menemukan bahwa hanya setengah dari orang-orang yang mencari informasi tentang kondisi kesehatan mereka yang benar-benar berkonsultasi dengan dokter.
Padahal, Anda tetap harus ke dokter untuk memastikan kondisi Anda. Informasi tadi harus digunakan sebagai bekal untuk mengajukan pertanyaan kepada dokter.
Mengapa self diagnosis berbahaya?
Seperti yang sudah disampaikan di atas bahwa self diagnosis itu berbahaya. Berikut beberapa bahaya nyata yang dapat timbul terkait perilaku mendiagnosis diri sendiri, di antaranya:
1. Terjadinya kesalahan dalam diagnosis
Beberapa masalah kesehatan mungkin memiliki gejala yang serupa. Misalnya, Anda mungkin sering batuk. Batuk bisa jadi pertanda berbagai gangguan kesehatan, antara lain flu, gangguan di saluran napas, bahkan gangguan asam lambung.
Jika Anda tidak pergi ke dokter dan memutuskan untuk menebak apa yang terjadi pada Anda, bisa jadi perkiraan Anda tersebut meleset dari yang sebenarnya. Akibatnya, Anda tidak akan mendapatkan pengobatan yang tepat.
2. Terjadinya gangguan kesehatan yang lebih serius yang tidak terdeteksi
Gejala psikologis yang Anda alami mungkin disebabkan oleh masalah kesehatan fisik.
Misalnya, jika Anda mengira itu gangguan panik, itu mungkin disebabkan oleh detak jantung tidak beraturan (aritmia) atau masalah pada kelenjar tiroid.
Dalam kasus lain, tumor otak dapat memengaruhi bagian otak yang mengatur suasana hati atau emosi dan kepribadian.
Orang yang melakukan self diagnosis mungkin mengira bahwa mereka sedang mengalami gangguan kepribadian, padahal ada tumor berbahaya yang bersarang di otaknya.
3. Terjadinya salah minum obat
Jika Anda menetapkan diagnosis yang salah, pengobatannya juga mungkin akan salah.
Risiko terhadap kesehatan pun akan bertambah besar jika Anda mengonsumsi obat secara asal atau menjalani metode pengobatan yang tidak direkomendasikan secara medis.
Meskipun beberapa obat mungkin tidak berbahaya, namun meminum obat yang salah tidak akan menyembuhkan keluhan yang Anda alami.
Misalnya, jika penyebab gejala depresinya adalah tumor pada otak, maka obat antidepresan tidak akan dapat mengatasi gejala tersebut.
4. Memicu gangguan kesehatan yang lebih parah
Self diagnosis terkadang dapat menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan yang sebenarnya tidak Anda alami.
Sebagai contoh, Anda saat ini menderita insomnia atau stres berkepanjangan. Masalah sebenarnya bukanlah gangguan mental seperti depresi.
Namun, semua informasi yang Anda dapatkan dari sekitar, selain dokter menyatakan bahwa insomnia dan stres yang Anda alami menandakan masalah depresi dan gangguan tidur.
Jika Anda terus merasa khawatir, Anda berisiko mengalami depresi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Perilaku mendiagnosis diri sendiri tidak hanya menyesatkan dan menimbulkan kekeliruan, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan.
Jika tidak disikapi dengan bijak, informasi kesehatan yang semestinya bermanfaat justru bisa menimbulkan terlalu banyak kekhawatiran.
Saat mengalami gejala suatu penyakit, yang perlu Anda lakukan hanyalah berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
Hindari self diagnosis dan komunikasikan semua kekhawatiran yang Anda rasakan agar dokter dapat menentukan diagnosis dengan benar dan tepat.
Apa Saja yang Dapat Membatalkan Ibadah Puasa?
Apakah Anda sudah siap berpuasa selama sebulan penuh? Selain harus banyak melaksanakan ibadah, Anda juga harus menekan emosi dan lebih pengertian, karena puasa Ramadhan tentunya merupakan ladang amal untuk Anda.
