Tips Mengatur Pola Makan Sehat Saat Menyantap Hidangan Lebaran

Tips Mengatur Pola Makan Sehat Saat Menyantap Hidangan Lebaran


Menjelang Idul Fitri, Anda mungkin sudah menyiapkan bahan-bahan untuk memasak makanan khas Lebaran. Seperti sayur ketupat, rendang, sambal ati goreng dan lain sebagainya.


Sebagian besar makanan tersebut mengandung banyak minyak dan lemak. Belum lagi dengan makanan manis seperti kue-kue kering dan minuman manis yang menyegarkan.


Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi makanan bersantan pada saat Lebaran agar tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.


Untuk itu, mari kita simak mengenai batasan konsumsi makanan saat Lebaran yang cukup dan tidak berlebihan berikut ini.


Batasan Porsi Makan yang Sehat saat Lebaran



Dijelaskan oleh dr. David Fadjar Putra, MS, Sp. GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah-Pondok Indah bahwa: “Pedoman diet sehat adalah 50-60 persen kalori berasal dari karbohidrat, 15-20 persen kalori berasal dari protein, sisanya 20-35 persen berasal dari lemak.” 


Ia menambahkan, "Pada orang dewasa dengan kebutuhan 1800 kalori per hari maka jumlah lemak yang boleh dikonsumsi adalah 360-630 kalori, setara dengan 7-12 sendok teh minyak/mentega. Sedangkan gula diperbolehkan 5% kalori, berarti 90% kalori atau setara 2 sendok makan per hari."


Namun, harus Anda ingat bahwa gula sudah terdapat dalam berbagai jenis makanan lain seperti biskuit, kue, kue kering, dan sebagainya.


Oleh karena itu, dokter David mengingatkan sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi hidangan berlemak dan serba manis saat Lebaran. Asupan kalori berlebih menyebabkan berat badan dan risiko penyakit metabolik.


Tips Makan Saat Lebaran Agar Tidak Berlebihan



Jika Anda merasa perlu mengetahui tips makan saat Lebaran agar tidak berlebihan. Berikut ini adalah caranya dikutip dari Summer Tomato.


1. Gunakan Piring yang Lebih Kecil

Makan sepiring penuh akan menandakan bahwa Anda sedang menyantap makanan utama dengan sebagian piring yang penuh, terlepas dari jumlah makanan yang sebenarnya.


Menggunakan piring yang lebih kecil adalah cara yang efektif untuk makan lebih sedikit tanpa disadari.


2. Gunakan Gelas yang Lebih Tinggi

Sama seperti makanan yang tampak terlihat lebih banyak di piring besar, ketinggiannya membuat segala sesuatunya terlihat lebih besar dari ukuran normal dan bahkan ketika volumenya sama.


Anda dapat mengurangi kalori pada minuman manis dengan memilih gelas yang lebih tinggi daripada yang lebih pendek dan gemuk.


3. Jauhkan Makanan Ringan dari Pandangan

Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih banyak orang makan ketika makanan berada di depan mata mereka.


Pada saat yang sama, sebaliknya, keinginan untuk makan akan berkurang jika seseorang harus berusaha ekstra untuk menggapainya.


Untuk menghindari makan camilan ekstra, jauhkan makanan dari pandangan, atau lebih baik keluar dari area tersebut. Di sisi lain, buatlah makanan sehat lebih mudah dijangkau, seperti potongan buah-buahan.


4. Kunyah dengan Seksama

Yang terbaik adalah mengunyah makanan benar-benar hancur sebelum menelannya, daripada mengunyah beberapa kali saja dan langsung menelannya. Mengunyah lebih sedikit bisa membuat Anda makan lebih banyak.


5. Jangan Makan di Depan TV

Bagi kebanyakan orang, gangguan makan ditandai dengan makan berlebihan. Biasanya, mereka akan membuat bagian terakhir film menjadi patokan makan sudah selesai.


Oleh karena itu, jangan sampai Anda terdiam di depan TV ya, atau terus menambah makanan hingga tayangan di TV selesai. Hal ini memungkinkan membuat Anda untuk makan lebih banyak makanan saat Lebaran.


Itu dia tahapan sehat makan saat Lebaran yang bisa Anda terapkan. Selamat Lebaran!

Apakah Onani dapat Membatalkan Puasa? Berikut Penjelasannya dari Ahli dan Ulama!

Apakah Onani dapat Membatalkan Puasa? Berikut Penjelasannya dari Ahli dan Ulama!


Ada beberapa hal yang dapat membuat puasa batal. Misalnya, makan dan minum yang disengaja, juga melakukan hubungan seksual di siang hari. Lalu, bagaimana dengan masturbasi atau onani? Apakah dapat membatalkan puasa?


Menurut Jama Pediatrics, masturbasi atau onani adalah ketika seseorang merangsang alat kelaminnya untuk mendapatkan kesenangan seksual, yang bisa menyebabkan orgasme atau tidak.


Melihat hal tersebut, maka perlu adanya pengungkapan pendapat berdasarkan pandangan Islam untuk menentukan apakah onani bisa membatalkan puasa atau tidak. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan kondisi puasa bagi seseorang serta status puasanya.


Apakah Onani Membatalkan Puasa?



Pada dasarnya, puasa adalah sarana untuk melindungi diri dari hawa nafsu. Ada beberapa hal yang disebutkan sebagai hal-hal yang membatalkan puasa sebenarnya berpusat pada pengendalian hawa nafsu.


Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-Muminun 5-7).


Salah satu sifat orang beriman adalah kemampuannya dalam melindungi kemaluan atau aurat. Mereka tidak menyalurkan syahwatnya kecuali hanya kepada istrinya. Allah SWT juga menegaskan bahwa orang yang menyalurkan Hasrat seksualnya atau syahwatnya kepada orang lain selain istrinya maka dia telah melampaui batas, dilansir Islampos.


Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman: “Puasa itu milik-Ku, Aku sendiri yang akan membalasnya. Orang yang puasa meninggalkan syahwatnya, makan-minumnya karena-Ku.” (HR Bukhari dan Muslim 1151).


Allah SWT menyebutkan bahwa sifat orang yang sedang berpuasa adalah meninggalkan makan, minum dan nafsu atau syahwat biologis. Oleh karena itu, siapa saja yang melakukan salah satu hal tersebut, tidak lagi disebut sedang berpuasa atau membatalkan puasanya.


Oleh karena itu, mengenai onani apakah membatalkan puasa atau tidak, jawabannya adalah batal puasanya. Jadi, orang tersebut tidak dapat melanjutkan puasa, bahkan berdosa hingga harus mengganti puasanya di lain hari.


