Puasa Bisa Pengaruhi Produksi ASI, Cek Faktanya yuk!

Puasa Bisa Pengaruhi Produksi ASI, Cek Faktanya yuk!


Produksi ASI yang melimpah adalah impian untuk setiap ibu yang sedang menyusui. Sebab, pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat bergantung pada ASI, terutama pada periode 1000 hari pertama. Beberapa manfaat dari ASI yaitu di mulai dari menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi, menghindari infeksi, sampai meningkatkan keintiman Bunda dan bayi.


Oleh karena itu, terdapat banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat produksi ASI melimpah, seperti mengonsumsi ASI booster, skin to skin contact dengan bayi, dan mencukupi asupan nutrisi pada setiap makanan yang Anda makan.


Menjelang bulan Ramadan, Anda yang sedang menyusui pasti akan kembali di buat galau. Apakah akan menunaikan ibadah puasa Ramadan atau tidak? Tentu saja itu hal yang wajar sekali. Saat masa menyusui, Anda sering khawatir tidak dapat menjalankan ibadah puasa.


Khawatir Produksi ASI Menurun karena Puasa



Banyak hal yang bisa menjadi penyebab kekhawatiran seorang ibu seperti apakah produksi ASI akan berkurang, apakah bayi tetap mendapatkan nutrisi jika Anda berpuasa, dan pertanyaan serupa lainnya. Namun, di sisi lain, Anda juga tetap ingin menjalankan ibadah puasa. Apakah boleh?


Dikutip dari orami dr. Sarah Audia Hasna saat berbincang-bincang pada Kulwap Orami Community mengatakan: “Tentunya bisa. Hanya saja, banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti usia bayi, kondisi kesehatan Anda dan bayi, jangan sampai dehidrasi, dan tetap konsumsi suplemen peningkat ASI,” 


Ada beberapa kondisi yang sebaiknya Anda tidak menunaikan ibadah puasa, di antaranya saat bayi masih berusia kurang dari 6 bulan dan sedang menjalani ASI eksklusif, bayi sedang sakit atau dalam masa pemulihan, atau Anda mengalami dehidrasi.


Untuk selebihnya, Anda tetap bisa berpuasa tanpa mengganggu proses menyusui jika asupan nutrisi Anda terpenuhi.


Kemudian, apakah berpuasa akan membuat ASI menjadi kurang atau memengaruhi produksi ASI?


Puasa atau penurunan asupan kalori tidak berpengaruh pada produksi ASI. Jika terjadi penurunan berat badan saat berpuasa, kondisi ini berpengaruh pada kandungan lemak dalam ASI, bukan jumlahnya.


"Jika Anda sudah mempertimbangkan dan memutuskan untuk berpuasa, maka ada tips yang bisa disimak agar puasa ibu berjalan lancar dan bayi mendapat cukup ASI,” lanjut dr. Sarah, yang saat ini aktif praktik di Eka Hospital BSD.


Tips Berpuasa untuk Ibu Menyusui



Saat menjalankan ibadah puasa dan harus menyusui, Anda tidak boleh melewatkan direct breastfeeding (DBF) selama berada di rumah. Ketika menjelang tidur, jangan lewatkan untuk pumping agar ASI tetap lancar.


Selain itu, Anda wajib memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi saat berbuka puasa, sahur, dan menjelang tidur. Serta Anda juga harus tetap makan besar sebanyak 3 kali dengan zat gizi yang lengkap dan bukan hanya mengenyangkan saja.


Anda dianjurkan untuk makan makanan dengan komposisi tinggi karbohidrat, protein hewani dan nabati dengan sedikit lemak, dan ditambahkan sayur serta buah. Perbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi,” ungkap dr. Sarah yang sudah menjadi konselor laktasi sejak tahun 2011 lalu ini.


Ikan salmon, tuna, daging sapi tanpa lemak, brokoli, wortel, kacang-kacangan seperti kacang hijau, edamame adalah beberapa contoh makanan yang baik untuk Anda konsumsi. Makan saat sahur dilakukan secara bertahap dan menjelang imsak Anda bisa makan kurma atau susu yang memperkuat stamina selama berpuasa.


Mengonsumsi vitamin C juga baik untuk membantu penyerapan zat besi yang bisa Anda temukan pada sayuran hijau seperti brokoli atau buah-buahan seperti tomat, pepaya, mangga, dan jeruk. Selain itu, mengonsumsi biji-bijian juga dapat membuat tubuh Anda lebih berenergi dan bertenaga.


Menurut International Lactation Consultant Association, bahwa asupan air putih yang cukup menjadi kunci sukses untuk menyusui saat berpuasa. Ibu menyusui yang hendak berpuasa dianjurkan untuk minum sedikit demi sedikit sepanjang waktu yang diizinkan, dari waktu berbuka puasa hingga waktu imsak tiba.


Minum terlalu banyak pada saat sahur hanya akan mengisi kandung kemih dan dikeluarkan segera setelahnya, sehingga ibu akan merasa cepat haus selama sisa hari itu.


Ketika tubuh Anda lebih berenergi dan bertenaga selama berpuasa, maka tidak akan mengganggu proses menyusui untuk Si Kecil. Selamat mencoba, ya!

Pusar Bayi Berdarah, Ketahui Penyebab dan Cara Penanganannya

Pusar Bayi Berdarah, Ketahui Penyebab dan Cara Penanganannya


Pendarahan dari pusar bayi bisa membuat Anda panik. Wajar saja, situasi ini bukanlah sebuah situasi yang akrab, terutama jika Anda adalah seorang ibu baru.


Bagi orang tua baru, memiliki bayi baru lahir bisa menjadi tantangan tersendiri. Salah satunya adalah merawat pusar bayi.


Ketika bayi lahir, tali pusar bayi yang merupakan jalur makanan dari ibu ke bayi akan dijepit dan dipotong. Hal ini akan sedikit meninggalkan tali pusar di perut bayi yang baru lahir.


Setelah beberapa minggu, tali pusar yang tersisa di pusar bayi akan terlepas dengan sendirinya. Namun di antara waktu tersebut, tidak jarang pusar bayi mengalami pendarahan dan menimbulkan kepanikan.


Berikut ini adalah penyebab dan hal apa yang harus diwaspadai saat pusar bayi mengalami pendarahan.


Kondisi Normal



Rata-rata, tali pusat bayi akan terlepas 10-14 hari setelah lahir. Tali pusar perlahan-lahan akan mengering dan menjadi lebih kecil, lalu lepas dengan sendirinya.


Ketika sisa tali pusat mulai terlihat akan terlepas, maka mungkin akan ada beberapa tetes darah atau nanah. Ini normal dan akan hilang dalam satu atau dua hari. Tali pusat yang kering akan berbau, karena merupakan jaringan mati,” ungkap Dr. Dina Kulik, seperti dikutip dari Today's Parent.


Oleh karena itu, jika Anda menemukan darah di sekitar pusar bayi yang baru lahir, Anda tidak perlu langsung panik. Darah ini biasanya terlihat saat sedang mengganti popok bayi, mandi, atau saat sedang membersihkan pusar bayi.


Penyebab Pusar Bayi Berdarah



Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan pusar bayi berdarah. Penyebab pertama yang paling mungkin adalah titik di mana tali pusat yang akan mulai terpisah dari tubuh bayi.


Selain itu, adanya gesekan pusar bayi dengan popok atau saat mandi juga dapat dengan mudah (rentan) menyebabkan pusar bayi berdarah.


Untuk itu, Anda memang perlu ekstra hati-hati saat membersihkan area di sekitar pusar bayi agar tidak terjadi pendarahan dari pusar bayi.


Selain beberapa tetes darah, Anda juga mungkin akan menjumpai sekresi lendir berwarna merah darah. Ini juga merupakan hal yang normal.


Jika ternyata pusar bayi Anda berdarah, tidak perlu panik. Cukup gunakan kapas bersih (dengan air hangat bersih) untuk secara perlahan membasuh sisa darah di pusar bayi.