Anda akan merasakan hikmah puasa wajib setiap tahun. Marilah kita mengingat hal-hal yang dapat membatalkan ibadah puasa dan hal-hal makruh lainnya yang mungkin dapat membatalkan puasa. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat membatalkan puasa:
1. Gosok gigi saat puasa
Hukum gosok gigi saat puasa sebenarnya masih menjadi kontroversi, karena setiap ulama dan ustadz memiliki pemikiran yang berbeda. Selama puasa Ramadhan, bau mulut menjadi masalah utama yang akan Anda hadapi. Beberapa ulama mengatakan bahwa menggosok gigi saat berpuasa merupakan hal yang makruh dan dapat membatalkan puasa, apalagi jika dilakukan setelah waktu dzuhur.
2. Mencicipi masakan saat puasa Ramadhan
Bunda pasti merasakan hal demikian, saat memasak harus mencicipi rasa makanannya. Mencicipi masakan saat puasa Ramadhan dapat menjadi hal yang membatalkan puasa. Apalagi jika Anda mencicipi dengan sengaja karena tidak yakin dengan rasanya. Jika Anda melakukan ini dengan sengaja, banyak ulama mengatakan bahwa hukumnya makruh.
3. Berkumur saat puasa
Sama seperti menggosok gigi saat berpuasa, berkumur saat berpuasa juga dapat membatalkan puasa. Apalagi jika Anda dengan sengaja berkumur, tentu saja dapat membuat puasa Anda tidak sah. Sebagaimana kita ketahui bersama, salah satu tujuan puasa bukanlah tidak makan dan tidak minum. Sedangkan kalau kamu berkumur dengan cara berlebihan kamu bisa saja tidak sengaja meminum airnya. Makanya banyak orang yang tidak melakukan kumur saat wudhu di bulan Ramadhan.
4. Muntah dengan sengaja
Tidak hanya makan dan minum saja yang dapat membatalkan puasa. Muntah juga dapat membatalkan puasa, terutama dalam kasus muntah yang disengaja. Namun, jika Anda tidak sengaja muntah karena sakit, Anda dapat terus melanjutkan puasa.
5. Merokok saat puasa
Hal ini masih dipertanyakan oleh banyak orang, karena merokok merupakan salah satu penyebab puasa batal. Walaupun tidak makan atau minum, merokok akan membuat Anda batal puasa. Tidak hanya di bulan puasa Ramadhan saja, namun saat menjalankan puasa lainnya, merokok tetap akan membatalkan puasa Anda.
6. Ejakulasi
Jika Anda sudah menikah lalu berhubungan seks, jelas Anda telah membatalkan puasa Anda. Namun saat pelukan dan ciuman, banyak orang masih mempertanyakan hukumnya. Pelukan dan ciuman mungkin tidak membatalkan puasa Anda, tetapi sebaiknya dihindari karena Anda bisa saja mengalami ejakulasi. Bahkan jika Anda memiliki pikiran yang aneh-aneh pun dapat membatalkan puasa kalau Anda sampai mengalami ejakulasi.
7. Berenang
Pasti banyak orang yang bertanya-tanya apakah mereka boleh berenang saat berpuasa. Sebenarnya, diperbolehkan untuk berenang selama bulan puasa, tetapi harap pastikan tidak ada air yang masuk ke tubuh Anda. Hal ini tentunya akan membatalkan puasa tanpa sepengetahuan Anda, jadi sebaiknya Anda berenang setelah berbuka puasa.
8. Menstruasi
Menstruasi atau haid merupakan aktivitas rutin yang dialami wanita setiap bulan. Selama Ramadhan, wanita yang sedang haid dilarang untuk berpuasa, bahkan diharamkan untuk berpuasa. Oleh karena itu, walaupun sudah sahur dan menjalankan ibadah puasa lalu tiba-tiba darah haid keluar secara tiba-tiba, maka puasanya akan langsung batal.
9. Berhubungan seksual
Selain ejakulasi yang dialami pria, berhubungan badan (seks) di siang hari selama Ramadhan juga merupakan hal yang membatalkan puasa bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. Sebab, hal ini melanggar tujuan utama berpuasa, yaitu menahan hawa nafsu. Oleh karena itu puasanya segera dibatalkan dan harus diganti.