Pandangan Ulama Mengenai Onani Saat Puasa



Ada beberapa pandangan dari para ahli dan ulama mengenai jawaban dari pertanyaan tentang apakah onani membatalkan puasa atau tidak. Di antaranya sebagai berikut:

  • Dr. Khalid Al-Muslih mengatakan: “Orang yang sengaja mengeluarkan mani dengan onani atau bercumbu, berarti tidak meninggalkan syahwatnya. Pendapat sebagian ulama bahwa hadis ini hanya berlaku untuk jimak adalah pendapat yang jelas tidak kuat, bagi orang yang merenungkannya."
  • Imam Ar-Rafii, salah satu ulama besar syafiiyah mengatakan: “Mani yang dikeluarkan dengan onani, membatalkan puasa. Karena jika hubungan intim tanpa terjadi keluar mani statusnya membatalkan puasa, maka onani dengan mencapai syahwat puncak lebih layak untuk membatalkan puasa.” (Syarh Al-Wajiz Ar-Rafii, 6/396),
  • Imam Ibnu Baz mengatakan pendapat yang sama. “Orang yang melakukan onani ketika Ramadan, dia wajib mengqadha puasanya. Dia harus bertaubat kepada Allah dan mengqadha puasanya. Karena pada hari itu dia membatalkan puasa dengan melakukan onani. Artinya, status dia sama dengan orang yang tidak puasa, meskipun dia tidak makan, tidak minum. Namun statusnya sama dengan orang yang tidak puasa, dan dia wajib qadha.
  • Musthofa Khan dan Musthafa al-Bugha menyebutkan: “Istimna’ (onani) adalah berusaha mengeluarkan mani secara langsung atau dengan tangan. Jika dilakukan secara sengaja oleh orang yang berpuasa, maka membatalkan puasa. Adapun jika tidak disengaja, maka tidak membatalkan puasa.” (kitab al-Fiqh al-Manhaji).
  • Syekh Abu Bakar Syatha menjelaskan: “Puasa itu batal sebab melakukan onani, yaitu berusaha mengeluarkan mani tanpa melalui jimak atau hubungan intim, baik onani yang haram, seperti mengeluarkan mani dengan cara menggerakkan kemaluan dengan tangannya sendiri, atau onani yang mubah, seperti meminta tolong istri melakukan onani dengan tangannya, atau menyentuh kulit seseorang yang membatalkan wudu bila persentuhannya tanpa penghalang.” (I’anatut Thalibin),
  • Zain bin Ibrahim bin Smith mengatakan: “Bahkan tidak hanya dengan tangan istri, jika kita sengaja membayangkan, berkhayal atau menonton sesuatu (video porno misalnya) dengan tujuan agar keluar mani, maka juga membatalkan puasa.” (al-Taqirat al-Sadidah).


Hukum Onani pada saat Berpuasa



Melihat dari keterangan para ulama di atas, selain menjawab tentang apakah onani membatalkan puasa atau tidak, juga menunjukkan beberapa hukum terkait hukum onani terutama yang berkaitan dengan status puasa seseorang.


Oleh karena itu, sudah selayaknya bulan Ramadan diisi dengan kegiatan yang positif dan mendatangkan pahala. Selain itu, bukan hanya menjauhi makan dan minum saja namun juga wajib menjauhi bahaya nafsu yang bisa berujung menghasilkan dosa bagi diri sendiri.


Jika berpuasa namun tetap melakukan perbuatan yang masuk dalam kategori maksiat seperti onani, maka puasanya tidak sempurna karena tidak menjaga hawa nafsu. Orang tersebut hanya akan mendapatkan lapar dan dahaga, dan tidak mendapatkan pahala serta amal yang dilakukan akan sia-sia.


Mengenai onani dan apa pengaruhnya terhadap puasa, terdapat berbagai pendapat yaitu:

1. Puasa Batal Dalam Kondisi Tertentu

Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 322) berkata: “Jika seseorang mencium atau melakukan penetrasi selain pada kemaluan istri dengan kemaluannya atau menyentuh istrinya dengan tangannya atau dengan cara semisal itu lalu keluar mani, maka batallah puasanya. Jika tidak, maka tidak batal."


Selain itu, menurut Syaikh Sayyid Sabiq: “Onani (mengeluarkan mani) sama saja baik sebabnya dikarenakan seorang lelaki mencium istrinya atau memeluknya ataupun dengan tangan, maka ini membatalkan puasa dan wajib baginya untuk mengqadha puasa.


2. Membatalkan Puasa dalam Semua Keadaan

Ejakulasi saat orgasme (puncak kenikmatan syahwat) adalah syahwat yang terlarang saat berpuasa dan membatalkan puasa, dengan cara apapun seseorang mencapainya. Meskipun memang benar bahwa jima’ (bersetubuh) itu sendiri membatalkan puasa, walaupun tanpa ejakulasi. (Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al-Fatawa (25/224).


Onani akan membatalkan puasa, baik keluar cairan atau tidak karena termasuk hawa nafsu yang memuncak sebagaimana ketika berhubungan intim. Dan perbuatan tersebut akan membuat amalan dari puasa hilang, sehingga orang yang melakukannya wajib mengganti puasanya di hari lain.


3. Menghilangkan Pahala Puasa

Hadis dari Yaziid bin Haaruun, dari Habiib, dari ‘Amru bin Harim, ia berkata: “Jaabir bin Zaid pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang memandang istrinya di bulan Ramadhaan, lalu ia keluar mani akibat syahwatnya tersebut, apakah batal puasanya? Ia berkata: “Tidak, hendaknya ia sempurnakan puasanya.” (HR Ibnu Abi Syaibah).


Pendapat selanjutnya ini tidak membatalkan puasa, namun tetap tidak mendapatkan pahala dalam ibadah. Tetapi pada pendapat ini tidak diwajibkan untuk mengganti puasa di hari yang lain. Namun, pendapat ini lemah, dan lebih kuat pendapat sebelumnya yang wajib mengganti puasa.


4. Dosa dan Tidak Dapat Kebaikan Puasa

Jika onani dilakukan secara sengaja dan sudah mengerti hukum, maka pelakunya akan berdosa dan batal puasanya. Dia wajib bertaubat kepada Allah SWT dan tidak disyariatkan mengganti puasanya menurut pendapat yang kuat.


Karena yang rajah/kuat tidak disyariatkan bagi yang meninggalkan puasa atau membatalkan puasanya secara sengaja untuk mengqadha, dan tidak ada dalil yang menunjukkan hal itu. Ini adalah pendapat Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al-Fatawa (25/225-226).


Penjelasan mengenai onani apakah membatalkan puasa ini berdasarkan sumber yang jelas. Oleh karena itu, alangkah lebih baik untuk ditinggalkan dan mencari amalan lain yang lebih berfaedah dan berpahala.

Vaksinasi COVID-19 Saat Puasa Ramadhan, Bikin Batal Nggak Sih?

Vaksinasi COVID-19 Saat Puasa Ramadhan, Bikin Batal Nggak Sih?


Pemerintah terus melakukan vaksinasi untuk mengatasi pandemi COVID-19. Namun tidak terasa. Bulan Ramadhan akan segera datang, tapi bagaimana dengan hukumnya vaksinasi COVID-19 saat puasa?


Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa yang menjelaskan tentang dilakukannya vaksinasi saat bulan puasa.