Kemudian segera keringkan area di sekitar pusar bayi. Setelah itu, pastikan pusar bayi tidak tertekan dengan popok agar hal ini tidak terulang kembali.


Perhatikan Gejala Infeksi



Tali pusar berdarah bisa menyebabkan infeksi. Meski jarang terjadi, penting juga untuk mewaspadai adanya infeksi di pusar bayi.


"Hal yang perlu diwaspadai antara lain tali pusat yang berbau, cairan berbau busuk, mengeluarkan nanah, kemerahan, pembengkakan di sekitar pusar bayi, pendarahan terus menerus, demam, lesu, kurang makan, dan mudah rewel,” ungkap Dokter Anak Margaret Grell, MD dari Rumah Sakit Joe DiMaggio Children’s, Hollywood, Florida, seperti dikutip dari Parents.com.


Saat gejala-gejala tersebut muncul, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter mengenai perawatan dan tindakan yang tepat dalam menangani masalah pada pusar bayi.


Cara Merawat Tali Pusar Bayi



Menurut laporan Journal of Nursing Update, disebutkan bahwa cara merawat tali pusar memiliki pengaruh yang besar terhadap lamanya waktu pelepasan tali pusar pada bayi yang baru lahir.


Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mempelajari dan membiasakan diri melakukan perawatan tali pusar dengan teknik yang baik dan juga benar untuk bayi baru lahir. Tentunya hal ini dimaksudkan agar tali pusar bayi tidak terlalu lama menempel.


Demi keamanan, Anda juga jangan memberikan bedak ataupun minyak pada pusar ya. Jaga agar pusar tetap terbuka dan jangan menutupinya dengan kain kasa. Kemudian, saat memakai popok, pastikan pusar tidak lembap.


Meski perawatannya tidak terlalu sulit, namun ada beberapa situasi yang harus Anda waspadai, misalnya pusar bayi menjadi merah, bengkak, mengeluarkan nanah, demam, atau pusar berbau tidak sedap.


Jadi, jika pusar bayi Anda terlihat dalam kondisi baik, maka tidak perlu khawatir ya!


Lalu, bagaimana cara merawatnya agar pusar bayi berdarah bisa dihindari?


Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, merawat tali pusat bayi sebenarnya bukanlah sebuah hal yang rumit, karena pada akhirnya ia akan mengering dan kemudian terlepas.


Nah, sementara menunggu tali pusar bayi lepas, Anda perlu tahu cara merawatnya. Dari laporan Mayo Clinic, berikut cara merawat tali pusat yang belum lepas.


1. Jaga Tali Pusar Tetap Kering

Untuk menjaga tali pusar tetap kering. Nah, harap berhati-hati, jangan menggunakan alkohol untuk membersihkan area di sekitar pusar bayi ya.


Karena selain bisa mengiritasi kulit, penggunaan alkohol untuk membersihkan area pusar juga bisa membunuh bakteri yang bisa membantu tali pusar mengering dan terpisah.


Nah, cara terbaik agar tali pusar lepas dengan cepat adalah dengan membiarkannya terkena udara. Dengan demikian, tali pusar bisa cepat kering.


2. Perhatikan Popok Si Kecil

Anda perlu memperhatikan posisi popok Si Kecil nih! Akan lebih baik jika Anda mengenakan popok dengan sangat hati-hati dan tidak sampai menutupi tali pusar.


Jika tali pusat tertutup kain popok dalam jangka waktu yang panjang, hal tersebut bisa menyebabkan tali pusar dapat terlepas dalam waktu yang lebih lama.


Nah, jangan lupa untuk ganti popok Si Kecil sesering mungkin untuk mencegah air pipis dan kotoran Si Kecil terkena tali pusar, ya!


3. Mandikan dengan Waslap

Tips terakhir dalam merawat tali pusar bayi sebelum lepas adalah jangan memandikan Si Kecil di bak ya!


Saat tali pusar bayi belum puput, sebaiknya Anda bersihkan tubuh Si Kecil dengan mengusapkan waslap secara lembut ke kepala dan badannya.


Tujuannya agar tali pusar terhindar dari terkena air terlalu lama. Jika hal ini terjadi, dikhawatirkan Si Kecil mungkin bisa terkena infeksi.


Agar tali pusat tetap bersih dan kering, Anda perlu merawat tali pusar dengan lebih ekstra. Jangan sampai kondisi pusar berdarah, bernanah, dan bau dialami oleh Si Kecil ya!


Nah, seperti yang sudah dibahas, kondisi pusar bayi berdarah sangat wajar terjadi ketika tali pusar lepas. Anda hanya perlu menyekanya saja.


Namun, bila pusar bayi Anda berbau, bernanah dan terus menerus mengeluarkan darah, jangan lupa segera memeriksakannya dokter, ya! Karena hal ini membutuhkan pemeriksaan dan penanganan dari ahlinya.

Kenali Penyebab Penyakit Ain pada Bayi

Kenali Penyebab Penyakit Ain pada Bayi


Penyakit atau gangguan yang disebabkan oleh pandangan mata atau yang lebih familiar disebut penyakit 'ain memang tidak bisa dianggap remeh.


"Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa” (HR. Muslim no. 2188).


Gangguan dari penyakit 'ain sendiri bisa berupa penyakit, kerusakan hingga kematian. Dari Jabir bin Abdillah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:


Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain,” (HR. Al Bazzar dalam Kasyful Astar [3/ 404], dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’no.1206).


Namun, agar tidak membuat Anda bingung tentang penyakit 'ain ini, mari kita simak lebih lanjutnya.


Apa Itu Penyakit Ain dalam Islam



Bagi sebagian umat Muslim, mungkin sudah tidak asing lagi dengan penyakit 'ain. Penyakit 'ain ini adalah penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata. Diketahui juga bahwa penyakit ini bisa mempengaruhi perasaan dan pikiran yang berdampak negatif pada kesehatan. Selain itu, kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan penyakit fisik yang berbahaya bahkan sampai bisa mengancam jiwa.


Mengutip dari halaman Muslim, ini adalah penyakit atau gangguan yang disebabkan oleh pandangan mata. Al Lajnah Ad Daimah menjelaskan bahwa penyakit ini berasal dari kata "aana-ya'iinu" yang artinya terkena sesuatu hal dari mata.


Disebutkan oleh Syaikh Abdurrahman bin Hasan: “Seorang yang memandang, menimbulkan gangguan pada yang dipandangnya” (Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid, hal. 69).


Di sini, ketika orang melihat sesuatu dan pandangan mata yang menimbulkan kekaguman serta dibarengi dengan respon jiwa negatif. Kemudian, jiwa akan menggunakan pandangan mata sebagai alat untuk menyebarkan sisi negatifnya pada apa yang dilihat atau dipandang tersebut. Kondisi “gangguan” 'ain ini bisa berupa penyakit, kerusakan bahkan sampai mengakibatkan kematian.


Dalam Hadist Riwayat Muslim, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Ain itu benar-benar ada. Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu bisa.” (HR. Muslim No.2188).


Selain itu, dalam hadist lain Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam juga pernah bersabda :


Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ‘ain.“ (HR. Al Bazaar dalam Kasyul Astar 3/404, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ No.2195)


Penyebab Penyakit Ain



Setelah mengetahui pengertian penyakit ‘ain, berikutnya perlu diketahui hal apa yang menjadi penyebab penyakit ‘ain. Dikatakan, penyakit ‘ain terjadi akibat adanya hasad atau perasaan iri dan dengki atas sesuatu hal yang dimiliki orang lain.


Seseorang yang memiliki perasaan iri (hasad) terhadap orang lain, akan memandang orang tersebut dengan pandangan penuh kebencian. Hal tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan 'ain yang dapat mengancam kesehatan sampai nyawa seseorang.


Dalam hal ini, Allah pun telah memerintahkan seluruh umatnya untuk menghindari bahaya dan dampak buruk dari sifat hasad. Hal ini seperti yang tercantum dalam QS Al Falaq ayat 5 : “… dan dari keburukan orang yang hasad.