10. Emosi yang berlebihan
Puasa berarti menahan hawa nafsu, dari terbit hingga terbenamnya matahari. Selain hawa nafsu, kita juga perlu menahan emosi saat berpuasa. Jika seseorang berpuasa tanpa disadari mengeluarkan emosi secara berlebihan, maka puasanya batal. Kalaupun sebagian orang tetap berpuasa, nyatanya mereka hanya bisa menahan lapar dan haus tanpa mendapatkan pahala berpuasa.
Kamu sudah tahu kan apa saja yang akan membatalkan puasamu, semoga puasa tahun ini berjalan lancar. Semoga tahun ini juga bisa mendapatkan hikmah dari puasa wajib selama satu bulan penuh. Selain niat berpuasa, mari kita lebih banyak beribadah!
Inilah Bahayanya Mendiagnosis Kesehatan Mental Sendiri dengan Mengandalkan Internet
Di era informasi yang mengalir dengan begitu cepat, semakin banyak orang yang memiliki Hasrat tinggi untuk mencari tahu sendiri apa yang terjadi pada diri mereka.
Seperti ketika seseorang merasakan ketidaknyamanan pada salah satu bagian tubuhnya, dia segera menggunakan mesin pencari untuk mencari tahu penyakit mana yang mungkin cocok dengan gejala yang dialaminya.
Seperti halnya dengan kesehatan mental, ada banyak tes yang mengklaim dapat mendiagnosis kondisi mental seseorang.
Hal ini tentu akan memancing banyak orang untuk segera mencari jawaban instan atas kondisi mental yang mereka alami tanpa harus berkonsultasi dengan ahlinya. Faktanya, melakukan diagnosis Anda sendiri akan berdampak buruk lho. Mari kita lihat bahaya mendiagnosis kesehatan mental sendiri!
Bahaya Mendiagnosis Kesehatan Mental Sendiri
Srini Pillay, M.D., Asisten Profesor Klinis di Harvard Medical School mengatakan bahwa tidak dianjurkan untuk mendiagnosis kesehatan mental sendiri.
Dia mengutip "Psychology Today" yang mengatakan: "Ketika seseorang melakukan diagnosis sendiri, dia pada dasarnya mengasumsikan bahwa dirinya mengetahui seluk-beluk tentang diagnosis itu,"
Menurut Srini, ini bisa sangat berbahaya, karena orang bisa mengira bahwa mereka punya kemampuan menebak apa yang sedang terjadi dengan diri mereka sendiri.
Faktanya, mungkin gejala dan diagnosis yang mereka pahami sebenarnya bisa kurang sesuai dengan gangguan mental yang sebenarnya.
Misalnya, orang dengan perubahan suasana hati sering berpikir bahwa mereka mengalami gangguan bipolar (manic-depression).
Namun, perubahan suasana hati adalah gejala yang dapat terjadi dalam berbagai situasi klinis yang berbeda. Misalnya, borderline personality disorder atau depresi berat yang jadi dua contoh diagnosis lainnya.
"Kita dapat mengetahui dan melihat diri kita sendiri, tetapi kadang-kadang, kita membutuhkan cermin untuk melihat diri kita lebih jelas. Dokter adalah cermin itu. Dengan mendiagnosis kesehatan mental sendiri, Anda mungkin kehilangan sesuatu yang tidak dapat Anda lihat," jelas Srini.
Mendiagnosis Kesehatan Mental Seperti Spektrum Warna
Pada satu jenis gangguan mental, ini mungkin memiliki gejala yang juga ada pada gangguan mental lainnya. Oleh karena itu, menemukan diagnosis yang tepat pun bukan sekadar layaknya check-list semata.
Randy Withers, LPC, Penasihat Profesional Berlisensi, mengatakan "Diagnosis lebih dari sekadar daftar gejala, dan mendiagnosis orang itu sulit. Bahkan dokter dan profesional kesehatan lain bisa mengacaukannya."
"Jika Anda tidak memiliki pelatihan dan pengalaman yang tepat, mengapa Anda mau melakukannya? Saya mengerti bahwa orang-orang ingin tahu, tetapi penyakit mental bukanlah hobi," tegasnya.