Untuk menghindari kabar yang salah atau bahkan hoax, simak penjelasannya lebih lanjut berikut ini.


Vaksinasi COVID-19 saat Puasa Tidak Membatalkan



Mengutip Instagram @muipusat yang menetapkan bahwa melakukan vaksinasi COVID-19 saat puasa bagi umat Islam, dengan injeksi intramuscular hukumnya boleh, selama tidak menyebabkan bahaya (dharar).


MUI juga menetapkan bahwa vaksinasi COVID-19 melalui injeksi intramuscular tidak akan membatalkan puasa. Perlu diperhatikan bahwa injeksi intramuscular adalah injeksi yang dilakukan dengan cara penyuntikan obat atau vaksin melalui otot.


Namun, di sisi lain, MUI merekomendasikan agar pemerintah untuk melakukan vaksinasi COVID-19 pada malam hari selama bulan Ramadhan bagi umat Islam yang berpuasa di siang hari dan dikhawatirkan akan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik.


Selain itu, MUI juga menyarankan agar umat Islam wajib mengikuti program vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah COVID-19.


Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Vaksinasi Saat Puasa


Hal yang perlu diperhatikan ketika vaksin covid-19

Karena tidak ada perbedaan pada proses vaksinasi selama puasa, maka tidak diperlukan persiapan khusus. Persiapannya tetap sama seperti vaksinasi di hari biasa, yaitu Anda harus memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum penyuntikan.


Namun selama Ramadan, umat Islam yang akan divaksinasi perlu memperhatikan dua hal: istirahat yang cukup dan sahur dengan makan makanan bergizi seimbang.


Apalagi puasa itu sendiri memberikan efek detoksifikasi, jadi sebenarnya puasa memberikan banyak manfaat, sehingga diharapkan masyarakat tidak khawatir dengan vaksin saat berpuasa.


Selain itu, juga tetap disiplin protokol kesehatan 3M: memakai masker dengan benar yang menutupi mulut dan hidung; menjaga jarak serta hindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Ini adalah kebiasaan baru yang harus dilakukan atau diterapkan setiap orang.


Hukum Tentang Swab Test Saat Puasa



Selain mengenai vaksin COVID-19 yang tidak membatalkan saat puasa, masyarakat mungkin juga bertanya tentang dilakukannya swab test. Mengingat proses pengambilan sampel yang masuk ke rongga hidung dan rongga mulut.


Namun, diketahui bahwa umat Islam yang ingin melakukan swab test juga tidak membatalkan puasa dan umat Islam yang sedang berpuasa dapat melakukan swab test untuk mendeteksi COVID-19.


Berdasarkan Fatwa MUI, swab test merupakan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi adanya material genetik dari sel, bakteri atau virus dengan cara mengambil sampel dahak, lendir atau cairan dari nasofaring dan orofaring.


Asalkan dilakukan sesuai ketentuan umum, maka dipercaya tidak membatalkan puasa.


Oleh karena itu, meskipun Anda sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, Anda tidak perlu ragu lagi untuk vaksin atau melakukan swab test ya!

7 Tips Rekomendasi Makanan Bernutrisi Agar Puasa Lebih Lancar

7 Tips Rekomendasi Makanan Bernutrisi Agar Puasa Lebih Lancar


Tidak terasa bulan Ramadhan yang kita rindukan akan kita jumpai hanya dalam waktu kurang dari sebulan. Tentunya, menyiapkan masakan sahur menjadi salah satu hal yang Anda tunggu-tunggu ya!


Namun, perlu Anda ketahui bahwa nutrisi pada makanan sahur juga perlu diperhatikan, lho. Nutrisi penting ini akan memberi tubuh energi yang cukup untuk menahan rasa lapar sepanjang hari.


Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja nutrisi dan jenis makanan sahur yang dibutuhkan oleh tubuh.


Simak penjelasan di bawah ini, ya! Agar makanan sahur nanti akan terasa lebih nikmat dan dapat memenuhi kebutuhan energi tubuh selama beraktivitas.


Rekomendasi Makanan Sahur Bernutrisi

Selama puasa satu bulan, kita akan mengalami perubahan pola makan, dua kali sehari yaitu waktu sahur dan waktu berbuka puasa. Hal ini akan menyebabkan tubuh kehilangan energi dan memperlambat kinerja organ tubuh manusia.


Banyak orang mengira bahwa meningkatkan porsi makanan sahur dapat membuat tubuh lebih kuat, padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar, lho.


Perlu ditekankan bahwa bukan pada porsinya, melainkan nutrisi dan gizi seimbang yang ada pada makanan sahur.


Untuk itu mari kita pelajari lebih lanjut mengenai nutrisi penting untuk makanan sahur nanti.


1. Perbanyak Minum Air Putih



Minum banyak air putih dan makan makanan sahur yang menghidrasi selama Ramadhan adalah salah satu hal yang perlu dilakukan.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk minum banyak air di antara buka puasa dan saat sahur. Suhu panas di siang hari membuat tubuh lebih banyak berkeringat, sehingga cairan tubuh akan hilang.


Penting untuk minum cairan setidaknya 10 gelas saat berbuka puasa ataupun sahur.


Anda juga dapat meningkatkan asupan air dengan mengonsumsi makanan sahur yang menghidrasi seperti buah semangka.


Coba tambahkan semangka ke dalam makanan sahur atau makanlah sebagai camilan manis setelah berbuka puasa.


Salad yang mengandung banyak mentimun dan tomat cukup untuk menghidrasi tubuh dan bisa dijadikan ide makanan sahur.


Harap diperhatikan agar menghindari minuman mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan kola, karena kafein dapat membuat beberapa orang lebih sering buang air kecil, yang dapat menyebabkan dehidrasi.


2. Buah Kurma



Siapa sangka, buah kurma tidak hanya bisa dimakan saat berbuka puasa, tapi juga dalam makanan sahur.


Menurut British Nutrition Foundation, buah kurma mengandung gula alami yang dapat menghasilkan energi pada tubuh. Serta kandungan mineralnya, kalium dan serat juga dapat membuat fungsi organ tubuh bekerja secara optimal.


Buah kurma mengandung tiga jenis zat gula, yaitu glukosa, sukrosa, dan fruktosa.


Glukosa berfungsi untuk meningkatkan kadar gula dalam darah, serta fungsi fruktosa dan sukrosa dapat menjaganya agar tetap stabil.


Anda bisa menyelipkan paling tidak dua butir buah kurma untuk sahur maupun saat berbuka puasa.


Selain kurma, jenis makanan sahur lainnya agar kuat berpuasa yakni aprikot, buah ara dan kismis, yang menyediakan serat dan nutrisi.


3. Biji-bijian



Biji-bijian kaya akan serat, yang membantu sistem pencernaan dan membersihkan bakteri jahat dari dalam usus.


Ini bisa menjadi ide makanan sahur agar kuat puasa dan perut terasa kenyang lebih lama. Protein dalam biji-bijian juga penting untuk memperbaiki dan membangun jaringan tubuh.


