Efek Samping Obat Penyubur Kandungan

Efek Samping Obat Penyubur Kandungan


Apakah Anda sedang menantikan buah hati, tapi tidak kunjung hamil? Jangan khawatir, ada banyak cara agar Anda cepat hamil, salah satunya dengan obat penyubur kandungan. Nah, sebelum menggunakan obat tersebut simak dulu berbagai kemungkinan risiko dan efek samping obat penyubur kandungan berikut ini.


Efek samping obat penyubur kandungan yang ringan


Bagi wanita yang sulit hamil, obat penyubur kandungan dapat menjadi langkah pertama dalam pengobatan. Obat tersebut meningkatkan kadar hormon tubuh yang mengatur masa subur (ovulasi) sehingga kemungkinan Anda untuk hamil menjadi lebih besar. Walaupun obat penyubur kandungan terbukti aman dan berhasil, ada risiko dan efek samping yang mungkin terjadi.


Munculnya risiko dan efek samping tergantung obat penyubur kandungan mana yang digunakan, seberapa tinggi dosis obat, dan keadaan tubuh Anda. Efek samping obat penyubur kandungan sulit untuk diprediksi sebelum Anda mencoba untuk menggunakannya. Menurut Very Well, risiko yang umumnya terjadi akibat obat penyubur kandungan adalah hamil kembar (dua anak kembar atau lebih).


Berikut beberapa jenis obat penyubur kandungan dan efek sampingnya.


1. Clomiphene citrate (clomid)


Clomiphene citrate meningkatkan dua hormon penting, yaitu hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing. Kedua hormon tersebut membuat sel telur matang dan siap untuk dilepaskan ke tuba falopi sehingga lebih mudah dibuahi oleh sperma. Kemungkinan efek samping dari obat ini meliputi :


  • Hot flashes
  • Perut kembung dan terasa sakit
  • Berat badan naik
  • Sakit kepala
  • Perubahan mood
  • Mual
  • Pusing
  • Payudara jadi lebih sensitif
  • Vagina kering
  • Perdarahan menstruasi yang tidak normal


2. Gonadotropin


Cara kerja gonadotropin sama seperti clomid. Namun, obat ini hanya digunakan untuk wanita dengan PCOS yang tidak ampuh dengan obat penyubur kandungan lain atau wanita yang menjalani bayi tabung. Kemungkinan efek samping obat penyubur kandungan gonadotropin adalah :


  • Sakit kepala
  • Mual dan sakit perut
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Perut kembung
  • Muncul jerawat
  • Perubahan mood
  • Berat badan naik
  • Rasa nyeri dan kemerahan pada bagian tubuh yang disuntik
  • Pusing
  • Perdarahan menstruasi yang tidak normal


3. Gonadotropin releasing hormone (GnRH) agonist dan antagonist


Keduanya obat tersebut digunakan untuk mengatur ovulasi khusus pada wanita yang menjalani prosedur bayi tabung. Namun, penggunaannya hanya direkomendasikan jangka pendek. Kemungkinan efek samping dari GnRH agonis seperti Lupron termasuk :


  • Hot flashes
  • Sakit kepala
  • Suasana hati berubah, seperti kecemasan dan depresi
  • Kekeringan vagina
  • Muncul jerawat
  • Nyeri sendi
  • Mual
  • Sakit perut
  • Berat badan naik
  • Gairah seks menurun
  • Pusing
  • Rasa nyeri dan kemerahan pada bagian tubuh yang disuntik


Kemungkinan efek samping dari GnRH antagonis meliputi :


  • Sakit kepala
  • Mual dan sakit perut
  • Perdarahan menstruasi yang tidak normal


Efek samping obat penyubur kandungan yang parah


Selain efek samping ringan yang bisa hilang dengan sendirinya, penggunaan obat penyubur kandungan juga bisa menyebabkan efek samping yang parah. Untungnya, ini jarang terjadi. Jadi, selalu konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat penyubur kandungan.


1. Gangguan penglihatan


Wanita yang menggunakan clomid atau letrozole memiliki risiko mengalami gangguan penglihatan. Bila Anda mengalami black floater (bercak hitam di penglihatan) dan penglihatan kabur yang disertai sakit kepala selama mengonsumsi obat, konsultasikan ke dokter. Biasanya gangguan tersebut akan hilang begitu obat berhenti diminum.


2. Kehamilan ektopik


Wanita yang menggunakan gonadotropin memiliki risiko kehamilan ektopik, yaitu kehamilan yang terjadi di luar rahim. Kondisi ini membahayakan nyawa janin. Bila muncul gejala nyeri pinggul parah, mual, muntah, dan sakit perut selama kehamilan, segera periksa kesehatan Anda ke dokter. Kemungkinan besar gejala tersebut menjadi tanda Anda mengalami kehamilan ektopik.


3. Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS)


Beberapa obat penyubur kandungan bisa merangsang ovarium untuk menghasilkan sel telur lebih banyak dari biasanya. Ini bisa meningkatkan risiko wanita terkena OHSS. Kondisi ini mengancam kesuburan dan nyawa seseorang karena bisa menyebabkan gagal ginjal dan penggumpalan darah.


Bagaimana cara mengurangi efek samping obat penyubur kandungan?


Efek samping dari obat penyubur kandungan tidak mungkin bisa dihindari sama sekali, tapi bisa diringankan gejalanya. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk mengurangi munculnya gejala. Biasanya, dokter akan memberikan dosis obat yang rendah terlebih dahulu, sehinga tidak akan menimbulkan efek lebih banyak dibanding langsung mengonsumsi obat dengan dosis lebih tinggi.


Dilansir dari The Bumps, beberapa obat yang dapat mengurangi gejala efek samping obat penyubur kandungan yaitu obat antidepresan dan paracetamol. Melakukan olahraga rutin dan akupunktur bisa membantu Anda mengurangi gejala perubahan mood yang muncul.

Bolehkah Makan Pedas Saat Hamil?

Bolehkah Makan Pedas Saat Hamil?


Banyak kabar mengenai pantangan makanan yang harus dipatuhi oleh ibu hamil. Salah satunya adalah makanan pedas yang membuat ibu hamil bertanya, bolehkah makan pedas saat hamil?


Makanan pedas dianggap bisa menimbulkan keguguran bahkan dipercaya dapat menyebabkan bayi lahir dengan rambut yang botak atau tipis. Lantas, bagaimanakah kebenarannya?


Makanan pedas erat kaitannya dengan makanan yang mengandung cabai. Makanan pedas berbeda dari makanan lainnya karena dapat memberikan sensasi unik, yaitu rasa panas atau terbakar pada mulut dan lidah.


Meski terdengar tidak nyaman, banyak orang yang menyukai sensasi ini, termasuk wanita-wanita yang sekarang mungkin sedang hamil. Beberapa bahkan mengatakan bahwa rasa pedas dapat meningkatkan nafsu makan mereka.


Bolehkah Ibu Hamil Makan Pedas Menurut Medis



Para medis telah sepakat bahwa makanan pedas tidak memiliki pengaruh terhadap tumbuh kembang bayi dalam kandungan. Namun tetap akan berpengaruh pada kondisi ibu hamil. Pengaruh buruk dapat timbul jika mengkonsumsi makanan pedas dalam jumlah banyak atau apabila mengkonsumsi makanan yang tingkat kepedasannya terlampau tinggi.


Dan apakah mitos yang menyatakan bayi akan lahir dengan rambut botak atau tipis dikarenakan ibunya sering makan makanan pedas itu benar? Jawabannya; Tidak benar sama sekali. Rambut bayi yang lebat atau tipis ataupun terlihat seperti botak bukanlah disebabkan karena sang ibu mengkonsumsi makanan pedas selama kehamilannya.


Namun lebat tidaknya rambut bayi ditentukan oleh faktor keturunan, karena informasi genetik orantua bayi akan menurun pada anaknya.


Pengaruh Bagi Sang Ibu


Makanan pedas akan berpengaruh pada tubuh ibu hamil hampir sama pada saat ibu sedang tidak hamil. Kekuatan tubuh tiap-tiap manusia dalam menerima makanan pedas berbeda-beda.


Tidak ada takaran tepat seberapa banyak makanan pedas yang bisa dikonsumsi, atau seberapa pedas yang boleh dikonsumsi, semua tergantung kekuatan tubuh pengkonsumsinya.


Ada beberapa efek samping yang bisa terjadi jika ibu hamil mengkonsumsi terlalu banyak makanan pedas, antara lain seperti; mual, muntah, sakit perut dan masalah pencernaan lainnya.


Jadi, makanan pedas tidaklah menyebabkan bayi dalam kandungan terlahir dalam keadaan rambut tipis apalagi botak, semua kembali pada faktor gen atau keturunan. Yang perlu dikhawatirkan dari ibu hamil yang makan pedas adalah seberapa pedas makanan itu, jika ibu hamil sampai mengalami mual, sakit perut, dan masalah pencernaan, tentu akan mengurangi jam istirahat ibu hamil, hal inilah yang malah akan berpengaruh pada bayi dalam kandungan ibu hamil.