Lebih lanjut, Randy mengatakan bahwa alasan utama mengapa diagnosis gangguan mental itu sulit karena semua gangguan mental ada pada spektrum.
"Pikirkan pelangi, dan semua warna yang mungkin Anda lihat. Itu spektrum. Jadi, seperti itu gambaran tentang gangguan mental yang ada," ungkapnya.
Melakukan diagnosis sendiri juga merupakan masalah ketika seseorang berada dalam rasa penolakan tentang gejala-gejala yang dimiliki.
"Anda mungkin menganggap terjadinya nyeri tubuh ketika suasana hati sedang memburuk, dan dokter memilih melakukan tes EKG untuk nyeri dada, dan terungkap adanya kemungkinan penyakit arteri koroner. Anda mungkin berusaha menghindari nyeri dada atau meminimalkannya," jelas Srini.
Mendiagnosis kesehatan mental sendiri dapat memiliki dampak negatif yang luar biasa pada pasien. Oleh karena itu, meski bermanfaat dan informatif, sebaiknya selalu diskusikan gejala gangguan mental yang Anda alami dengan psikolog, dokter, psikiater, dan pakar medis lainnya.
Penyebab dan Tanda Kepribadian Ganda yang Mudah Diketahui
Kepribadian ganda adalah sebuah situasi yang mungkin asing dan jarang terpikirkan oleh Anda.
“Bagaimana bisa seseorang memiliki kepribadian lebih dari satu?” Atau “Ah, tidak mungkin! Akting doang mungkin dia!” bisa menjadi tanggapan dari seseorang yang tidak memahami perihal kondisi kepribadian ganda.
Pernahkah Anda menonton film "Split"? Film ini menceritakan mengenai seorang pria yang mempunyai 23 kepribadian dalam dirinya. Wow! 23 kepribadian pasti tidak sedikit kan? Tapi sebenarnya, apakah ada penyakit seperti itu?
Seperti dilansir dari Mayo Clinic, Dissociative Identity Disorder (DID) atau kepribadian ganda adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda antara satu dengan lainnya.
Tidak hanya itu, kepribadian ganda juga akan mengalami hambatan ingatan dan kesadaran.
Seseorang mungkin memiliki kondisi kepribadian ganda atau memiliki kondisi kepribadian ganda adalah trauma pada masa kecil. Peristiwa masa kecil yang menyakitkan dan terulang berkali-kali dapat membuat seseorang menderita kondisi ini.
Berbagai bentuk trauma yang terjadi seperti kekerasan fisik atau emosional yang berlangsung dalam waktu lama dan terjadi berulang kali merupakan akar dari kepribadian ganda. Mari kita pelajari lebih lanjut tentang penyebab kepribadian ganda!
Penyebab Kepribadian Ganda
Seperti yang telah dijelaskan sedikit di atas, penyebab kepribadian ganda adalah trauma yang disebabkan oleh kekerasan yang berulang-ulang atau bahkan dalam jangka waktu yang panjang yang diterima oleh korban selama masa kanak-kanak.
Pengalaman traumatis yang dapat menyebabkan kepribadian ganda adalah;
- Penganiayaan atau penyiksaan
- Pelecehan secara fisik atau emosional
- Peperangan
- Cara mengasuh orang tua yang membuat anak merasa sangat ketakutan
- Bencana alam
Secara lebih mendalam, Cleveland clinic menjelaskan bahwa 90% kasus kepribadian ganda memang terjadi karena kekerasan. Namun pada kondisi tertentu seperti isolasi jangka panjang karena sakit atau kehilangan orang tua juga bisa menjadi penyebab kondisi kepribadian ganda pada seseorang.
Babak (episode) DID bisa terpancing karena beberapa faktor yang menurut sebagian orang mungkin adalah hal kecil. Kecelakaan lalu lintas, sakit atau stres bisa menjadi pemicu.
Apalagi bila hal-hal kecil tersebut mengingatkan si penderita pada trauma masa lalunya.
Tanda Kepribadian Ganda
Meski hal ini jarang terjadi di Indonesia, Anda dan pasangan perlu mewaspadai tanda-tanda ini! Berikut penjelasan tentang tanda seseorang yang memiliki kepribadian ganda.