Tubuh membutuhkan protein agar kuat puasa selama sehari penuh.


Anda bisa memilih kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, serta kacang polong sebagai ide makanan sahur dengan biji-bijian.


Selain itu biji-bijian juga mengandung vitamin B yang dapat membuat tubuh lebih berenergi dan meningkatkan metabolisme tubuh.


4. Buah dan Sayur



Jenis makanan untuk sahur selanjutnya adalah mengonsumsi buah dan sayur.


Ini menjadi nutrisi penting yang wajib ada di makanan sahur.


Disebut dalam Better Health Channel bahwa buah dan sayur mengandung banyak vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Ini termasuk vitamin A (beta-karoten), C dan E, magnesium, seng, fosfor dan asam folat.


Asam folat dapat menurunkan kadar homosistein dalam darah, yaitu zat yang dapat menjadi faktor risiko penyakit jantung koroner.


Pilih sayuran dengan kadar air tinggi. Misalnya memasak sayuran menjadi sebuah sup. Tapi perlu diingat, jangan mengonsumsi buah yang rasanya terlalu asam saat perut masih dalam keadaan kosong.


5. Karbohidrat



Hidangan yang tepat untuk mengisi makanan sahur nanti adalah makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi seperti roti atau nasi.


Makanan dengan karbohidrat yang tinggi bisa menjadi bekal energi ketika berpuasa sekitar 9-10 jam dalam sehari.


Selain nasi, makanan yang kaya karbohidrat (seperti pasta) juga bisa menjadi pilihan alternatif makanan sahur agar kuat berpuasa seharian penuh.


Karbohidrat memiliki beberapa fungsi utama di dalam tubuh. Selain sebagai energi, karbohidrat juga merupakan sumber utama bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan energi otak.


Serat adalah jenis karbohidrat khusus yang bisa membantu meningkatkan kesehatan sistem pencernaan dan mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.


Jadi, Anda lebih memilih makan nasi, pasta atau roti untuk menu makanan sahur nanti ?


6. Daging Ayam



Daging ayam merupakan sumber penting protein rendah lemak yang bagus untuk makanan sahur selama Ramadhan. Protein digunakan dalam proses metabolisme untuk menghasilkan energi.


Sepotong ayam dan beberapa sayuran yang dikukus bisa dijadikan jenis makanan untuk sahur yang gurih dan nikmat.


Perlu diketahui, bahwa daging ayam memiliki lebih sedikit lemak jenuh tidak sehat dibandingkan daging lainnya (seperti daging sapi dan kambing).


Namun, jangan terlalu banyak mengonsumsi daging saat sahur. Saat berpuasa, asupan cairan dalam tubuh akan berkurang, sehingga oksigen pun akan berkurang.


7. Oatmeal



Makanan yang mengandung protein tinggi seperti oatmeal bisa menjadi pilihan lain untuk makanan sahur.


Oatmeal adalah sumber protein dan karbohidrat yang menggugah selera. Jika ingin sesuatu yang berbeda, Anda bisa membuat smoothie dengan pisang dan susu sebagai menu makanan sahur.


Ini akan membuatnya lebih enak dan beraroma.


Tambahkan juga kacang-kacangan untuk menambah energi di dalam tubuh agar kuat berpuasa seharian penuh.


Makanan Sahur yang Harus Dihindari

Selain memilih jenis makanan untuk sahur yang penting untuk nutrisi tubuh, ada juga makanan sahur yang perlu dihindari, lho!


Hal ini tentunya tidak baik bagi tubuh dalam menahan rasa lapar selama bulan puasa. Berikut adalah beberapa makanan sahur yang perlu di hindari.


1. Makanan Tinggi Lemak dan Garam



Saat berpuasa, sebaiknya batasi konsumsi makanan sahur yang berlemak, terutama daging berlemak dan makanan dengan tepung.


Daripada menggoreng, disarankan untuk menggunakan metode memasak lain, seperti mengukus, memasak dengan saus, menumis dengan sedikit minyak dan memanggang.


Selain itu, makanan sahur dengan kandungan garam yang tinggi tidak baik bagi kesehatan, misalnya seperti keripik atau makanan yang mengandung MSG.


Gunakan berbagai bumbu dan rempah tradisional untuk meningkatkan cita rasa makanan sahur yang akan dimasak.


2. Makanan Manis



Meski manisnya buah kurma bisa dijadikan ide untuk sebuah makanan sahur agar kuat puasa, namun harus dikonsumsi dalam batas yang wajar ya.


Hindari terlalu banyak makanan manis untuk berbuka puasa dan saat sahur.


Makanan yang biasa disantap selama Ramadhan mengandung banyak sirup dan gula, yang bisa menyebabkan penyakit serius.


Hal ini berakibat buruk bagi tubuh, justru akan memancing kita untuk makan dalam porsi yang besar.


Makanan sahur manis yang direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah buah-buahan dengan kadar air tinggi, seperti semangka, melon atau buah persik.


3. Gorengan



Siapa yang tidak menyukai makanan yang satu ini, yaitu gorengan. Rasa gurih dan asinnya membuat sebagian orang mencantumkannya dalam daftar menu makanan sahur.


Namun, sebaiknya hindari makanan yang digoreng dengan minyak berlebih. Sebab mengutip studi dalam National Centers for Biotechnology Information, pencernaan membutuhkan lebih banyak waktu untuk memproses makanan sahur yang digoreng.


Saat digoreng, makanan sahur akan bertambah kalorinya karena menyerap lemak dari minyak.


Dan para ahli mengatakan bahwa banyak mengonsumsi makanan sahur yang digoreng dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan kolesterol tinggi, yang merupakan faktor risiko dari penyakit jantung.


Untuk menjaga pola makan sehat tetap terjaga selama Ramadan, batasi penggunaan minyak dan alihkan dengan cara mengukus dan memanggang makanan sahur.


Semoga puasanya berjalan dengan lancar ya!


Sumber

  • http://www.emro.who.int/nutrition/nutrition-infocus/dietary-recommendations-for-the-month-of-ramadan.html
  • https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/seasons/ramadan.html
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/fruit-and-vegetables
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17243087/

Mengenal Manfaat Air Nabeez yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Mengenal Manfaat Air Nabeez yang Baik untuk Kesehatan Tubuh


Sejak beberapa tahun terakhir, minuman sehat infused water telah dikenal luas dan sangat digemari masyarakat.


Minuman yang terbuat dari air dan buah-buahan ini dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.


Menurut Healthline, minuman ini dijuluki sebagai detox water karena kemampuannya yang diyakini bisa mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Selain itu, infused water juga diyakini dapat menyeimbangkan pH tubuh, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan menurunkan berat badan.


Buah-buahan yang biasa digunakan oleh minuman ini bervariasi sesuai selera dan kebutuhan Anda. Biasanya orang menggunakan lemon, jeruk, berry, mentimun atau semangka. Untuk menambahkan rasa segar, minuman tersebut biasanya juga menggunakan daun mint.