Tentu ibu hamil akan berusaha semaksimal mungkin agar bayi dalam kandungannya bertumbung kembang dengan sebaik mungkin, dan pada saat masa persalinan nantinya tidak mengalami kesulitan yang berarti. Maka dianjurkan agar ibu hamil tetap mengkonsumsi berbagai makanan yang memiliki gizi baik dan seimbang untuk kebutuhan nutrisi bayinya.

Bolehkah Minum Teh Saat Hamil?

Bolehkah Minum Teh Saat Hamil?



Bolehkah minum teh saat hamil?” pertanyaan ini menjadi pertanyaan umum di benak para calon ibu karena teh mengandung kafein. Akan tetapi, teh merupakan salah satu minuman khas Indonesia yang banyak dikonsumsi. Tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga ibu hamil.


Apalagi dengan manfaat yang banyak seperti ketika terjadi “morning sickness”, seorang ibu hamil akan merasa mual jika mengonsumsi apa pun. Beberapa ibu hamil lalu memutuskan untuk meminum teh manis agar mengurangi rasa mual, menjadikan teh sebagai minuman yang bisa diandalkan.


Kalau sudah menjadi kebiasaan begini, apa yang sebaiknya ibu hamil lakukan?


Bahaya Minum Teh Manis Saat Hamil


Pertama-tama, kita harus mengetahui terlebih dahulu efek dari minum teh manis ketika sedang mengandung. Sebenarnya, teh hampir sama halnya seperti minum kopi. Di mana, terdapat kafein di dalamnya.


Ketika sedang hamil, konsumsi kafein yang berlebihan akan berefek tidak baik bagi kesehatan tubuh dan juga janin. Akan tetapi, teh juga mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh, bahkan diibaratkan seperti kandungan yang baik dari Zen. Teh juga mengandung antioksidan yang baik bagi tubuh.


Terkait juga dengan pertanyaan bolehkan ibu hamil minum teh manis, kita perlu mengetahui kandungan yang ada di dalamnya. Begitu juga dengan kandungan glukosa yang dicampurkan pada teh manis juga bisa memberikan efek tertentu.


Kandungan kafein yang ada pada teh bisa berakibat buruk jika dikonsumsi pada saat hamil secara berlebihan. Kafein merupakan sebuah zat yang bisa memicu peningkatan detak jantung dan juga metabolisme meskipun Kafein yang terdapat dalam teh memang lebih sedikit dibandingkan pada kopi.


Akan tetapi, akibatnya akan menjadi buruk jika ibu hamil sering mengonsumsinya. Kafein tersebut bisa mengganggu tumbuh kembang janin. Selain itu, jika teh yang mengandung kafein tersebut dikonsumsi secara terus menerus akan menimbulkan gejala sakit kepala dan juga insomnia. Apalagi jika ibu hamil mengonsumsi banyak teh yang akan menimbulkan banyak kafein, kelebihan kafein bisa menyebabkan keguguran.


Sedangkan jika ibu hamil sering mengonsumsi teh manis dengan gula biasa, maka hal tersebut bisa menimbulkan kelebihan glukosa yang kurang baik untuk kondisi kehamilan anda.


Yang Harus Dilakukan Jika Tidak Bisa Menghindari Teh Manis


Sesungguhnya, pantangan untuk tidak meminum teh sama sekali saat hamil akan terasa sangat susah. Terutama ketika di pagi hari ibu hamil merasa mual dan selalu muntah. Teh manis menjadi suatu solusi yang sangat efektif untuk meredakan “morning sickness” tersebut.


Nah yang perlu ibu hamil lakukan adalah dengan mengontrol asupan makanan dan minuman. Tidak perlu menghindari teh manis sekaligus tanpa meminumnya sedikit pun. Hanya saja, ibu hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi teh manis secara berlebihan. Semakin banyak teh manis yang ibu hamil minum, semakin banyak pula kafein dan glukosa yang akan masuk ke dalam tubuh.


Sehingga, ibu hamil harus mengontrolnya agar tidak membahayakan janin dan kondisi kandungan anda. Sekali waktu dalam sehari untuk meminum teh bisa dilakukan.


Dengan demikian, sudah jelas bukan jika meminum teh pada saat hamil secara berlebihan akan membahayakan janin. Akan tetapi, jika masih dalam kadar tertentu, teh manis tersebut tidak akan memberikan masalah.


Namun tentunya, selalu utamakan kesehatan tubuh dan janin. Batasilah atau kurangi kebiasaan minum teh manis saat mengandung, sehingga anda tidak perlu cemas dan was-was lagi terhadap asupan kafein yang mungkin masuk ke dalam tubuh anda.


Lalu, di sinilah kita bisa menjawab dengan bijak tentang bolehkan ibu hamil minum teh manis untuk dikonsumsi.