1. Amnesia
Salah satu tanda kepribadian ganda adalah amnesia. Mereka tidak dapat mengingat dengan jelas waktu, kegiatan, orang, dan informasi yang dikomunikasikan kepada mereka.
Orang dengan penyakit ini tidak akan tahu waktu yang sedang berjalan karena mereka tidak ingat apa yang sedang mereka lakukan. Hal ini bisa terjadi ketika kepribadian utama "tertidur" dan karakter lain mengambil alih.
2. Perasaan Terpisah dengan Perasaan yang Sedang Dirasakan
Meskipun tanda-tanda kepribadian ganda tersebut sulit untuk dijelaskan, umumnya pasien mengalami sakit pada fisik ketika mereka berpindah kepribadian. Sakit kepala yang sangat hebat yang biasanya terjadi.
Kemudian, sering ada tindakan yang terkadang mereka sendiri tidak ketahui atau sadari, dan perilaku yang berbeda tetapi sering kali berlawanan.
Untuk tanda seperti itu, biasanya hanya orang terdekat atau anggota keluarga penderita yang bisa menyadarinya.
Seperti apa yang dikatakan oleh Lawrence J. Peacock, MD, psikiater di West Harford. "Kepribadian yang satu bisa lebih bahagia, sedangkan kepribadian yang satunya lagi penuh dengan penderitaan. Kepribadian satu menempatkan diri sebagai korban, kepribadian lainnya menganggap dirinya pahlawan,"
3. Sering Merasa Orang-orang atau Hal yang Dirasakan Saat Ini Tidak Nyata
Akibat perubahan kepribadian, penderita penyakit ini sering kali merasa bahwa kehidupan di sekitar mereka bahkan orang yang diajak bicara tidak nyata.
Mereka juga sering mengalami halusinasi, seperti mendengar suara atau melihat sesuatu hal-hal yang tidak nyata. Hal ini dapat terjadi meskipun pasien sedang tidak berada di bawah pengaruh obat-obatan atau alkohol sekalipun.
4. Tidak Tahu Identitas Diri Sendiri
Orang dengan kepribadian ganda sering merasa sulit untuk mengidentifikasi diri mereka sendiri. Mereka telah melupakan jati diri dan identitas mereka yang sebenarnya.
Mereka sering merasa bingung, tiba-tiba sudah berada di tempat yang berbeda dari tempat mereka pertama kali ingat, tiba-tiba terluka yang mereka sendiri tidak ingat mengapa luka itu bisa muncul.
Inilah yang terkadang membuat mereka lupa diri. Dalam kasus terburuk, kepribadian utamanya yang mana adalah dirinya sendiri bisa hilang tertutup oleh perubahan diri (alter ego) lainnya.
5. Sering Merasa Depresi
Gejolak internal yang terjadi dapat menyebabkan stres yang berkepanjangan dan berujung menyebabkan depresi.
Tanda kepribadian ganda ini membuat mereka paranoid tentang hal-hal yang bahkan mereka tidak mengetahui penyebabnya.
Oleh karena itu, rata-rata penderita kepribadian ganda selalu berusaha untuk bunuh diri, atau setidaknya memiliki pikiran untuk bunuh diri.
6. Tidak Dapat Mengontrol Emosi
Salah satu ciri kepribadian ganda adalah mereka tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas.
Hal ini mungkin terjadi karena alter ego (istilah psikologis yang menyebut pada kepribadian lain) marah terhadap kepribadian utama yang dianggap tidak dapat menyelesaikan masalah begitu pula sebaliknya.
Pribadi utama mungkin juga marah pada alter ego karena mungkin mengambil tindakan negatif. Hal ini membuat orang dengan kepribadian ganda sering kali emosional dan meledak-ledak. Karena gejolak batin yang menimpanya.
Banyak orang yang menderita penyakit ini, mereka memiliki alter ego yang dapat dan tega menyakiti orang lain.
Hal ini terjadi karena rasa takut berlebihan akan hal yang tidak jelas sehingga dirinya waspada dan membentuk alter ego yang cenderung negatif.
7. Sering Mendapat Masalah dengan Orang Lain
Orang dengan kepribadian ganda sering kali mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas, tidak dapat bekerja seperti orang normal, dan kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain karena gangguan yang mereka alami.