Infused water ternyata sudah dikenal sejak lama, bahkan pada zaman Nabi Muhammad SAW. Disebut dengan Air Nabeez, minuman ini merupakan salah satu minuman yang direkomendasikan oleh Rasulullah.


Komposisi air nabeez sama dengan infused water, namun buah yang digunakan adalah kurma. Dr. Zaidul Akbar, penulis buku "Jurus Sehat Rasulullah", mengatakan bahwa infused water (yang disebutnya air nano) adalah air yang mengandung berbagai macam nutrisi dan memiliki manfaat yang baik untuk tubuh.


"Jadi sebenarnya air nano atau infused water bukan sekedar air biasa, seluruh antioksidan yang ada pada #produkAllah yang tumbuh ditanah-Nya akan kita konsumsi kebaikannya dengan cara air nano tadi," tulis Dr. Zaidul dalam Instagram pribadinya.


Lebih lanjut, Dr. Zaidul menjelaskan bahwa proses difusi osmosis yang terjadi pada infused water akan membuat nutrisi pada buah keluar dan bercampur dengan air.


Dengan cara ini nutrisi buah dapat diperoleh dari air tanpa perlu memakan biji atau kulit buahnya.


Dr. Zaidul juga mengatakan bahwa buah kurma merupakan buah yang paling baik untuk pencernaan. Infused water yang menggunakan kurma, menurutnya adalah air nano terbaik.


"Kalau saya bilang air nano terbaik, ya, air nano kurma, sih. Apalagi kurma punya gizi andalannya namanya zat besi" tulisnya.


Cara Membuat Air Nabeez



Untuk membuat air nabeez atau rendaman kurma ini cukup mudah. Kamu hanya perlu menyiapkan kurma dan segelas air matang. Kurma yang digunakan disarankan berjumlah ganjil. Kemudian masukkan ke dalam wadah berisi air matang dan tutup rapat.


Air rendaman kurma atau yang biasa disebut air nabeez ini memiliki khasiat untuk menambah energi saat berpuasa. Kamu bisa membuat air rendaman kurma ini dengan mendiamkan kurma ke dalam air matang selama 8–12 jam dan bisa meminumnya di saat sahur dan buka puasa.


Cara Mengonsumsi Air Nabeez

Air nabeez atau rendaman kurma ini bisa bertaham di lemari es selama 1–2 hari dan tidak boleh dikonsumsi lagi setelah melebihi 3 hari. Soalnya, air rendaman kurma yang berusia lebih dari tiga hari telah mengalami proses fermentasi yang menjadikan rendaman kurma berubah menjadi arak, sehingga haram untuk dikonsumsi.


Manfaat Ait Nabeez 



Seperti yang kita ketahui bersama, buah kurma memang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Buah ini mengandung berbagai macam nutrisi seperti vitamin, mineral, protein dan karbohidrat. Mengonsumsi air nabeez yang mengandung nutrisi buah kurma dapat meningkatkan kesehatan, seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.


Mencegah kanker


Buah kurma dikenal memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Menurut Healthline, salah satu antioksidan yang terkandung dalam buah kurma adalah flavonoid yang dapat berperan sebagai penangkal radikal bebas yang menjadi penyebab utama kerusakan sel yang mengarah pada risiko kanker. Antioksidan dalam kurma juga bisa menurunkan risiko terkena alzeimer hingga diabetes.


Meningkatkan kesehatan otak


Sebuah studi yang diterbitkan oleh S. Subash dalam Journal Ayurveda Integr Med tahun 2015 membuktikan bahwa buah kurma memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan otak. Penelitian ini melakukan uji coba pada tikus yang makanannya dicampur dengan kurma.


Daya ingat dan kemampuan belajar tikus yang memakan kurma secara signifikan lebih baik. Selain itu, tikus tersebut menunjukkan perilaku kecemasan yang lebih sedikit dibandingkan dengan tikus yang tidak memakan kurma.


Pada manusia, teori tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, namun penemuan ini menjadi petunjuk penting untuk memahami manfaat kurma bagi manusia.


Mengontrol kadar gula darah


Meskipun rasanya sangat manis, penderita diabetes bisa dengan aman mengonsumsi kurma. Hal ini karena legit yang ada pada buah kurma diperoleh dari gula alami yang terkandung di dalam buah tersebut.


Para ahli justru percaya karena indeks glikemiknya yang rendah, sehingga kurma dapat membantu mengontrol gula darah. Selain itu, kurma juga mengandung serat dan antioksidan yang tinggi, sehingga dapat digunakan untuk mengontrol kadar gula pada penderita diabetes.


Baik untuk pencernaan


Sebagaimana buah-buahan, kurma juga mengandung serat yang tinggi. Nutrisi tersebut baik untuk kesehatan pencernaan. Serat memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan dan mencegah sembelit. Mengonsumsi buah berserat dapat membantu pembentukan feses dan buang air besar secara teratur.


Baik bagi Ibu Hamil


Kurma dapat menguatkan dan melenturkan otot-otot yang terdapat pada bagian uterus. Nantinya, kurma dapat mempermudah pelebaran mulut rahim, sehingga mengurangi induksi persalinan.


Selain itu, nutrisi yang terkandung di dalam kurma pun bagus untuk memperkaya air susu ibu. Oleh karena itu, ibu yang menyusui direkomendasikan untuk mengonsumsi kurma atau meminum air rendaman kurma.

Memahami Tentang Zakat Penghasilan

Memahami Tentang Zakat Penghasilan


Menunaikan zakat penghasilan merupakan hal wajib yang harus dilakukan oleh setiap umat muslim yang telah memenuhi syarat zakat penghasilan.


Besarnya zakat yang harus disisihkan adalah 2,5% dari total gaji bulanan yang diperoleh Anda dan pasangan setiap bulannya.


Menurut Badan Amir Zakat Nasional, zakat penghasilan atau biasa disebut zakat profesi dan zakat pendapatan merupakan bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan atau pendapatan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar hukum syariah.


Sedangkan jika menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), dijelaskan bahwa penghasilan yang dimaksud adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan pendapatan lainnya yang diperoleh melalui cara-cara yang halal dan rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan atau pekerja non harian, seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.


Perlu diketahui bahwa sebelum membayar zakat, Anda juga harus memahami apa arti nisab atau harta wajib zakat yaitu senilai 522 kg beras.


Oleh karena itu, jika total penghasilan lebih dari harga 522 kg beras, maka Anda wajib membayar zakat penghasilan. Jika penghasilannya kurang dari nisab, maka tidak ada kewajiban untuk menunaikan zakat.


Contoh, harga 1 kg beras termurah adalah Rp. 9.850,- maka batasan wajib zakatnya adalah Rp. 5.141.700,-. Oleh karena itu, jika penghasilan Anda melebihi Rp. 5.141.700,-, maka Anda wajib membayar zakat atas penghasilan tersebut.