Tips Mengatur Pola Makan Sehat Saat Menyantap Hidangan Lebaran

Tips Mengatur Pola Makan Sehat Saat Menyantap Hidangan Lebaran


Menjelang Idul Fitri, Anda mungkin sudah menyiapkan bahan-bahan untuk memasak makanan khas Lebaran. Seperti sayur ketupat, rendang, sambal ati goreng dan lain sebagainya.


Sebagian besar makanan tersebut mengandung banyak minyak dan lemak. Belum lagi dengan makanan manis seperti kue-kue kering dan minuman manis yang menyegarkan.


Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi makanan bersantan pada saat Lebaran agar tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.


Untuk itu, mari kita simak mengenai batasan konsumsi makanan saat Lebaran yang cukup dan tidak berlebihan berikut ini.


Batasan Porsi Makan yang Sehat saat Lebaran



Dijelaskan oleh dr. David Fadjar Putra, MS, Sp. GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah-Pondok Indah bahwa: “Pedoman diet sehat adalah 50-60 persen kalori berasal dari karbohidrat, 15-20 persen kalori berasal dari protein, sisanya 20-35 persen berasal dari lemak.” 


Ia menambahkan, "Pada orang dewasa dengan kebutuhan 1800 kalori per hari maka jumlah lemak yang boleh dikonsumsi adalah 360-630 kalori, setara dengan 7-12 sendok teh minyak/mentega. Sedangkan gula diperbolehkan 5% kalori, berarti 90% kalori atau setara 2 sendok makan per hari."


Namun, harus Anda ingat bahwa gula sudah terdapat dalam berbagai jenis makanan lain seperti biskuit, kue, kue kering, dan sebagainya.


Oleh karena itu, dokter David mengingatkan sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi hidangan berlemak dan serba manis saat Lebaran. Asupan kalori berlebih menyebabkan berat badan dan risiko penyakit metabolik.


Tips Makan Saat Lebaran Agar Tidak Berlebihan



Jika Anda merasa perlu mengetahui tips makan saat Lebaran agar tidak berlebihan. Berikut ini adalah caranya dikutip dari Summer Tomato.


1. Gunakan Piring yang Lebih Kecil

Makan sepiring penuh akan menandakan bahwa Anda sedang menyantap makanan utama dengan sebagian piring yang penuh, terlepas dari jumlah makanan yang sebenarnya.


Menggunakan piring yang lebih kecil adalah cara yang efektif untuk makan lebih sedikit tanpa disadari.


2. Gunakan Gelas yang Lebih Tinggi

Sama seperti makanan yang tampak terlihat lebih banyak di piring besar, ketinggiannya membuat segala sesuatunya terlihat lebih besar dari ukuran normal dan bahkan ketika volumenya sama.


Anda dapat mengurangi kalori pada minuman manis dengan memilih gelas yang lebih tinggi daripada yang lebih pendek dan gemuk.


3. Jauhkan Makanan Ringan dari Pandangan

Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih banyak orang makan ketika makanan berada di depan mata mereka.


Pada saat yang sama, sebaliknya, keinginan untuk makan akan berkurang jika seseorang harus berusaha ekstra untuk menggapainya.


Untuk menghindari makan camilan ekstra, jauhkan makanan dari pandangan, atau lebih baik keluar dari area tersebut. Di sisi lain, buatlah makanan sehat lebih mudah dijangkau, seperti potongan buah-buahan.


4. Kunyah dengan Seksama

Yang terbaik adalah mengunyah makanan benar-benar hancur sebelum menelannya, daripada mengunyah beberapa kali saja dan langsung menelannya. Mengunyah lebih sedikit bisa membuat Anda makan lebih banyak.


5. Jangan Makan di Depan TV

Bagi kebanyakan orang, gangguan makan ditandai dengan makan berlebihan. Biasanya, mereka akan membuat bagian terakhir film menjadi patokan makan sudah selesai.


Oleh karena itu, jangan sampai Anda terdiam di depan TV ya, atau terus menambah makanan hingga tayangan di TV selesai. Hal ini memungkinkan membuat Anda untuk makan lebih banyak makanan saat Lebaran.


Itu dia tahapan sehat makan saat Lebaran yang bisa Anda terapkan. Selamat Lebaran!

Puasa Bisa Pengaruhi Produksi ASI, Cek Faktanya yuk!

Puasa Bisa Pengaruhi Produksi ASI, Cek Faktanya yuk!


Produksi ASI yang melimpah adalah impian untuk setiap ibu yang sedang menyusui. Sebab, pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat bergantung pada ASI, terutama pada periode 1000 hari pertama. Beberapa manfaat dari ASI yaitu di mulai dari menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi, menghindari infeksi, sampai meningkatkan keintiman Bunda dan bayi.