Orang lain yang melihat penderita juga akan mengira mereka gila. Karena penderita terlihat sering berbicara sendiri, plin-plan dan berubah-ubah.
Itulah beberapa tanda yang mudah dideteksi dari beberapa ciri kepribadian ganda. Jika Anda merasakan atau melihat keluarga sedang mengalami serangkaian hal yang disebutkan di atas, sebaiknya segera mencari bantuan profesional untuk mengetahui cara menghadapi hal tersebut. Dan untuk berikutnya akan kami informasikan mengenai cara merawat orang dengan kepribadian ganda.
Jenis-Jenis Tes Laboratorium dan Fungsinya untuk Ibu Hamil
Apa saja jenis dan fungsi pemeriksaan laboratorium yang dilakukan pada ibu hamil selama kehamilan?
Wanita hamil harus menjalani setidaknya 4 tes laboratorium selama kehamilan. Bagi Anda yang baru pertama kali hamil, masa-masa itu merupakan masa terpenting dalam hidup.
Selama hamil, semuanya harus dikontrol, termasuk kesehatan ibu dan anak yang sedang berada dalam kandungan.
Selama masa kehamilan tubuh wanita akan banyak mengalami perubahan, kemudian membutuhkan peran dokter untuk memantau kesehatan ibu dan janinnya melalui berbagai tes. Nah, tes laboratorium untuk ibu hamil ini sangatlah penting.
Berbagai tes laboratorium untuk ibu hamil
Menurut laporan American Academy of Family Physicians, Anda akan menerima serangkaian tes laboratorium untuk wanita hamil sebagai bagian dari perawatan prenatal.
Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan laboratorium yang sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan.
1. Tes Darah
Pengambilan sampel darah merupakan salah satu rangkaian pemeriksaan laboratorium yang dilakukan pada ibu hamil, pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui kesehatan ibu dan mendeteksi adanya kelainan pada janin.
Dilansir dari Family Doctor, bahwa wanita hamil akan mengikuti tes ini pada kunjungan pertama untuk memeriksa golongan darah dan tekanan darah.
Golongan darah ini terdiri dari 4 golongan yaitu A, B, AB atau O. Mengapa pemeriksaan ini perlu?
Mengetahui golongan darah dapat membantu melakukan transfusi darah apabila sewaktu-waktu terjadi pendarahan hebat selama masa kehamilan atau kelahiran. Karena itu, mohon jangan anggap remeh tes laboratorium untuk ibu hamil ini!
Jika resus ibu berbeda dengan janinnya, maka ibu akan disuntik imunoglobulin untuk mencegah pembentukan antibodi yang dapat menyerang darah janin.
Tes laboratorium ini biasanya dilakukan pada ibu hamil selama trimester pertama kehamilan.
2. Periksa Kadar Gula Darah
Tes laboratorium selama kehamilan ini dirancang untuk mengetahui kadar gula darah ibu hamil, yang biasanya dilakukan antara 24 dan 28 minggu usia kehamilan.
Jika Anda berisiko tinggi terkena diabetes karena faktor genetik atau pola makan, Anda perlu melakukan tes ini pada trimester pertama.
Apabila hasilnya positif, maka hasilnya akan ikut meningkatkan risiko sehingga mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Karena itu, tes ini akan membantu Anda menjalani hidup sehat selama kehamilan.
3. Periksa Infeksi
Dari tes darah pada trimester pertama, Anda juga bisa mengetahui apakah Anda mengalami infeksi yang dapat mempengaruhi ibu dan bayi dalam kandungan.
Jenis tes laboratorium untuk ibu hamil ini juga dapat memberi tahu jika Anda mengidap penyakit tertentu, termasuk penyakit menular seksual, seperti HIV atau hepatitis B.
Biasanya yang diperiksa dalam tes laboratorium kehamilan adalah hepatitis B, hepatitis C, HIV, rubella, dan sipilis.
Jika ibu hamil mengidap HIV, perawatan medis akan diberikan untuk mengurangi risiko penularan HIV ke janin.