Hukum menunaikan zakat penghasilan ini disampaikan langsung dalam firman Allah SWT pada surat Adz Dzariyat ayat 19 yang artinya:


Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang - orang yang meminta dan orang-orang miskin yang tidak mendapatkan bagian.“ (QS. Adz-Dzariyat: 19)


Selain itu, ayat tersebut juga dikuatkan oleh firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 267, yang artinya:


Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.” (QS. Al-Baqarah: 267).


Cara Menghitung Zakat Penghasilan



Sebelum menunaikan salah satu dari rukun Islam ini, sebaiknya Anda harus mengetahui berapa besaran atau nominal uang yang harus Anda bayarkan untuk zakat?


Untuk bisa mengetahui hal tersebut, Anda juga perlu memahami cara menghitung zakat penghasilan yang baik dan benar.


Rumus untuk menghitung zakat penghasilan: 2,5% x jumlah penghasilan dalam 1 bulan.


Contoh, Anda memiliki gaji Rp. 8.000.000,- per bulan, maka jumlah zakat penghasilan yang harus dibayarkan adalah 2,5% x Rp. 8.000.000,- = Rp. 200.000,-.


Anda bisa membayarkan zakat penghasilan tersebut ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau Anda bisa menggunakan kitabisa.com, Dompet Dhuafa dan platform lainnya atau datang langsung ke masjid sampai e-commerce.


Selain itu, saat membayar zakat jangan lupa untuk membaca niat zakat berikut ini.


“Nawaitu an ukhrija zakata maali fardhan lillahi ta’aala.”


Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat hartaku fardhu karena Allah Ta’ala.


Macam-macam Zakat Harta

Zakat penghasilan termasuk dalam zakat harta. Sama seperti zakat fitrah atau zakat jiwa, zakat harta ini hukumnya wajib untuk ditunaikan menurut aturannya masing-masing.


Oleh karena itu agar lebih paham, berikut ini macam-macam zakat harta selain zakat penghasilan yang perlu Anda ketahui.


1. Zakat Emas dan Perak



Zakat emas dan perak ini dihitung berdasarkan jumlah kepemilikan emas atau perak. Untuk nisab zakat emas adalah 86 gram dan 595 gram untuk zakat perak.


Oleh karena itu, jika harga emas dan perak yang Anda beli atau peroleh setiap bulan melebihi nilai nisab, maka Anda wajib membayar zakat sebesar 2,5% untuk emas dan perak tersebut.


Berbeda dengan zakat penghasilan yang dilakukan setiap bulan, zakat emas dan perak dibayarkan setahun sekali. Sehingga total jumlah zakat yang harus dibayarkan disesuaikan dengan total emas dan perak yang dimiliki selama setahun.


Misalnya, Anda memiliki total 100 gram emas dalam setahun. Nah, jumlah atau total berat emas tersebut telah melebihi batas nisab, maka wajib dikenakan zakat emas.


Jika harga setiap gram emas adalah Rp 663.000,-, maka nilai 100 gram emas adalah 100 juta rupiah. Dengan begitu, jumlah besaran zakat yang wajib Anda bayarkan adalah 2,5% dari Rp 663 juta, yaitu Rp. 1.657.500,- per tahun.


2. Zakat Saham



Jika Anda memiliki investasi berupa saham, maka harta tersebut juga harus dibayarkan zakatnya. Karenanya, pengeluaran zakat saham juga harus sesuai aturan.


Nisab zakat saham adalah 85 gram emas dengan besaran 2,5% dari nilai saham yang dimiliki. Sama dengan zakat emas dan perak, zakat saham dibayarkan setiap tahun sekali.


Untuk mengetahui berapa banyak zakat saham yang harus dibayarkan, Anda harus memahami bahwa saham tersebut dinyatakan dalam satuan lot atau setara dengan 100 lembar surat saham.


Oleh karena itu, jika saham yang Anda miliki sudah mencapai nisab, maka rumusnya adalah mengalikan jumlah surat saham dengan harga per lembar saham.


Misal, total aset Anda selama satu tahun adalah Rp 200 juta. Jumlah tersebut sudah melebihi nisab (85 gram emas), jadi Anda wajib membayarkan zakat sebesar 2,5% atau 5 juta rupiah.


Kemudian, ubah angka Rp 5 juta ke dalam satuan lot dengan cara dibagi dengan harga saham per lembar. Maka hasilnya adalah 77,52 lot atau 78 lot. Dengan demikian, Anda wajib membayar zakat saham sebanyak 78 lot.


3. Zakat Perdagangan



Apakah Anda seorang pengusaha? Ternyata penghasilan yang Anda peroleh dari hasil perdagangan juga harus dibayarkan zakatnya lho.


Sama seperti halnya zakat penghasilan, zakat emas dan perak, juga zakat saham, nisab zakat perdagangan adalah 85 gram emas dan dibayarkan setahun sekali, dan besarnya 2,5% dari total penghasilan selama setahun


Perlu diingat, bahwa harta yang dikenakan zakat perdagangan adalah penghasilan bersih atau penghasilan setelah dikurangi hutang.


Misalkan aset bisnis Anda 200 juta rupiah dan utangnya 70 juta rupiah. Dengan demikian, zakat yang wajib dibayarkan adalah Rp 130 juta dari aset bersih dikalikan 2,5%, maka hasilnya Rp. 3,25 juta.


Syarat Menunaikan Zakat Penghasilan



Setelah mengetahui cara menghitung zakat penghasilan, sebagian orang masih salah kaprah mengenai syarat menunaikan zakat penghasilan.


Perlu diketahui bahwa zakat penghasilan hukumnya wajib untuk mereka yang memenuhi persyaratan di bawah ini.


1. Memiliki Harta Secara Penuh

Untuk bisa menunaikan zakat penghasilan, maka harta yang dimiliki haruslah sepenuhnya milik Anda. Penghasilan itu didapat dari milik pribadi, bukan dari orang lain apalagi milik bersama.


Selain itu, harta tersebut juga tidak boleh termasuk dalam harta warisan yang masih harus dibagi-bagi kepada anggota keluarga lainnya. Oleh karena itu, murni harta pribadi.


2. Lebih dari Kebutuhan Pokok

Jika penghasilan yang Anda peroleh sudah bisa memenuhi kebutuhan pokok Anda bahkan sisa, maka Anda wajib membayar zakat penghasilan.


Namun, jika penghasilan tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok, maka Anda tidak wajib mengeluarkan zakat penghasilan.


Sebab, dengan penghasilan yang telah melampaui kebutuhan pokok, Anda dianggap mampu secara finansial sehingga hukumnya wajib membayar zakat.


3. Telah Mencapai Nisab

Pastikan bahwa penghasilan bulanan Anda sudah mencapai nisab atau batasan capaian penghasilan untuk bisa melakukan zakat penghasilan.


Mengutip Payok, nisab untuk zakat penghasilan adalah 522 kilogram beras atau bahan pokok.


4. Terbebas dari Hutang

Banyak ulama yang mengatakan bahwa untuk untuk bisa ikut membayar zakat penghasilan, maka harta Anda harus terbebas dari hutang.