Bukan sifat hasad yang berupa kebencian, pandangan kagum yang cenderung khawatir pun bisa menyebabkan penyakit ‘ain pada orang lain yang dilihatnya bahkan pada benda mati. Dengan begitu, sebisa mungkin setiap umat manusia harus mencegah keburukan tersebut agar tidak membahayakan orang lain dan diri sendiri.


Dampak Penyakit Ain pada Bayi



Memiliki anugerah terindah yang lucu dan menggemaskan pada zaman sekarang membuat banyak orang tua yang tergiur untuk membagikan momen si kecil di media sosial.


Memang tidak dilarang untuk tidak membagikan foto atau video bayi Anda di media sosial. Namun perlu Anda ingat bahwa berbagi foto atau video anak di media sosial dapat menjadi salah satu peluang besar untuk terkena penyakit 'ain.


Mengutip Islampost, hal ini dimungkinkan karena ada pandangan hasad atau pandangan takjub kepada gambar tersebut. Pandangan mata mengandung hakikat. Pandangan mata mungkin saja berdampak negatif bagi kesehatan seseorang, terutama kesehatan anak-anak.


Karenanya Rasulullah SAW meminta perlindungan kepada Allah untuk Hasan dan Husein ketika masih kanak-kanak dari gangguan setan dan pengaruh pandangan mata jahat dan hasut.


Dilansir dari Nahdlatul Ulama, di samping pandangan jahat penuh kedengkian, pandangan takjub dan senang meluap-luap tanpa dibarengi dzikrullah juga dapat membawa pengaruh negatif terhadap objeknya.


Pernah dikisahkan sebanyak 70.000 penduduk meninggal dunia seketika setelah salah seorang nabi di masa dahulu yang melewati negeri mereka memandang takjub akan padat penduduk dan makmurnya mereka.


Gejala Penyakit Ain pada Bayi



Pada bayi, penyakit 'ain gejalanya bisa berupa menangis terus menerus tanpa henti, kemudian tiba-tiba tidak ingin menyusui tanpa sebab yang jelas hingga dalam waktu lama tentu dapat membuat Si Kecil kekurangan gizi.


Dan, tidak kalah penting untuk diketahui bahwa penyakit 'ain bisa muncul meskipun mata pelakunya tidak berniat membahayakannya (ia takjub dan kagum).


Ibnul Qayyim Rahimahullah menjelaskan, “Jiwa orang yang menjadi penyebab ‘ain bisa saja menimbulkan penyakit ‘ain tanpa harus dengan melihat."


"Bahkan terkadang ada orang buta, kemudian diceritakan tentang sesuatu kepadanya, jiwanya bisa menimbulkan penyakit ‘ain, meskipun dia tidak melihatnya. Ada banyak penyebab ‘ain yang bisa menjadi sebab terjadinya ‘ain, hanya dengan cerita saja tanpa melihat langsung,” (Zadul Ma’ad 4/149).


Jadi, mulai sekarang yuk lebih berhati-hati terhadap media sosial yang dapat menyebabkan penyakit 'ain.

Pentingnya Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Awal

Pentingnya Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Awal


Walaupun anak-anak masih kecil, sebaiknya segera persiapkan dana pendidikan untuk memastikan masa depan mereka.


Setiap orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya.


Sejak anak masih dalam kandungan, maka perlu memperhatikan asupan gizi dan nutrisi agar janin tumbuh dengan baik.


Setelah lahir, tumbuh kembang setiap anak juga menjadi perhatian orang tua.


Orang tua juga harus melakukan persiapan penting sejak awal, yaitu menyiapkan dana pendidikan anak.


Saat ini banyak sekolah swasta dan negeri berlomba-lomba memberikan kualitas dan fasilitas terbaik.


Opsinya juga berbeda, tetapi hal ini tentu saja akan dipengaruhi oleh anggaran yang dikeluarkan.


Oleh karena itu, selain untuk kebutuhan keluarga sehari-hari, Anda dan pasangan juga perlu mempersiapkan dana untuk pendidikan anak Anda sejak awal, walaupun mereka masih sangat muda dan belum bersekolah.


Alasan Pentingnya Menyiapkan Dana Pendidikan


Fakta bahwa SPP (biaya sekolah) saat ini sangat bervariasi, harganya yang mahal dan bisa naik dari tahun ke tahun menjadi alasan penting untuk mempersiapkan dana pendidikan anak sejak awal.



Semuanya juga sebanding dengan fasilitas yang akan terus berkembang di masa mendatang.


Konsultan perencanaan keuangan Annissa Sagita mengungkapkan hal tersebut langsung dalam diskusi di komunitas Kulwap Orami, Rabu (20/3).


Anissa berkata: “Jangan heran jika biaya taman kanak-kanak / prasekolah anak Anda sama atau lebih tinggi dari biaya kuliah pertama Anda.


Annissa mencontohkan biaya pendidikan saat ini, mulai dari taman kanak-kanak saja, biaya masuk (UP) sekitar 8-16 juta, dan uang sekolah antara 800 ribu hingga 1 juta.


Semakin tinggi jenjang pendidikan maka semakin tinggi pula biaya yang harus ditanggung.


Anissa juga mengatakan: “Kenaikan biaya pendidikan per sekolah berkisar antara 8% hingga 25% per tahun. Misalnya jika naik 15% maka biaya masuk akan naik dari Rp 16 juta menjadi Rp 21 juta hanya dalam waktu 2 tahun saja”.


Karenanya, ini menjadi alasan penting untuk mempersiapkan dana pendidikan bagi anak usia dini.


Tetapi kenyataannya, menyisihkan uang saja tidak cukup hanya untuk menabung. Perencanaan keuangan jangka panjang sangat diperlukan.


Bagaimana Cara Menyiapkan Dana Pendidikan untuk Anak?



Jika Anda sudah mengetahui bahwa biaya pendidikan akan semakin tinggi ke depannya, bagaimana Anda mempersiapkan dana untuk pendidikan anak Anda sejak awal?


Apalagi kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi cukup banyak, sehingga menabung dana pendidikan akan semakin sulit.


Mungkin ini pertanyaan yang membuat Anda bingung saat ini, ya, Bun.


Hal pertama yang harus dilakukan adalah berdiskusi dengan suami Anda.


Tahapan ini penting karena kedua orang tua harus memiliki tujuan, visi dan misi yang sama dalam hal pembiayaan pendidikan anak.


Jika sudah memiliki tujuan yang jelas maka akan lebih mudah untuk dicapai.


Anda harus cari informasi sekolah yang tepat untuk anak Anda. Setelah itu hitung kisaran biaya pendidikan yang harus dikeluarkan. Lalu hitung berapa yang harus kamu investasikan, kemudian tentukan produk keuangan investasi mana yang akan dipilih,” kata Anisa yang juga secara aktif mengajar kelas-kelas sosialisasi perencana keuangan pemula.


Cara mengumpulkan uang paling tepat untuk dana pendidikan adalah dengan menggunakan investasi.


Ada tiga jenis investasi, yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang.


Namun, jika anak Anda sudah mulai bersekolah kurang dari setahun, harap hindari berinvestasi.


Untuk dana pendidikan sebaiknya menggunakan investasi jangka menengah 1-5 tahun dan investasi jangka panjang lebih dari 5 tahun. Semakin lama jangka waktunya, maka Anda bisa mengambil produk investasi yang semakin agresif”. Ungkap Anissa.


Untuk menentukan investasi mana yang cocok, Anda bisa berbicara dengan partner Anda dan bertemu dengan penasihat keuangan.


Sejak usia dini, persiapkan yang terbaik untuk masa depan anak Anda, ya!

Tips Melatih Anak Perempuan Buang Air di Toilet

Tips Melatih Anak Perempuan Buang Air di Toilet


Toilet Training atau Pelatihan toilet terkadang menjadi kendala bagi orang tua dengan anak-anak, terutama perempuan. Mengajarkan anak perempuan untuk buang air kecil dan besar tentu saja berbeda dengan mengajar anak laki-laki.