4. Tes Hemoglobin
Anemia merupakan suatu kondisi yang sering terjadi pada ibu hamil. Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan volume darah.
Risiko anemia membuat Anda cepat lelah, dan lebih fatalnya lagi bisa berisiko pendarahan akibat kekurangan zat besi saat hamil atau melahirkan.
Jadi Anda sudah tahu pentingnya pemeriksaan laboratorium selama kehamilan, bukan? Oleh karena itu, wajar bila semua proses harus diselesaikan demi kesehatan ibu dan bayi yang berada di kandungan.
Manfaat Tes Laboratorium untuk Ibu Hamil
Saat hamil, inilah masa paling rawan bagi wanita. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan dan penjagaan demi kesehatan ibu dan janin.
Selain memberikan asupan gizi yang seimbang, ibu hamil juga harus menjalani pemeriksaan laboratorium. Berikut manfaat pemeriksaan laboratorium bagi ibu hamil;
1. Mengantisipasi Kemungkinan Terburuk
Ketika seorang wanita hamil, tubuhnya mengalami banyak perubahan. Hal ini juga terjadi pada janin yang sedang dikandung.
Pengujian laboratorium pada ibu hamil dapat membantu mencegah gangguan obesitas, pre-eklamsia dan penyakit kehamilan lainnya yang mungkin mengganggu ibu hamil dan janin.
2. Persiapan Masa Kehamilan, Persalinan dan Menyusui
Untuk mempersiapkan kehamilan, persalinan dan menyusui secara lebih detail, tentunya perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil.
Mengetahui risiko genetik yang akan diturunkan pada janin agar kita dapat melakukan tindakan pencegahan yang tepat untuk memahami kesehatan ibu hamil dan janin secara keseluruhan.
3. Mencegah Keguguran
Kehilangan janin yang sedang dikandung menjadi hal yang paling ditakuti oleh calon ibu dan ayah.
Pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil dapat meminimalkan kemungkinan janin keguguran, cacat janin dalam semenjak di dalam kandungan, mengetahui kalau bayi meninggal di dalam kandungan, dan lain sebagainya.
Biasanya, tiga tes laboratorium akan dilakukan selama trimester pertama, kedua dan ketiga kehamilan.
Gejala Berbahaya untuk Ibu Hamil
Selain melakukan pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil, Anda juga harus mewaspadai gejala yang dapat membahayakan ibu hamil dan janinnya. Perlu memperhatikan berbagai gejala dan perlu segera memeriksakan diri ke dokter.
Gejala yang berbahaya tersebut adalah;
- Pendarahan pada vagina
- Muntah terlalu sering
- Pecah ketuban
- Kontraksi atau nyeri perut yang teramat sangat
- Nyeri kepala hebat dan tak kunjung sembuh
- Tekanan darah tinggi
- Kejang
- Tidak merasakan pergerakan janin
Meski saat ini kita sedang dalam situasi pandemi atau COVID-19, Anda harus tetap melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk menjaga kesehatan Anda dan janin yang ada di dalam kandungan.
Untuk menghindari virus COVID-19 saat Anda memeriksakan diri ke dokter atau bidan, silakan coba buat janji dengan dokter kandungan atau bidan secara online, atau kirim pesan singkat terlebih dahulu.
Hal ini berguna agar Anda bisa datang pada waktu yang ditentukan daripada harus menunggu lama di rumah sakit.
Semakin lama Anda berada di rumah sakit, semakin besar kemungkinan Anda terpapar virus corona.
Jangan lupa untuk selalu menggunakan masker dan siapkan hand sanitizer pada saat melakukan pemeriksaan ya! Penting juga untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan physical distancing atau menjaga jarak.
Nah, bagaimana dengan informasi tentang pemeriksaan laboratorium untuk ibu hamil yang sudah banyak dibahas? Jika kamu memiliki berbagai pertanyaan terkait topik yang sedang dibahas, jangan lupa tulis di kolom komentar ya!
Yuk, terus terapkan protokol kesehatan yang direkomendasikan pemerintah agar Anda dan janin tetap sehat!





















