Oleh karena itu, terdapat banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat produksi ASI melimpah, seperti mengonsumsi ASI booster, skin to skin contact dengan bayi, dan mencukupi asupan nutrisi pada setiap makanan yang Anda makan.


Menjelang bulan Ramadan, Anda yang sedang menyusui pasti akan kembali di buat galau. Apakah akan menunaikan ibadah puasa Ramadan atau tidak? Tentu saja itu hal yang wajar sekali. Saat masa menyusui, Anda sering khawatir tidak dapat menjalankan ibadah puasa.


Khawatir Produksi ASI Menurun karena Puasa



Banyak hal yang bisa menjadi penyebab kekhawatiran seorang ibu seperti apakah produksi ASI akan berkurang, apakah bayi tetap mendapatkan nutrisi jika Anda berpuasa, dan pertanyaan serupa lainnya. Namun, di sisi lain, Anda juga tetap ingin menjalankan ibadah puasa. Apakah boleh?


Dikutip dari orami dr. Sarah Audia Hasna saat berbincang-bincang pada Kulwap Orami Community mengatakan: “Tentunya bisa. Hanya saja, banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti usia bayi, kondisi kesehatan Anda dan bayi, jangan sampai dehidrasi, dan tetap konsumsi suplemen peningkat ASI,” 


Ada beberapa kondisi yang sebaiknya Anda tidak menunaikan ibadah puasa, di antaranya saat bayi masih berusia kurang dari 6 bulan dan sedang menjalani ASI eksklusif, bayi sedang sakit atau dalam masa pemulihan, atau Anda mengalami dehidrasi.


Untuk selebihnya, Anda tetap bisa berpuasa tanpa mengganggu proses menyusui jika asupan nutrisi Anda terpenuhi.


Kemudian, apakah berpuasa akan membuat ASI menjadi kurang atau memengaruhi produksi ASI?


Puasa atau penurunan asupan kalori tidak berpengaruh pada produksi ASI. Jika terjadi penurunan berat badan saat berpuasa, kondisi ini berpengaruh pada kandungan lemak dalam ASI, bukan jumlahnya.


"Jika Anda sudah mempertimbangkan dan memutuskan untuk berpuasa, maka ada tips yang bisa disimak agar puasa ibu berjalan lancar dan bayi mendapat cukup ASI,” lanjut dr. Sarah, yang saat ini aktif praktik di Eka Hospital BSD.


Tips Berpuasa untuk Ibu Menyusui



Saat menjalankan ibadah puasa dan harus menyusui, Anda tidak boleh melewatkan direct breastfeeding (DBF) selama berada di rumah. Ketika menjelang tidur, jangan lewatkan untuk pumping agar ASI tetap lancar.


Selain itu, Anda wajib memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi saat berbuka puasa, sahur, dan menjelang tidur. Serta Anda juga harus tetap makan besar sebanyak 3 kali dengan zat gizi yang lengkap dan bukan hanya mengenyangkan saja.


Anda dianjurkan untuk makan makanan dengan komposisi tinggi karbohidrat, protein hewani dan nabati dengan sedikit lemak, dan ditambahkan sayur serta buah. Perbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi,” ungkap dr. Sarah yang sudah menjadi konselor laktasi sejak tahun 2011 lalu ini.


Ikan salmon, tuna, daging sapi tanpa lemak, brokoli, wortel, kacang-kacangan seperti kacang hijau, edamame adalah beberapa contoh makanan yang baik untuk Anda konsumsi. Makan saat sahur dilakukan secara bertahap dan menjelang imsak Anda bisa makan kurma atau susu yang memperkuat stamina selama berpuasa.


Mengonsumsi vitamin C juga baik untuk membantu penyerapan zat besi yang bisa Anda temukan pada sayuran hijau seperti brokoli atau buah-buahan seperti tomat, pepaya, mangga, dan jeruk. Selain itu, mengonsumsi biji-bijian juga dapat membuat tubuh Anda lebih berenergi dan bertenaga.


Menurut International Lactation Consultant Association, bahwa asupan air putih yang cukup menjadi kunci sukses untuk menyusui saat berpuasa. Ibu menyusui yang hendak berpuasa dianjurkan untuk minum sedikit demi sedikit sepanjang waktu yang diizinkan, dari waktu berbuka puasa hingga waktu imsak tiba.


Minum terlalu banyak pada saat sahur hanya akan mengisi kandung kemih dan dikeluarkan segera setelahnya, sehingga ibu akan merasa cepat haus selama sisa hari itu.