Jadi, kapan waktu mulai toilet training untuk anak perempuan? Yuk, simak tips berikut ini.


Kapan waktu yang tepat untuk memulai toilet training anak perempuan?


Kebanyakan anak perempuan memulai pelatihan toilet lebih awal daripada anak laki-laki. Usia rata-rata anak perempuan mulai toilet training adalah 18 bulan. Namun, waktu memulai toilet training untuk setiap anak bisa berbeda-beda, tergantung pada persiapan anak. Oleh karena itu, jika Anda ingin memulai toilet training untuk putri Anda, harap pastikan dia siap secara fisik dan mental.


Sebelum anak Anda pergi ke toilet, pastikan dia bisa mengendalikan keinginannya untuk buang air kecil dan besar. Jika si kecil sering buang air besar di waktu yang sama setiap hari, tidak ada buang air besar di malam hari, dan popok masih kering setelah tidur siang minimal 2 jam, itu artinya ia bisa mengontrol keinginannya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perkembangan motorik anak. Ketika seorang anak ingin buang air kecil atau besar, ia harus dapat berbicara, naik ke dudukan toilet dan melepas pakaiannya sebelum ke toilet.


Tips toilet training anak perempuan


Selain dipersiapkan secara fisik, anak Anda juga harus siap mental saat memulai toilet training. Kebanyakan anak sudah siap secara fisik, tetapi mereka belum siap secara mental. Anak Anda pasti ingin pergi ke kamar mandi dan harus bekerja sama dengan Anda. Dia mungkin mengatakan bahwa dia adalah seorang gadis besar dan lebih suka memakai pakaian dalam daripada popok. Jika anak Anda selalu menolak permintaan Anda, pelatihan toilet tidak akan berjalan seperti biasa.


1. Pilih peralatan yang tepat


Anda dapat memilih dudukan toilet kecil untuk anak Anda. Dibandingkan dengan dudukan toilet besar, dudukan toilet kecil lebih nyaman dan tidak berbahaya. Saat anak Anda memiliki dudukan toilet sendiri, Anda bisa membuatnya lebih berani untuk menggunakannya. Bahkan, dudukan toilet yang besar pun bisa digunakan. Anda dapat memasang dudukan toilet kecil di dudukan toilet yang lebih besar.


2. Tunjukkan cara menggunakan


Anak-anak biasanya meniru perilaku orang dewasa. Coba bawa anak ke toilet. Berikan contoh tentang apa yang harus dia lakukan. Ajari dia cara membersihkan alat kelamin, menyiram setelah buang air kecil atau besar, dan cara mencuci tangan.


3. Buatkan jadwal untuknya


Atur waktu untuk anak Anda pergi ke kamar mandi. Jika Anda menjadwalkan waktu untuknya secara teratur, dia akan dilatih dan tahu kapan harus ke toilet. Misalnya, cobalah ke toilet pada pagi hari, setelah sarapan, dan makan siang. Jangan terlalu sering mengubah jadwalnya, karena akan membuatnya bingung.


4. Ajari anak Anda tentang kebersihan


Kebersihan toilet sangat penting, terutama bagi perempuan. Menggunakan toilet yang tidak bersih dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Ajari anak cara membersihkan vagina dengan benar, yaitu membersihkan dari depan ke belakang.


5. Berikan pujian pada anak Anda


Dorong semangat anak Anda saat melakukan toilet training. Jika terjadi kesalahan, jelaskan dengan benar apa yang harus dia lakukan. Jangan terlalu memarahinya. Selain itu, Anda juga bisa memuji anak Anda karena telah melakukan hal yang benar. Dengan begitu, anak-anak akan semakin antusias dengan toilet training.


6. Night training


Lakukan latihan malam setelah latihan toilet. Pastikan popok dalam keadaan kering saat tidur siang atau tidur malam untuk memastikan bahwa anak Anda sudah siap untuk pelatihan malam sebelumnya. Anda dapat membawa anak Anda ke kamar mandi terlebih dahulu dan membiarkannya duduk di toilet sebelum tidur dan setelah bangun tidur. Selain itu, Anda bisa mengobatinya dengan membatasi jumlah minumnya yang dia konsumsi saat dia akan tertidur.

Ciri-ciri Anak Tantrum yang Harus Diketahui

Ciri-ciri Anak Tantrum yang Harus Diketahui

Ciri-ciri Anak Tantrum yang Harus Diketahui

Anak adalah anugerah dari Tuhan yang harus selalu kita sayangi. Walaupun terkadang anak-anak membuat orang dewasa kesal, namun itu tidak menjadi alasan untuk langsung memarahi begitu saja. Anak memiliki caranya sendiri untuk berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Cara yang berbeda ini muncul karena mereka belum dapat menyetarakan jalan fikiran serta perilakunya dengan orang dewasa.


Perbedaan ini terkadang membuat orang tua dan anak mengalami miss comunication. Ketika miss comunication ini terjadi, anak yang merasa bahwa maksud perkataannya tidak dapat tersampaikan dan tidak dapat diterima dengan baik selanjutnya akan mengekspesikan diri dengan cara yang beragam, mulai dari cara yang biasa hingga yang terkesan berlebihan. Salah satunya adalah dengan perilaku tantrum.


Tantrum walaupun terkesan berlebihan namun itulah yang dianggap anak sebagai cara terbaik untuk mengekspresikan dirinya. Tantrum sendiri sebenarnya adalah bagian dari tahap perkembangan anak pada usia pra-sekolah yang ditandai dengan ledakan emosi. Anak-anak yang mengalami ledakan emosi ketika tantrum ini biasanya akan menunjukkan ciri ciri anak tantrum seperti tiba-tiba berteriak, menangis dengan keras, berguling-guling, menendang, memukul, melempar bahkan kejang-kejang menyerupai orang yang terkena penyakit ayan. Bahkan mereka tidak segan untuk melakukan perbuatan yang menyakiti diri sendiri seperti membenturkan kepala dan memukul-mukul tubuhnya.


Ciri ciri anak tantrum biasanya terjadi pada kisaran usia 15 bulan sampai 4 tahun. Tantrum yang dilakukan oleh anak-anak pada usia ini merupakan temper tantrum. Temper tantrum ini tentu berbeda dengan tantrum yang dialami anak autis atau sejenisnya. Temper tantrum ini murni hanya sebagai bentuk pengekspresian diri anak semata. Hal yang dilakukan anak yang juga merupakan ciri ciri anak tantrum tersebut terjadi dengan rentan waktu sekitar 30 detik sampai 2 menit saja.


Tantrum Manipulatif dan Tantrum Frustasi


Walaupun tantrum dikatakan sebagai bentuk pengekspresian diri yang berujung pada ledakan emosi karena keinginannya tidak dapat tersampaikan, namun ada hal lain yang juga menjadi penyebab munculnya ciri ciri anak tantrum tersebut. Hal ini juga sekaligus membagi tantrum menjadi 2 jenis, yaitu Tantrum Manipulatif dan Tantrum Frustasi.


1. Tantrum Manipulatif


Tantrum manipulatif adalah tantrum yang sengaja dibuat-buat oleh anak agar keinginannya dituruti. Misalnya seorang anak mengatakan kepada orang tuanya bahwa ia ingin hujan-hujanan. Namun orang tuanya melarang. Alhasil ia yang merasa keinginannya tidak terpunihi akan melakukan ciri ciri anak tantrum dengan tujuan agar keinginannya dituruti.


Hal yang harus anda lakukan jika ini terjadi adalah tinggalkan anak sendiri sesaat. Bertingkahlah seolah anda tidak memperhatikannya. Jika anda merasa khawatir membiarkan ia berada di ruangan sendiri, tungguilah anak anda namun usahakan tetap menunjukan sikap bahwa anda tidak sedang memperhatikannya.