Jika masih ada hutang maka zakat yang dibayarkan tidak sah. Namun, jika hutang tersebut merupakan hutang jangka panjang, maka tidak akan menghalangi seseorang untuk membayar zakat.


Demikian penjelasan tentang cara menghitung zakat penghasilan, macam-macam zakat harta sampai syarat menunaikan zakat penghasilan.


Jika Anda memiliki pertanyaan tentang zakat penghasilan, Anda bisa langsung bertanya hal tersebut pada ahli agama setempat.

Cara Mudah Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa

Cara Mudah Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa


Memasuki bulan suci Ramadhan, Anda mungkin akan menemui berbagai masalah mulut. Dari bibir pecah-pecah hingga bau mulut. Pasalnya, tidak makan atau minum hingga berjam-jam bisa menyebabkan bau mulut (halitosis).


Untuk itu, Anda membutuhkan cara yang efektif untuk mencegah dan menghilangkan bau mulut saat berpuasa. Nah, berikut ini berbagai tips yang dirangkum para ahli.


Untuk menjaga mulut tetap segar dan bersih sepanjang hari, Anda perlu mengambil tindakan untuk mencegah bau mulut. Ikuti langkah-langkah di bawah ini.


  • Hindari makanan yang berbau menyengat saat sahur, seperti jengkol, petai atau bawang bombai.
  • Hindari mengonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi saat sahur dan berbuka puasa. Jika gula dalam jumlah besar tertinggal di dalam mulut, bakteri penyebab bau mulut akan berkembang biak dengan cepat.
  • Minumlah banyak air saat sahur dan buka puasa untuk mencegah mulut kering. Semakin kering mulut, semakin tinggi kemungkinan bau mulut.
  • Sebelum tidur, berkumurlah menggunakan air garam. Larutkan satu sendok teh garam dalam secangkir air hangat. Kemudian kumur selama 30 detik lalu buang, jangan ditelan. Air garam itu seperti antiseptik yang bisa menghilangkan bakteri penyebab bau mulut.
  • Hisap dan kunyah jeruk atau lemon saat sahur, lalu buka puasa. Keduanya bisa meningkatkan produksi air liur, sehingga mulut tidak menjadi kering dan bau.


Cara Mudah Mengatasi Bau Mulut Saat Berpuasa


Jika bau mulut terjadi secara tiba-tiba, Anda mungkin akan panik atau merasa tidak percaya diri. Tenang dulu, Anda bisa mencoba tiga cara cepat berikut ini untuk menghilangkan bau mulut saat berpuasa.


1. Berkumur dengan obat kumur (mouthwash)



Banyaknya bakteri di dalam mulut bisa menyebabkan bau mulut. Anda bisa menggunakan obat kumur (mouthwash) untuk menghilangkan bakteri ini. Sebaiknya gunakan obat kumur non alkohol dan pastikan obat kumur yang Anda gunakan dapat membunuh bakteri di mulut Anda. Berkumurlah secara teratur untuk menghilangkan bau.


2. Sikat gigi


Usai sahur, jangan lupa untuk menggosok gigi secara menyeluruh. Pastikan Anda menjangkau seluruh bagian dalam mulut, termasuk sela-sela gigi. Hal ini bagus untuk mencegah sisa makanan tersangkut di mulut dan menjadi tempat bakteri tumbuh.



Jika memang perlu, menggosok gigi pada siang atau malam hari juga bisa menghilangkan bau mulut saat berpuasa. Namun, sebagian orang merasa tidak nyaman saat harus menggosok gigi dengan pasta gigi saat berpuasa. Karenanya, Anda hanya perlu membasahi sikat gigi dengan air, tanpa menggunakan pasta gigi.


3. Bersihkan lidah


Lidah Anda juga bisa menjadi sarang bakteri yang menyebabkan bau mulut. Jika Anda merasakan bau mulut, Anda bisa menggunakan alat pembersih lidah khusus untuk membersihkan lidah yang kini banyak dijual di toko-toko.



Anda tidak perlu menggunakan pasta gigi atau air untuk membersihkan lidah Anda. Namun, pastikan pembersih lidah Anda selalu bersih.

Ini Hukum Istri Sering Marah pada Suami dalam Islam, Istri Wajib Tahu!

Ini Hukum Istri Sering Marah pada Suami dalam Islam, Istri Wajib Tahu!


Siapa yang sering marah pada suaminya? Tahukah Anda bahwa ada lho hukum Islam yang mengatur bahwa istri sering marah kepada suaminya. Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.


Rasa marah itu adalah hal wajar dan bisa dialami oleh siapa saja, termasuk istri atau suami dalam hubungan rumah tangga. Ada kemarahan yang masih bisa dipendam, tetapi ada juga kemarahan yang tidak bisa dipendam dan memuncak, yang berujung pada konsekuensi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya perceraian.


Rasa marah itu pun bisa dipicu oleh hal-hal yang kecil, bahkan hingga sesuatu hal yang besar. Kecurigaan, kecemburuan, sampai permasalahan rumah tangga seperti keuangan bisa jadi penyebab kemarahan. Jika biasanya suami yang marah, lalu bagaimana hukum istri sering marah pada suaminya?


Mari kita simak penjelasan hukum istri sering marah pada suami di bawah ini.


Hukum Istri Sering Marah pada Suami



Dilihat dari sudut pandang kesehatan mental dan psikologi pernikahan, The Canadian Journal of Human Sexuality mengemukakan bahwa berbagai bentuk kemarahan akan berdampak pada kepuasan seksual dalam pernikahan.


Dalam Islam, hukum istri sering marah pada suami hingga membentak suami itu tidak diperbolehkan dan termasuk dalam jenis dosa besar. Hal ini dikarenakan suami adalah sosok pemimpin keluarga yang harus dihormati dan ditaati oleh istri sebagai salah satu kewajibannya.


Rasulullah SAW pun mengatakan bahwa sangat tinggi kedudukan suami untuk istrinya. “Seandainya saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri untuk sujud pada suaminya.” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi).


Jika alasan seorang istri memarahi suami karena suaminya melakukan kesalahan, maka menang istri seharusnya mengingatkannya tetapi itu harus dilakukan dengan cara yang baik, dengan bertutur kata yang lemah lembut, tidak membentak atau menggunakan suara yang keras, dan juga tidak menyinggung perasaan suami.


Apabila seorang suami dimarahi, dibentak, direndahkan atau di dzalimi, ini sudah menunjukkan bahwa perempuan tersebut menunjukkan ciri-ciri istri yang durhaka terhadap suaminya. Melihat hal tersebut, bahkan para bidadari di surga pun akan sangat murka. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW:


Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, tetapi istrinya dari kelompok bidadari akan berkata, ‘Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; nyaris saja ia bakal meninggalkanmu menuju pada kami’.” (HR At-Tirmidzi).