Ketika tubuh Anda lebih berenergi dan bertenaga selama berpuasa, maka tidak akan mengganggu proses menyusui untuk Si Kecil. Selamat mencoba, ya!

7 Tips Rekomendasi Makanan Bernutrisi Agar Puasa Lebih Lancar

7 Tips Rekomendasi Makanan Bernutrisi Agar Puasa Lebih Lancar


Tidak terasa bulan Ramadhan yang kita rindukan akan kita jumpai hanya dalam waktu kurang dari sebulan. Tentunya, menyiapkan masakan sahur menjadi salah satu hal yang Anda tunggu-tunggu ya!


Namun, perlu Anda ketahui bahwa nutrisi pada makanan sahur juga perlu diperhatikan, lho. Nutrisi penting ini akan memberi tubuh energi yang cukup untuk menahan rasa lapar sepanjang hari.


Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja nutrisi dan jenis makanan sahur yang dibutuhkan oleh tubuh.


Simak penjelasan di bawah ini, ya! Agar makanan sahur nanti akan terasa lebih nikmat dan dapat memenuhi kebutuhan energi tubuh selama beraktivitas.


Rekomendasi Makanan Sahur Bernutrisi

Selama puasa satu bulan, kita akan mengalami perubahan pola makan, dua kali sehari yaitu waktu sahur dan waktu berbuka puasa. Hal ini akan menyebabkan tubuh kehilangan energi dan memperlambat kinerja organ tubuh manusia.


Banyak orang mengira bahwa meningkatkan porsi makanan sahur dapat membuat tubuh lebih kuat, padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar, lho.


Perlu ditekankan bahwa bukan pada porsinya, melainkan nutrisi dan gizi seimbang yang ada pada makanan sahur.


Untuk itu mari kita pelajari lebih lanjut mengenai nutrisi penting untuk makanan sahur nanti.


1. Perbanyak Minum Air Putih



Minum banyak air putih dan makan makanan sahur yang menghidrasi selama Ramadhan adalah salah satu hal yang perlu dilakukan.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk minum banyak air di antara buka puasa dan saat sahur. Suhu panas di siang hari membuat tubuh lebih banyak berkeringat, sehingga cairan tubuh akan hilang.


Penting untuk minum cairan setidaknya 10 gelas saat berbuka puasa ataupun sahur.


Anda juga dapat meningkatkan asupan air dengan mengonsumsi makanan sahur yang menghidrasi seperti buah semangka.


Coba tambahkan semangka ke dalam makanan sahur atau makanlah sebagai camilan manis setelah berbuka puasa.


Salad yang mengandung banyak mentimun dan tomat cukup untuk menghidrasi tubuh dan bisa dijadikan ide makanan sahur.


Harap diperhatikan agar menghindari minuman mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan kola, karena kafein dapat membuat beberapa orang lebih sering buang air kecil, yang dapat menyebabkan dehidrasi.


2. Buah Kurma



Siapa sangka, buah kurma tidak hanya bisa dimakan saat berbuka puasa, tapi juga dalam makanan sahur.


Menurut British Nutrition Foundation, buah kurma mengandung gula alami yang dapat menghasilkan energi pada tubuh. Serta kandungan mineralnya, kalium dan serat juga dapat membuat fungsi organ tubuh bekerja secara optimal.


Buah kurma mengandung tiga jenis zat gula, yaitu glukosa, sukrosa, dan fruktosa.


Glukosa berfungsi untuk meningkatkan kadar gula dalam darah, serta fungsi fruktosa dan sukrosa dapat menjaganya agar tetap stabil.


Anda bisa menyelipkan paling tidak dua butir buah kurma untuk sahur maupun saat berbuka puasa.


Selain kurma, jenis makanan sahur lainnya agar kuat berpuasa yakni aprikot, buah ara dan kismis, yang menyediakan serat dan nutrisi.


3. Biji-bijian



Biji-bijian kaya akan serat, yang membantu sistem pencernaan dan membersihkan bakteri jahat dari dalam usus.


Ini bisa menjadi ide makanan sahur agar kuat puasa dan perut terasa kenyang lebih lama. Protein dalam biji-bijian juga penting untuk memperbaiki dan membangun jaringan tubuh.


Tubuh membutuhkan protein agar kuat puasa selama sehari penuh.


Anda bisa memilih kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, serta kacang polong sebagai ide makanan sahur dengan biji-bijian.


Selain itu biji-bijian juga mengandung vitamin B yang dapat membuat tubuh lebih berenergi dan meningkatkan metabolisme tubuh.


4. Buah dan Sayur



Jenis makanan untuk sahur selanjutnya adalah mengonsumsi buah dan sayur.