2. Tantrum Frustasi


Tantrum jenis ini adalah tantrum yang dilakukan anak ketika merasa lapar, lelah, bosan, tertekan, dituntut berlebihan, melakukan hal yang tidak ia inginkan atau sakit. Contohnya ketika anak diajak berbelanja pakaian di mall. Biasanya orang tua akan berpindah-pindah tempat yang membuat anak kelelahan. Anak yang merasa lelah dan hal yang tengah ia lakukan tersebut dirasa bukan dunianya, maka ia akan merasa tertekan dan mulai berperilaku tantrum.


Jika anda tidak ingin hal in terjadi, anda harus mengetahui apa yang anak tersebut inginkan. Misalnya sebelum pergi katakan kemana tujuan anda dan apa manfaatnya bagi si anak. Jika anak sudah mengerti, anda bisa membawakan 1 atau 2 mainan kecil yang bisa dimainkan ketika ia mengikuti anda berbelanja. Bila hal ini dilakukan anak tidak akan merasa bosan dan tertekan sehingga bisa terus mengikuti anda.


Ciri-Ciri Anak Tantrum


Agar anda dapat mengatasi ketika anak mengalami tantrum, terlebih dahulu anda harus mengetahui tanda yang menjadi ciri ciri anak tantrum tersebut


1. Merengek


Ketika anak tengah melakukan aktivitas, misalnya bermain bersama temannya, ditengah permainannya ia tiba-tiba mendatangi anda dan merengek sampai menggumamkan sesuatu. Maka saat itu anda harus waspada. Bisa jadi setelah itu tantrumnya akan muncul.


2. Anak tiba-tiba diam


Ditengah kegiatannya merengek, lalu tiba-tiba ia terdiam. Jangan sampai anda merasa bahwa masalah yang dimiliki anak selesai. Bisa saja setelahnya emosi anak semakin menjadi.


3. Tubuh menegang


Setelah anak terdiam, kemudian tanda selanjutnya adalah tubuh anak menegang. Tubuh menegang tersebut dikarenakan anak tengah mengimbangi atau menahan emosi yang tidak dapat terluapkan.


4. Nafas memburu


Jika emosinya tidak dapat terluapkan dan tubuhnya sudah merespon, selanjutnya nafasnya akan memburu. Ini seiring dengan naiknya emosi yang dimiliki anak.


5. Mudah marah


Anak tantrum temper memang rentan terhadap stimulus yang mengenainya. Jika stimulus yang ia dapatkan tidak sesuai dengan keinginan, hal ini bisa memicu munculnya tantrum.


6. Mengamuk


Inilah perilaku tantrum yang paling terlihat. Anak akan berteriak, menendang bahkan berguling-guling dilantai. Ketika hal ini terjadi berarti anak sudah tidak dapat menahan emosinya lagi.


7. Menyakiti diri sendiri


Tidak hanya marah dan berteriak saja, pada perilaku tantrum tingkat tinggi anak bahkan mampu melukai diri sendiri. Terlepas perilaku melukai diri sendiri tersebut ia sadari atau tidak.


8. Emosi berlebihan


Anak tantrum akan sangat marah ketika keinginannya tidak terpenuhi. Kendati hal ini wajar, namun emosi yang muncul akan terkesan sangat berlebihan bahkan membuat dirinya menjadi pusat perhatian akibat perilaku yang dilakukan tersebut.


9. Kekerasan fisik


Anak yang mengalami tantrum akan cenderung melakukan kekerasan fisik ketika ia diminta berhenti atau di ‘ganggu’ ditengah tantrumnya. Kekerasan fisik itu bukan hanya dilakukan kepada diri sendiri, namun bisa saja diarahkan kepada orang lain yang ada disekitarnya. Hal tersebut dilakukan tanpa sadar dan tidak memiliki sasaran khusus.


10. Pengaruh psikologis


Seperti yang dikatakan sebelumnya, anak yang tantrum akan berperilaku tidak terkontrol dan bisa saja menyakiti diri sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Ini akan berakibat pada kondisi psikologis anak itu sendiri maupun anak yang ada disekitarnya. Perilaku tersebut bisa membuatnya di jauhi oleh teman-teman disekitarnya.


Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Anak Tantrum


Agar perilaku tantrum yang dilakukan anak tidak membuat anda bingung dan malah membuat tantrumnya semakin parah, berikut beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi anak yang sedang tantrum.


  • Beri ruang pada anak untuk meluapkan emosi namun tetap dalam jangkauan anda.
  • Berikan sentuhan atau pelukan lembut sambil membisikan kata-kata yang menenangkan dan mewakili perasaannya.
  • Langsung bertindak dengan memegang tangannya jika anak melakukan hal yang berlebihan seperti akan melukai diri sendiri.
  • Beri peraturan yang jelas dan usahakan anda konsisten terhadap peraturan yang telah anda buat tersebut.
  • Jangan menghentikan tantrum dengan tindakan fisik seperti memukul atau memarahinya dan jangan sampai anda sendiri terbawa emosi.
  • Ajaklah anak berbicara ketika tantrumnya selesai. Gunakan kesempatan ini untuk mengetahui apa keinginan anak.
  • Berikan pilihan sehingga ia merasa pendapatnya dihargai namun tetap dapat kita batasi.


Tantrum adalah perilaku anak yang dilakukan untuk meluapkan keinginannya. Jika anda tidak ingin anak mengalami tantrum yang berlebihan, usahakan untuk mengetahui dan mendengarkan keinginan anak. Jika kita dapat merespon permintaan dan keinginannya dengan baik maka anak tentu tidak sampai melakukan perilaku tantrum.

Cara Membangun Kedekatan Balita dan Ayah

Cara Membangun Kedekatan Balita dan Ayah


Setiap orang tua pasti menginginkan anak dapat tumbuh dengan sehat dan bahagia. Hidup berkeluarga yang berkualitas dan sehat tidak hanya didasari oleh makanan sehat dan gizi seimbang.


Namun, hubungan antara anak dan orang tua di dalam keseharian juga sangat mempengaruhi kesehatan mental Si Kecil.


Sebagai seorang ibu, wajar saja jika hubungan Anda dengan Si Kecil sangatlah dekat. Bagaimana tidak, Anda merupakan orang yang melahirkan dan sangat mampu memberikan kenyamanan pada Si Kecil dalam kondisi paling terburuk sekalipun.


Lalu, bagaimana dengan peran ayah? Hubungan ayah dan balita seringkali tidaklah sedekat hubungan Si Kecil dengan Anda. Ini merupakan hal yang wajar terjadi dikarenakan sosok ayah cenderung tidak selalu ada di sekitar balita karena kesibukan bekerja di luar rumah.


Namun, peran ayah juga sangat penting bagi balita, lho! “Ayah merupakan role model bagi anak laki-laki dan perempuannya. Mereka akan melihat bagaimana ayah memperlakukan ibunya, wanita, dan anaknya. Ayah memberi contoh dan mengajarkan bagaimana anak harus berlaku dalam sebuah hubungan dan kehidupan sosial,” jelas Michael Rubino, seorang Psikoterapis di Pleasant Hill yang juga merupakan seorang terapis pernikahan, keluarga, dan anak, seperti yang ditulis pada situs Patch.


Cara Membangun Kedekatan Ayah dengan Balita


Cara Membangun Kedekatan Balita dan Ayah

Namun jangan khawatir, ayah juga dapat membangun kedekatan dengan balita dengan beberapa cara ini. Simak artikel ini sampai selesai ya.


1. Ajarkan Hal Baru pada Si Kecil

Cara membangun kedekatan ayah dan balita yang pertama adalah dengan mengajarkan suatu hal baru pada Si Kecil.


Ayah dituntut untuk berperan aktif dalam mengajarkan hal baru kepada Si Kecil, misalnya mengajarkan naik sepeda, mewarnai, menggambar, atau membaca. Proses ini dipercaya dapat membangun kedekatan ayah dan balita.


