Pusar Bayi Berdarah, Ketahui Penyebab dan Cara Penanganannya
Pendarahan dari pusar bayi bisa membuat Anda panik. Wajar saja, situasi ini bukanlah sebuah situasi yang akrab, terutama jika Anda adalah seorang ibu baru.
Bagi orang tua baru, memiliki bayi baru lahir bisa menjadi tantangan tersendiri. Salah satunya adalah merawat pusar bayi.
Ketika bayi lahir, tali pusar bayi yang merupakan jalur makanan dari ibu ke bayi akan dijepit dan dipotong. Hal ini akan sedikit meninggalkan tali pusar di perut bayi yang baru lahir.
Setelah beberapa minggu, tali pusar yang tersisa di pusar bayi akan terlepas dengan sendirinya. Namun di antara waktu tersebut, tidak jarang pusar bayi mengalami pendarahan dan menimbulkan kepanikan.
Berikut ini adalah penyebab dan hal apa yang harus diwaspadai saat pusar bayi mengalami pendarahan.
Kondisi Normal
Rata-rata, tali pusat bayi akan terlepas 10-14 hari setelah lahir. Tali pusar perlahan-lahan akan mengering dan menjadi lebih kecil, lalu lepas dengan sendirinya.
“Ketika sisa tali pusat mulai terlihat akan terlepas, maka mungkin akan ada beberapa tetes darah atau nanah. Ini normal dan akan hilang dalam satu atau dua hari. Tali pusat yang kering akan berbau, karena merupakan jaringan mati,” ungkap Dr. Dina Kulik, seperti dikutip dari Today's Parent.
Oleh karena itu, jika Anda menemukan darah di sekitar pusar bayi yang baru lahir, Anda tidak perlu langsung panik. Darah ini biasanya terlihat saat sedang mengganti popok bayi, mandi, atau saat sedang membersihkan pusar bayi.
Penyebab Pusar Bayi Berdarah
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan pusar bayi berdarah. Penyebab pertama yang paling mungkin adalah titik di mana tali pusat yang akan mulai terpisah dari tubuh bayi.
Selain itu, adanya gesekan pusar bayi dengan popok atau saat mandi juga dapat dengan mudah (rentan) menyebabkan pusar bayi berdarah.
Untuk itu, Anda memang perlu ekstra hati-hati saat membersihkan area di sekitar pusar bayi agar tidak terjadi pendarahan dari pusar bayi.
Selain beberapa tetes darah, Anda juga mungkin akan menjumpai sekresi lendir berwarna merah darah. Ini juga merupakan hal yang normal.
Jika ternyata pusar bayi Anda berdarah, tidak perlu panik. Cukup gunakan kapas bersih (dengan air hangat bersih) untuk secara perlahan membasuh sisa darah di pusar bayi.
Kemudian segera keringkan area di sekitar pusar bayi. Setelah itu, pastikan pusar bayi tidak tertekan dengan popok agar hal ini tidak terulang kembali.
Perhatikan Gejala Infeksi
Tali pusar berdarah bisa menyebabkan infeksi. Meski jarang terjadi, penting juga untuk mewaspadai adanya infeksi di pusar bayi.
"Hal yang perlu diwaspadai antara lain tali pusat yang berbau, cairan berbau busuk, mengeluarkan nanah, kemerahan, pembengkakan di sekitar pusar bayi, pendarahan terus menerus, demam, lesu, kurang makan, dan mudah rewel,” ungkap Dokter Anak Margaret Grell, MD dari Rumah Sakit Joe DiMaggio Children’s, Hollywood, Florida, seperti dikutip dari Parents.com.
Saat gejala-gejala tersebut muncul, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter mengenai perawatan dan tindakan yang tepat dalam menangani masalah pada pusar bayi.
Cara Merawat Tali Pusar Bayi
Menurut laporan Journal of Nursing Update, disebutkan bahwa cara merawat tali pusar memiliki pengaruh yang besar terhadap lamanya waktu pelepasan tali pusar pada bayi yang baru lahir.
Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mempelajari dan membiasakan diri melakukan perawatan tali pusar dengan teknik yang baik dan juga benar untuk bayi baru lahir. Tentunya hal ini dimaksudkan agar tali pusar bayi tidak terlalu lama menempel.
Demi keamanan, Anda juga jangan memberikan bedak ataupun minyak pada pusar ya. Jaga agar pusar tetap terbuka dan jangan menutupinya dengan kain kasa. Kemudian, saat memakai popok, pastikan pusar tidak lembap.
Meski perawatannya tidak terlalu sulit, namun ada beberapa situasi yang harus Anda waspadai, misalnya pusar bayi menjadi merah, bengkak, mengeluarkan nanah, demam, atau pusar berbau tidak sedap.
Jadi, jika pusar bayi Anda terlihat dalam kondisi baik, maka tidak perlu khawatir ya!
Lalu, bagaimana cara merawatnya agar pusar bayi berdarah bisa dihindari?
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, merawat tali pusat bayi sebenarnya bukanlah sebuah hal yang rumit, karena pada akhirnya ia akan mengering dan kemudian terlepas.
Nah, sementara menunggu tali pusar bayi lepas, Anda perlu tahu cara merawatnya. Dari laporan Mayo Clinic, berikut cara merawat tali pusat yang belum lepas.
1. Jaga Tali Pusar Tetap Kering
Untuk menjaga tali pusar tetap kering. Nah, harap berhati-hati, jangan menggunakan alkohol untuk membersihkan area di sekitar pusar bayi ya.
Karena selain bisa mengiritasi kulit, penggunaan alkohol untuk membersihkan area pusar juga bisa membunuh bakteri yang bisa membantu tali pusar mengering dan terpisah.
Nah, cara terbaik agar tali pusar lepas dengan cepat adalah dengan membiarkannya terkena udara. Dengan demikian, tali pusar bisa cepat kering.
2. Perhatikan Popok Si Kecil
Anda perlu memperhatikan posisi popok Si Kecil nih! Akan lebih baik jika Anda mengenakan popok dengan sangat hati-hati dan tidak sampai menutupi tali pusar.
Jika tali pusat tertutup kain popok dalam jangka waktu yang panjang, hal tersebut bisa menyebabkan tali pusar dapat terlepas dalam waktu yang lebih lama.
Nah, jangan lupa untuk ganti popok Si Kecil sesering mungkin untuk mencegah air pipis dan kotoran Si Kecil terkena tali pusar, ya!
3. Mandikan dengan Waslap
Tips terakhir dalam merawat tali pusar bayi sebelum lepas adalah jangan memandikan Si Kecil di bak ya!
Saat tali pusar bayi belum puput, sebaiknya Anda bersihkan tubuh Si Kecil dengan mengusapkan waslap secara lembut ke kepala dan badannya.
Tujuannya agar tali pusar terhindar dari terkena air terlalu lama. Jika hal ini terjadi, dikhawatirkan Si Kecil mungkin bisa terkena infeksi.
Agar tali pusat tetap bersih dan kering, Anda perlu merawat tali pusar dengan lebih ekstra. Jangan sampai kondisi pusar berdarah, bernanah, dan bau dialami oleh Si Kecil ya!
Nah, seperti yang sudah dibahas, kondisi pusar bayi berdarah sangat wajar terjadi ketika tali pusar lepas. Anda hanya perlu menyekanya saja.
Namun, bila pusar bayi Anda berbau, bernanah dan terus menerus mengeluarkan darah, jangan lupa segera memeriksakannya dokter, ya! Karena hal ini membutuhkan pemeriksaan dan penanganan dari ahlinya.