Ini menjadi nutrisi penting yang wajib ada di makanan sahur.


Disebut dalam Better Health Channel bahwa buah dan sayur mengandung banyak vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Ini termasuk vitamin A (beta-karoten), C dan E, magnesium, seng, fosfor dan asam folat.


Asam folat dapat menurunkan kadar homosistein dalam darah, yaitu zat yang dapat menjadi faktor risiko penyakit jantung koroner.


Pilih sayuran dengan kadar air tinggi. Misalnya memasak sayuran menjadi sebuah sup. Tapi perlu diingat, jangan mengonsumsi buah yang rasanya terlalu asam saat perut masih dalam keadaan kosong.


5. Karbohidrat



Hidangan yang tepat untuk mengisi makanan sahur nanti adalah makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi seperti roti atau nasi.


Makanan dengan karbohidrat yang tinggi bisa menjadi bekal energi ketika berpuasa sekitar 9-10 jam dalam sehari.


Selain nasi, makanan yang kaya karbohidrat (seperti pasta) juga bisa menjadi pilihan alternatif makanan sahur agar kuat berpuasa seharian penuh.


Karbohidrat memiliki beberapa fungsi utama di dalam tubuh. Selain sebagai energi, karbohidrat juga merupakan sumber utama bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan energi otak.


Serat adalah jenis karbohidrat khusus yang bisa membantu meningkatkan kesehatan sistem pencernaan dan mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.


Jadi, Anda lebih memilih makan nasi, pasta atau roti untuk menu makanan sahur nanti ?


6. Daging Ayam



Daging ayam merupakan sumber penting protein rendah lemak yang bagus untuk makanan sahur selama Ramadhan. Protein digunakan dalam proses metabolisme untuk menghasilkan energi.


Sepotong ayam dan beberapa sayuran yang dikukus bisa dijadikan jenis makanan untuk sahur yang gurih dan nikmat.


Perlu diketahui, bahwa daging ayam memiliki lebih sedikit lemak jenuh tidak sehat dibandingkan daging lainnya (seperti daging sapi dan kambing).


Namun, jangan terlalu banyak mengonsumsi daging saat sahur. Saat berpuasa, asupan cairan dalam tubuh akan berkurang, sehingga oksigen pun akan berkurang.


7. Oatmeal



Makanan yang mengandung protein tinggi seperti oatmeal bisa menjadi pilihan lain untuk makanan sahur.


Oatmeal adalah sumber protein dan karbohidrat yang menggugah selera. Jika ingin sesuatu yang berbeda, Anda bisa membuat smoothie dengan pisang dan susu sebagai menu makanan sahur.


Ini akan membuatnya lebih enak dan beraroma.


Tambahkan juga kacang-kacangan untuk menambah energi di dalam tubuh agar kuat berpuasa seharian penuh.


Makanan Sahur yang Harus Dihindari

Selain memilih jenis makanan untuk sahur yang penting untuk nutrisi tubuh, ada juga makanan sahur yang perlu dihindari, lho!


Hal ini tentunya tidak baik bagi tubuh dalam menahan rasa lapar selama bulan puasa. Berikut adalah beberapa makanan sahur yang perlu di hindari.


1. Makanan Tinggi Lemak dan Garam



Saat berpuasa, sebaiknya batasi konsumsi makanan sahur yang berlemak, terutama daging berlemak dan makanan dengan tepung.


Daripada menggoreng, disarankan untuk menggunakan metode memasak lain, seperti mengukus, memasak dengan saus, menumis dengan sedikit minyak dan memanggang.


Selain itu, makanan sahur dengan kandungan garam yang tinggi tidak baik bagi kesehatan, misalnya seperti keripik atau makanan yang mengandung MSG.


Gunakan berbagai bumbu dan rempah tradisional untuk meningkatkan cita rasa makanan sahur yang akan dimasak.


2. Makanan Manis



Meski manisnya buah kurma bisa dijadikan ide untuk sebuah makanan sahur agar kuat puasa, namun harus dikonsumsi dalam batas yang wajar ya.


Hindari terlalu banyak makanan manis untuk berbuka puasa dan saat sahur.


Makanan yang biasa disantap selama Ramadhan mengandung banyak sirup dan gula, yang bisa menyebabkan penyakit serius.


Hal ini berakibat buruk bagi tubuh, justru akan memancing kita untuk makan dalam porsi yang besar.


Makanan sahur manis yang direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah buah-buahan dengan kadar air tinggi, seperti semangka, melon atau buah persik.


3. Gorengan



Siapa yang tidak menyukai makanan yang satu ini, yaitu gorengan. Rasa gurih dan asinnya membuat sebagian orang mencantumkannya dalam daftar menu makanan sahur.