2. Menjadi Pendengar yang Baik

Seperti yang dikutip pada situs Parenting NI, salah satu cara mudah untuk menumbuhkan kedekatan antara anak dan orang tua adalah dengan menjadi pendengar yang baik.


Jika sebelumnya Anda selalu menjadi tempat celoteh Si Kecil, coba ciptakan beberapa momen agar Si Kecil mau menceritakan tentang hal yang menarik kepada ayah.


Jangan hanya sekedar mendengarkan, tapi akui dan katakan pada Si Kecil bahwa ayah sangat mengerti perasaan yang dirasakan Si Kecil. Perasaan dimengerti dan didengarkan secara serius oleh ayah akan membangun kedekatan ayah dan balita.


3. Berikan Pujian dan Apresiasi kepada Balita

Membangun kedekatan ayah dan balita dapat dilakukan dengan cara memberikan pujian atau apresiasi atas hal baik yang dilakukan Si Kecil.


Seringkali Si Kecil merasa minder atau tidak percaya diri karena tidak berhasil mengerjakan suatu hal. Berikan pujian dan apresiasi kepada balita atas usaha yang sudah dilakukannya. Pujian dan apresiasi yang tulus dari ayah akan membantu membangun hubungan ayah dan balita semakin dekat.


Jangan sekali-kali membandingkan balita dengan anak lainnya. Hal ini hanya akan membuatnya semakin rendah diri dan membuat mereka jadi segan untuk dekat dengan ayah. Jadi, lebih banyak lakukan hal positif ya!


4. Pecahkan Masalah Bersama-sama

Cara lainnya dalam membangun hubungan ayah dan balita adalah dengan memecahkan masalah bersama-sama. Ayah harus peka dan aktif dalam melihat situasi dan lingkungan Si Kecil.


Jika Si Kecil terlihat mengalami kesulitan atau terlihat dalam suatu masalah, segera hampiri dan bantu Si Kecil memecahkan masalahnya.


Meski hanya sekedar membangun kembali susunan block yang berantakan, atau membantu membereskan mainan yang berserakan, namun hal ini dapat memberikan arti besar baginya. Manfaatkan momen ini untuk membangun hubungan ayah dan balita.


Itu dia empat cara membangun hubungan ayah dan balita agar semakin dekat. Lakukan dengan sepenuh hati dan konsisten untuk mendapatkan perhatian Si Kecil.

Cara Cepat Menyembuhkan Sariawan Pada Bayi

Cara Cepat Menyembuhkan Sariawan Pada Bayi


Sariawan adalah hal yang umum terjadi pada setiap orang. Penyebabnya pun beragam mulai dari jamur candida albicans, masalah pencernaan, dehidrasi, hingga trauma akibat terbentur sesuatu.


Hal ini bisa membuat Anda khawatir, dan perlu dicari tindakan cara cepat menyembuhkan sariawan pada Si Kecil.


Untuk mengetahui apakah bayi mengalami sariawan, Anda bisa memeriksa tanda-tanda seperti adanya bintik putih atau luka kecil pada lidah, gusi, langit-langit mulut atau bagian dalam pipi, anak gelisah atau menolak saat disusui, warna bibir yang menjadi pucat, hingga ruam popok.


"Beberapa anak mendapatkan sariawan sesering setiap 3 bulan. Beberapa anak juga mendapatkan sariawan besar dan beberapa anak hanya mengalami sariawan kecil. Tetapi karena ini menyakitkan maka harus segera mendapatkan perawatan," jelas dokter Yasser Armanazi, dari Mentor Pediatric Dentistry di Mentor, Ohio.


Yuk, simak seperti apa cara menyembuhkan sariawan pada bayi yang bisa dilakukan berikut ini!


Cara Cepat Menyembuhkan Sariawan pada Bayi




Cara cepat menyembuhkan sariawan bayi sangat mudah dilakukan dan bisa Anda atasi dari rumah. Namun, proses penyembuhan ini tetap memerlukan waktu setidaknya satu minggu, sebelum benar-benar sembuh.


Namun selain itu, ada 10 hal lain yang bisa Anda lakukan sebagai cara cepat menyembuhkan sariawan pada bayi.


1. Perbanyak Cairan

Mengutip Raising Children, cara cepat menyembuhkan sariawan pada bayi adalah dengan memperbanyak asupan cairan. Hal senada juga dilontarkan oleh dr.Karen Davies, dokter anak di Royal Children’s Hospital, Melbourne.


Menurutnya, cara cepat menyembuhkan sariawan pada bayi yang aman adalah memperbanyak cairan, yaitu cairan untuk tubuh Si Kecil.


"Menjaga cairan tubuh sang buah hati membuat sariawannya cepat pulih," katanya seperti dikutip Raisingchildren.net.au.


Anda bisa memberikan Si Kecil minuman dingin, seperti jus buah atau susu dingin. Tetapi ingat, hal ini hanya boleh dilakukan jika Si Kecil sudah berusia cukup, yaitu di atas 6 bulan.


Saat bayi sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI, maka Anda bisa memberikan cairan yang sesuai dengan usianya.


Sebaiknya hindari memberikan jus buah yang bisa memperparah sariawan, seperti jeruk.


2. Memberikan ASI

Jika Si Kecil masih dalam masa menyusui ASI, jangan ragu untuk terus memberikan ASI sebagai cara cepat menyembuhkan sariawan, walau ini akan sedikit menyakitkan untuknya.


Sebab, salah satu penyebab sariawan bayi adalah karena turunnya sistem imun yang ia miliki dan ASI kaya akan sel imunitas yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak.


Memang ASI tidak secara langsung bisa diterapkan sebagai cara cepat menyembuhkan sariawan pada bayi, tapi dengan meningkatnya imunitas dalam tubuh bayi maka semakin cepat pula ia sembuh.


3. Menjemur Bayi

Jamur diketahui suka hidup pada tempat yang lembap dan mulut merupakan salah satu area tubuh yang cukup lembap. Oleh sebab itu, menjemur bayi di pagi hari secara rutin akan membuat jamur penyebab sariawan segera hilang.


Jemurlah bayi mulai dari pukul 07.00-08.00 pagi. Selain baik untuk menghilangkan jamur dan menjadi cara cepat menyembuhkan sariawan, sinar matahari pagi juga baik untuk pembentukan vitamin D di dalam tubuh anak.


"Kebanyakan dokter merekomendasikan untuk menghabiskan sekitar 15 menit sehari di bawah sinar matahari tanpa tabir surya untuk memberi tubuh kesempatan untuk membuat dosis vitamin D hariannya," Michael Holick, MD, profesor, dan direktur Laboratorium Riset Vitamin D, Kulit dan Tulang di Pusat Medis Universitas Boston.


4. Madu

Jika Si Kecil sudah berusia di atas satu tahun, Anda dapat menggunakan madu sebagai cara cepat menyembuhkan sariawan pada bayi.


Cukup oleskan ke daerah yang luka beberapa kali sampai lukanya sembuh.


Madu memiliki sifat antimikroba yang dapat menyembuhkan luka dengan cepat. Hindari cara ini jika Si Kecil masih berusia di bawah satu tahun.


5. Pisang

Untuk bayi yang sudah bisa menikmati MPASI, pisang adalah pilihan yang tepat sebagai cara cepat menyembuhkan sariawan pada bayi.


Buah pisang efektif karena mengandung kalium, magnesium, mangan, serat, vitamin B6 dan C yang tinggi, serta folat.


Selain itu, pisang juga memiliki enzim yang dapat membantu menghentikan pertumbuhan bakteri pada sariawan.


6. Air Kelapa

Menurut Ayuverda atau metode pengobatan tertua di dunia, kelebihan panas di dalam tubuh dapat bermanifestasi sebagai sariawan terutama di musim panas.


Jadi, dengan minum segelas air kelapa dapat membantu sebagai cara cepat menyembuhkan sariawan pada bayi.


Air kelapa tidak hanya kaya nutrisi tetapi juga mengandung 94% air yang membantu mendinginkan tubuh.