Inilah alasan mengapa dalam hukum Islam seorang istri yang sering marah pada suami adalah tidak boleh, sebab kelak akan mendapatkan saingan yang berat yakni bidadari Allah SWT, sehingga harus sangat dihindari dan tidak boleh dilakukan.


Jika istri merasa amarahnya tidak terkendali atau tidak dapat ditahan, dia tetap tidak diperbolehkan untuk memperlihatkan amarahnya tersebut dengan emosi yang berlebihan. Akan lebih baik jika beristighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT, sebab istighfar akan lebih meringankan hati yang sedang panas.


Saat Anda sudah merasa sedikit tenang, mulailah berbicara dengan suami Anda untuk mencari solusi dan lakukan dengan baik-baik. Sebab, jika diawali dengan amarah, maka suami pun akan tersulut amarahnya dan tidak akan mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut.


Sikap Suami saat Istri Marah



Walaupun dalam hukum Islam mengenai istri yang sering marah pada suaminya adalah tidak boleh, namun suami juga jangan sampai memancing amarah atau melakukan hal-hal yang tidak disukai istri. Lantas, apa yang harus dilakukan oleh seorang suami saat menghadapi amarah istrinya?


Pertama, suami harus sabar. Khalifah Ummar bin Khattab telah memberikan contoh tentang hal ini. Suatu ketika, seorang lelaki pernah menuju rumah Umar RA dan mengeluhkan perilaku istrinya yang sering marah. Sesampai disana, istri Umar RA juga sedang marah dan beliau pun hanya diam saja.


Lalu Umar RA pun berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, aku tetap sabar menghadapi perbuatannya, karena itu memang kewajibanku. Istrikulah yang memasak makanan, membuatkan roti, mencucikan pakaian, dan menyusui anakku, padahal semua itu bukanlah kewajibannya. Di samping itu, hatiku merasa tenang (untuk tidak melakukan perbuatan haram sebab jasa istriku). Karena itulah aku tetap sabar atas perbuatan istriku.


Umar RA mencontohkan kesabaran dalam menghadapi istri yang sedang marah, beliau tidak membalasnya dengan ucapan dan tidak melakukan kekerasan. Umar RA justru mengamalkan kesabaran dan menahan diri untuk tidak larut atau terjebak emosi dengan diam, dan mendengarkan istrinya sambil berusaha mengingat-ingat kebaikannya.


Kedua, maafkan kesalahan istri. Meneladani kisah Umar RA yang memiliki hati luas sehingga tidak tersinggung dan tidak sakit hati terhadap istrinya. Bahkan Umar RA tidak sampai terbawa emosi berbalik memarahi istrinya. Sehingga, suami dapat legowo saat menanggapi amarah istrinya.


Allah SWT berfirman: “Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS Ali ‘Imran: 159).


Ketiga, hendaknya suami bersikap adil. Bentuknya adalah dengan memberikan hak kepada istri untuk didengar. Kalaupun terkadang dibumbui dengan rasa marah, namun suami harus mendengarkan dengan tenang agar semua keluh kesah istri dapat tersampaikan.


Sekali lagi, marah bukanlah solusi. Oleh karena itu, hukum Islam mengenai istri yang sering marah pada suami pun tidak boleh dilakukan. Karena itu, saling pengertian adalah kuncinya. Sudah tidak bingung lagi kan Anda mengenai hukum Istri yang sering marah pada suaminya?


Jika Anda berkenan, silahkan bagikan artikel ini melalui tombol share dibawah artikel ini agar lebih banyak lagi yang paham mengenai hukum istri yang sering marah pada suami. Terimakasih 😊

Cara Menghilangkan Rasa Kantuk saat Berpuasa

Cara Menghilangkan Rasa Kantuk saat Berpuasa

Cara Menghilangkan Rasa Kantuk saat Berpuasa

Selain rasa lapar dan haus saat berpuasa, Anda pasti akan merasakan kantuk yang berlebihan. Biasanya setelah jam 12 siang, tubuh akan terasa lesu yang bisa menyebabkan rasa kantuk.


Hal semacam ini wajar terjadi karena berkurangnya dan perubahan waktu tidur. Selain tidur, berikut ini kami berikan juga tips sederhana untuk menghilangkan rasa kantuk saat berpuasa di siang hari. ingin tahu?


1. Majukan jam tidur


Majukan jam tidur

Orang dewasa membutuhkan sekitar 8 hingga 9 jam tidur dalam sehari. Namun, saat bulan puasa situasinya akan berbeda, pada bulan itu Anda harus bangun pagi sekali untuk sahur dan tidak tidur sampai sholat subuh, bahkan tetap terjaga hingga pagi hari untuk memulai aktivitas. Inilah yang menyebabkan waktu tidur Anda berkurang. Tapi yakinlah, salah satu trik yang bisa Anda gunakan adalah dengan memajukan waktu tidur. Jika biasanya Anda tidur pada pukul 23:00, yang terbaik adalah tidur pada pukul 21:00 selama bulan puasa. Lakukan ini secara teratur. Dengan begini, waktu tidurmu tidak akan terganggu, deh!


2. Tidur setelah sahur dan sholat subuh


Tidur setelah sahur dan sholat subuh

Dianjurkan agar Anda pergi tidur setelah sahur dan sholat subuh. Namun ada perhitungannya, sebaiknya hanya tidur selama 2 jam. Jika Anda tidur lebih lama, tubuh Anda akan bereaksi berbeda. Tubuh justru terasa lemas sehingga menyebabkan rasa kantuk berlebihan. Baru setelah itu Anda dapat segera mulai mandi dan memulai aktivitas seperti biasa.


3. Manfaatkan waktu istirahat siang


Manfaatkan waktu istirahat siang

Waktu istirahat siang adalah waktu terbaik untuk mengisi kembali tenaga. Jika Anda merasa sangat mengantuk, cobalah tidur sekitar 15-20 menit atau biasa disebut super nap. Tidur dalam waktu sesingkat itu bisa menyegarkan tubuh Anda kembali.


4. Mengatur pernapasan


Mengatur pernapasan

Salah satu cara untuk menghilangkan rasa kantuk adalah dengan meningkatkan kadar oksigen di otak. Cobalah untuk mengatur pernapasan Anda selama berpuasa. Meningkatkan kadar oksigen di otak dapat membantu meningkatkan energi dan memicu aktivitas otak. Cobalah duduk atau berdiri tegak dengan salah satu telapak tangan menempel pada perut. Kemudian, tarik napas dalam-dalam melalui hidung, lalu hembuskan perlahan melalui mulut.


5. Berjalan-jalan


Berjalan-jalan

Biasanya rasa kantuk juga terjadi karena tubuh tidak banyak bergerak. Saat istirahat, Anda bisa memanfaatkannya untuk berjalan-jalan. Tidak ada salahnya hanya berjalan-jalan di sekitar kantor atau kampus. Cara ini biasanya efektif untuk menghilangkan rasa kantuk ketika berpuasa.


Itulah informasi mengenai cara menghilangkan rasa kantuk saat berpuasa. Semoga bermanfaat.