Jadi, berikan air kelapa pada Si Kecil yang sudah berusia di atas enam bulan atau sudah bisa menikmati MPASI untuk meringankan rasa sakit di mulutnya.


7. Kunyit

Warna kuning cerah kunyit berasal dari curcumin. Curcumin merupakan senyawa kuat yang dianggap mempunyai kemampuan anti-inflamasi.


Menurut penelitian yang diterbitkan pada Bioscience Report pada 2010, curcumin mampu mengobati sariawan dan bisa diandalkan sebagai cara cepat menyembuhkan sariawan pada bayi.


Studi ini membuktikan bahwa curcumin sebagai anti jamur terhadap spesies albicans dan non-albicans Candida, terutama saat dikombinasikan dengan piperine.


Piperine adalah senyawa yang ditemukan pada lada hitam yang membantu tubuh untuk menyerap kunyit.


Anda bisa membuat campuran 1/4 hingga 1/2 sendok teh kunyit pasta dengan sedikit lada hitam dan 1 cangkir air yang sudah disaring atau bisa juga menggunakan susu. Lalu, panaskan dalam panci sampai hangat.


8. Yogurt

Yogurt alami penuh dengan kandungan bakteri sehat yang disebut probiotik, yang bisa menciptakan keseimbangan jamur di mulut bayi. Hal ini secara efektif dapat menghentikan kandidiasis dari penyebaran.


Untuk melakukan cara cepat menyembuhkan sariawan ini, pastikan Anda memberikan yogurt plain, bukan yang manis dengan berbagai rasa, karena bakteri yang menyebabkan infeksi jamur, menyukai gula.


Teksturnya yang lembut, yogurt juga merupakan makanan yang enak untuk dikonsumsi bayi, saat kesulitan menelan karena sariawan yang menyebabkan mulut dan tenggorokan terasa sakit.


Jika Si Kecil belum bisa makan atau mengonsumsi makanan, oleskan yogurt pada daerah yang terkena sariawan menggunakan kapas.


9. Soda Kue

Soda kue yang dilarutkan (natrium bikarbonat) juga bisa memerangi gejala sariawan dan menjadi cara cepat menyembuhkan sariawan.


Soda kue ini dapat menjadi obat rumahan dalam mengobati sariawan bayi dengan melarutkan setengah sendok teh soda kue ke dalam satu cangkir air hangat, dan oleskan pada sariawan bayi dengan kapas.


Anda juga dapat membuat soda kue menjadi adonan pasta dan tempelkan pada puting sebelum menyusui.


10. Minyak Kelapa

Berkat asam kaprilat yang terkandung di dalam minyak kelapa, dapat menjadi obat rumahan untuk mengobati sariawan pada bayi. Oleskan minyak kelapa menggunakan kapas pada bagian sariawan bayi.


“Anda harus memastikan bahwa bayi tidak alergi terhadap kelapa,” kata dia.


Itu dia, ragam cara cepat menyembuhkan sariawan.


Pastikan setiap tips sesuai dengan kebutuhan dan usia anak. Dengan demikian tips ini jadi semakin efektif sebagai cara cepat menyembuhkan sariawan pada bayi.

Cara Membentuk Anak Agar Paham Keuangan

Cara Membentuk Anak Agar Paham Keuangan


Tak ada kata terlambat atau terlalu cepat bagi anak untuk belajar sesuatu. Jika ingin mengajarkan keuangan pada si Kecil, ada cara mudahnya, lho.


Mungkin keuangan terasa terlalu berat bagi anak-anak. Namun justru mengenalkan sedini mungkin pada mereka mengenai konsep uang dan cara mengaturnya adalah bekal yang bagus untuk masa depannya. Semakin bertumbuh, mereka berkenalan dengan banyak hal, termasuk cara mengatur keuangan


Menurut Moms.com, ada 5 cara membuat anak paham akan keuangan. Berikut caranya:


1. Berikan uang atas kerja keras mereka


Ada baiknya untuk mengajarkan cara mendapatkan uang yang tepat pada anak-anak dari kecil. Ini penting terutama bagi orangtua yang suka memberikan segalanya pada buah hatinya. Jika dibiarkan mendapatkan segala yang diinginkannya dengan mudah, mereka tak bisa belajar makna uang dan bagaimana cara mendapatkannya. 


Anda bisa meminta tolong pada mereka untuk membantu beberapa pekerjaan di rumah dan berikan upah setelahnya. Namun semua harus ditentukan terlebih dahulu. 


Rencanakan daftar pekerjaan rumah yang bisa dibantu mereka, tentu harus disesuaikan dengan umur si Kecil, ya. Kemudian beri tahu mereka jika ingin mendapat uang tambahan, maka ia harus memilih menyelesaikan pekerjaan di daftar tersebut. 


Dengan begitu, mereka bisa belajar bahwa dibutuhkan usaha sendiri untuk mendapatkan uang lebih. Sehingga ia bisa menghargai kerja keras orang lain dan tidak mudah meminta uang begitu saja.


2. Ajak mereka menyimpan uangnya


Pada dasarnya, anak-anak belum punya kesadaran untuk menyimpan uang atau menabung. Saat mendapat uang dalam jumlah cukup banyak, mereka cenderung menghabiskannya saat itu juga. Anda bisa mengajari konsep menabung dan berhemat pada si Kecil. Dengan cara yang tepat, Anda bisa memberi tahu keuntungan apa saja yang bisa didapat jika rutin menabung. 


Begitu juga dengan berhemat. Apa efek positif dari berhemat yang bisa membuat mereka lebih bijak dalam menghabiskan uang miliknya. Dari sana, mereka akan terbiasa untuk menabung dan berhemat di kemudian hari.


3. Biasakan untuk memberi batasan dana untuk mereka


Sebagai orangtua, pasti rasanya ingin memberikan segalanya untuk buah hati. Ini yang harus diperbaiki. Dengan memberikan segalanya, mereka tidak sadar bahwa ada yang harus diperjuangkan untuk mendapatkan barang yang diinginkan. 


Untuk mengenalkannya, Anda bisa memberikan limit atau batasan uang pada mereka. Seperti contoh, Anda hanya memberikan Rp 100 ribu untuk budget membeli mainan. Jika ternyata ada mainan impiannya yang lebih dari harga yang telah ditetapkan, mereka harus menambahkan dari kantongnya sendiri. 


Dengan begitu ia akan belajar bahwa tidak bisa membeli segalanya dengan mudah. Dibutuhkan usaha dan kesabaran untuk mengumpulkan uang demi barang yang diinginkan. Efek lanjutannya adalah, mereka lebih menghargai barang yang telah dibelinya dengan usaha. 


4. Beri pengalaman langsung dalam bertransaksi


Untuk memenuhi kebutuhan pengetahuannya, ajak mereka untuk belanja langsung. Mulailah dari yang mudah, ajak ia belanja makanan favoritnya di toko. Biarkan ia yang membayar di kasir. Saat memberikan uang, ia akan tahu jumlah uang yang dibutuhkan untuk membeli camilannya. 


Dari sana, mereka bisa mengetahui berapa besar uang yang berkurang jika membeli barang yang harganya cukup tinggi. Dengan begitu, mereka bisa menyadari dan memahami harga dari uang tersebut.


5. Jadilah contoh yang baik


Jika ingin membentuk anak yang sadar dengan keuangan, maka orangtuanya harus memberi contoh yang baik. Mudahnya, jika ingin mereka hemat dan bijak dalam belanja, maka Anda juga harus mencontohkan hal yang sama. Pertimbangkan lagi barang yang akan dibeli, apakah perlu, atau sekadar lapar mata saja. 


Begitu juga dengan menabung, Anda bisa memperlihatkan bagaimana caranya menyisihkan uang Anda untuk ditabung. Dari sana ia juga akan belajar untuk menyisihkan uangnya sedikit demi sedikit. 


Dibutuhkan konsistensi untuk membentuk anak yang paham akan banyak hal. Jadi, jangan menyerah dalam memberikan contoh yang baik bagi anak-anak ya!


Itulah cara membuat anak paham keuangan, bagaimana cara mendapatkan uang dengan kerja keras sampai cara menabung dengan bijak. Semoga bermanfaat ya.

Ciri Karakter Anak Keras Kepala

Ciri Karakter Anak Keras Kepala

Ciri Karakter Anak Keras Kepala

Setiap anak adalah individu yang unik dan akan memiliki karakteristik tertentu yang menawan. Namun dibalik keunikan tersebut, ada saja beberapa yang tidak begitu menyebangkan bagi sebagian anak.


Beberapa anak bisa memudahkan orangtua saat proses pengasuhan. Sementara yang lain mungkin memberi makna baru pada istilah 'parenting' karena ada karakter yang bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua!


Anak-anak yang berkemauan keras masuk dalam kategori yang terakhir. Mereka dapat membuat kamu mengerutkan dada setiap kali malam datang.


Tetapi memiliki anak yang berkemauan keras atau keras kepala bukanlah hal yang buruk, kamu juga bisa menganggap ini sebagai sifat positif.


Apa itu Anak Berkemauan Keras?


Anak berkemauan keras adalah karakter yang sulit atau 'keras kepala' bahkan lebih suka jika memiliki kendali atas diri mereka sendiri. Jika diberitahu, akan mendengarkan tapi belum tentu melakukannya karena ia punya keyakinan sendiri.


Anak keras kepala cenderung memiliki keberanian untuk menentang aturan dan memberontak jika seseorang mencoba mengendalikan tindakan mereka dengan cara apa pun. Ketika hal-hal tidak terjadi seperti yang mereka inginkan, mereka cenderung marah. Hal tersebut juga bisa ia lakukan pada orangtuanya sekalipun. 


Ada karakteristik tertentu yang ditunjukkan oleh anak-anak yang berkemauan keras dan kemungkinan kamu mengetahui hal ini karena hanya orangtua yang mengenal anak mereka dengan sangat baik saja yang dapat memahaminya. 


Jika Anda menemukan kendala saat mengasuh si Kecil, coba ketahui apakah anak cenderung seperti anak berkemauan keras? Dikutip dari Popmama.com berikut ciri-ciri anak keras kepala untuk kamu ketahui.


1. Tidak sabar


Anak keras kepala seringkali tidak sabaran. Mereka ingin melakukan semuanya dengan cepat dan dilakukan sekaligus. Ketidaksabaran adalah nama tengah mereka dan mereka benci menunggu hal-hal terjadi secara satu-persatu. Makan, berbicara, berjalan, semuanya harus terjadi dengan cepat, bahkan mendengarkan orang lain juga inginnya tersampaikan dengan cepat.


2. Suka memerintah dan mengontrol


Anak keras kepala sangat suka memerintah. Mereka dengan mudah mengatur dan mengontrol orang lain. Anak-anak seperti ini selalu berharap semua kemauannya akan diikuti. Mereka memiliki ide tertentu dalam pikiran tentang bagaimana hal-hal seharusnya berjalan agar bisa terlaksana dengan baik dan akan melakukan segala kemungkinan untuk menerapkannya. 


Mereka tidak akan ragu untuk memberi tahu Anda tentang apa yang mereka harapkan. Mereka bisa menyampaikan dengan lugas apa yang harus kamu lakukan untuk mewujudkan keinginan mereka.


3. Memiliki kemauan besar untuk belajar banyak hal sendiri


Mereka lebih suka belajar dengan metode coba-coba daripada mengikuti instruksi. Mereka suka diberi pilihan untuk melakukan sesuatu daripada diberitahu. Anak keras kepala memiliki ciri suka mencoba hal baru dan berinovasi. Sementara setiap tantangan yang mereka temukan akan dipecahkan sendiri. Baginya ada kepuasan tersendiri jika sudah melalui satu hal baru.


4. Tidak akan melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya


Entah itu hal baik atau hal buruk, sekalipun itu menggoda bagi banyak orang tapi tetap tidak akan dilakukan oleh mereka, si Anak keras kepala. Mereka tidak akan melakukan hal yang tidak mereka inginkan.


Termasuk ketika Anda meminta anak Anda untuk mengerjakan PR sekolah, jika mereka merasa belum ingin mengerjakannya maka itu tidak akan dilakukan. Apa yang bisa Anda lakukan?


Cobalah untuk mengingatkan batasan waktu. Saat Anda menyiapkan makan siang, katakan pada anak Anda, setelah makan ia perlu menyelesaikan tugas sekolahnya. Setidaknya jam 2 sudah dikerjakan. 


Beri batasan waktu sebagai pengingat. Ini bisa jadi tanda untuk mereka mengatur kegiatannya. Mereka belum tentu melakukannya tepat seperti yang Anda inginkan, bisa saja mereka memiliki aturan waktu mengerjakan PR-nya tersendiri. Sesuai kemauannya.


Ini mungkin akan menguras emosi Anda, tapi kenali karakternya. Tidak perlu marah karena ia akan mengerjakan tugasnya.


5. Anak mudah marah


Bagi anak keras kepala yang masih balita, mereka cenderung mudah marah. Mungkin Anda akan menemukan mereka lebih sering tantrum dibandingkan dengan anak lainnya.


Anak keras kepala biasanya mengalami tantrum yang hebat dan akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menenangkan diri. Mereka mungkin merasa sulit untuk mengekspresikan kemarahan mereka meski itu sudah sering terjadi.


6. Memiliki keyakinan kuat pada dirinya


Tidak tahu itu benar atau salah, ketika anak keras kepala hal tersebut adalah yang ia yakini maka mereka tidak ragu untuk memperjuangkannya. Meski harus melawan orang lain, melawan orang yang lebih besar darinya bahkan orantuanya. Semua itu semata-mata karena mereka anggap hal itu adalah benar. Tidak ada jumlah persuasi yang bisa menggerakkan mereka begitu mereka telah memutuskan.


7. Suka berdebat


Ciri anak keras kepala yang selanjutnya adalah sangat suka berdebat. Mereka akan terus mengejar topik sampai diselesaikan untuk kepuasan mereka.


Cukup dengan menjawab "Saya berkata begitu", tidak akan diterima dan mereka akan menanyai kamu sampai mereka lelah. Mereka suka berada dalam perebutan kekuasaan.


8. Susah mengalihkan tujuannya


Anak-anak yang keras kepala pada umumnya kesulitan untuk berhenti melakukan sesuatu sebelum mereka mencapai tujuan mereka atau menyelesaikan tugas tersebut sepenuhnya. 


Jika suatu hal memang sesuai kehendaknya maka ia akan melakukan itu sungguh-sungguh. Bagi anak yang keras kepala, jika ia ingin mengikuti sebuah kompetisi dan mereka bertujuan menjadi juaranya maka ia akan berusaha sedemikian rupa untuk mengejar kemenangannya.


Mereka cenderung memberikan semua untuk tugas yang ada dan tidak bisa hanya berhenti di tengah jalan.


Bukan tipe mereka untuk menyerah begitu saja, meskipun kadang sulit atau ia sedang terjebak pada situasi yang kurang menguntungkan.


Misal di tengah turnamen bola, anak Anda mengalami cidera ringan. Meski pelatihnya menyarankan untuk digantikan maka belum tentu ia menurut begitu saja. Mengalah bukanlah pilihan baginya.


9. Think Out of the Box


Anak yang keras kepala akan berdiri terpisah dari yang lain dalam urusan berpikir dan menafsirkan situasi atau masalah. Mereka tidak terganggu dengan apa yang orang lain pikirkan dan lakukan.


Mereka memiliki pola pikirnya sendiri. Kadang sulit bagi anak lain membaca pikirannya, tapi sebaliknya, baginya mudah membaca pikiran anak lain dan itu tak sejalan dengannya.


Itulah 9 ciri karakter anak keras kepala yang mungkin kamu temui di rumahmu sendiri. Apakah anak Anda memiliki kecenderungan dengan sifat tersebut?