Namun, sebaiknya hindari makanan yang digoreng dengan minyak berlebih. Sebab mengutip studi dalam National Centers for Biotechnology Information, pencernaan membutuhkan lebih banyak waktu untuk memproses makanan sahur yang digoreng.


Saat digoreng, makanan sahur akan bertambah kalorinya karena menyerap lemak dari minyak.


Dan para ahli mengatakan bahwa banyak mengonsumsi makanan sahur yang digoreng dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan kolesterol tinggi, yang merupakan faktor risiko dari penyakit jantung.


Untuk menjaga pola makan sehat tetap terjaga selama Ramadan, batasi penggunaan minyak dan alihkan dengan cara mengukus dan memanggang makanan sahur.


Semoga puasanya berjalan dengan lancar ya!


Sumber

  • http://www.emro.who.int/nutrition/nutrition-infocus/dietary-recommendations-for-the-month-of-ramadan.html
  • https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/seasons/ramadan.html
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/fruit-and-vegetables
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17243087/

Mengenal Manfaat Air Nabeez yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Mengenal Manfaat Air Nabeez yang Baik untuk Kesehatan Tubuh


Sejak beberapa tahun terakhir, minuman sehat infused water telah dikenal luas dan sangat digemari masyarakat.


Minuman yang terbuat dari air dan buah-buahan ini dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.


Menurut Healthline, minuman ini dijuluki sebagai detox water karena kemampuannya yang diyakini bisa mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Selain itu, infused water juga diyakini dapat menyeimbangkan pH tubuh, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan menurunkan berat badan.


Buah-buahan yang biasa digunakan oleh minuman ini bervariasi sesuai selera dan kebutuhan Anda. Biasanya orang menggunakan lemon, jeruk, berry, mentimun atau semangka. Untuk menambahkan rasa segar, minuman tersebut biasanya juga menggunakan daun mint.


Infused water ternyata sudah dikenal sejak lama, bahkan pada zaman Nabi Muhammad SAW. Disebut dengan Air Nabeez, minuman ini merupakan salah satu minuman yang direkomendasikan oleh Rasulullah.


Komposisi air nabeez sama dengan infused water, namun buah yang digunakan adalah kurma. Dr. Zaidul Akbar, penulis buku "Jurus Sehat Rasulullah", mengatakan bahwa infused water (yang disebutnya air nano) adalah air yang mengandung berbagai macam nutrisi dan memiliki manfaat yang baik untuk tubuh.


"Jadi sebenarnya air nano atau infused water bukan sekedar air biasa, seluruh antioksidan yang ada pada #produkAllah yang tumbuh ditanah-Nya akan kita konsumsi kebaikannya dengan cara air nano tadi," tulis Dr. Zaidul dalam Instagram pribadinya.


Lebih lanjut, Dr. Zaidul menjelaskan bahwa proses difusi osmosis yang terjadi pada infused water akan membuat nutrisi pada buah keluar dan bercampur dengan air.


Dengan cara ini nutrisi buah dapat diperoleh dari air tanpa perlu memakan biji atau kulit buahnya.


Dr. Zaidul juga mengatakan bahwa buah kurma merupakan buah yang paling baik untuk pencernaan. Infused water yang menggunakan kurma, menurutnya adalah air nano terbaik.


"Kalau saya bilang air nano terbaik, ya, air nano kurma, sih. Apalagi kurma punya gizi andalannya namanya zat besi" tulisnya.


Cara Membuat Air Nabeez



Untuk membuat air nabeez atau rendaman kurma ini cukup mudah. Kamu hanya perlu menyiapkan kurma dan segelas air matang. Kurma yang digunakan disarankan berjumlah ganjil. Kemudian masukkan ke dalam wadah berisi air matang dan tutup rapat.


Air rendaman kurma atau yang biasa disebut air nabeez ini memiliki khasiat untuk menambah energi saat berpuasa. Kamu bisa membuat air rendaman kurma ini dengan mendiamkan kurma ke dalam air matang selama 8–12 jam dan bisa meminumnya di saat sahur dan buka puasa.


Cara Mengonsumsi Air Nabeez

Air nabeez atau rendaman kurma ini bisa bertaham di lemari es selama 1–2 hari dan tidak boleh dikonsumsi lagi setelah melebihi 3 hari. Soalnya, air rendaman kurma yang berusia lebih dari tiga hari telah mengalami proses fermentasi yang menjadikan rendaman kurma berubah menjadi arak, sehingga haram untuk dikonsumsi.


Manfaat Ait Nabeez 



Seperti yang kita ketahui bersama, buah kurma memang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Buah ini mengandung berbagai macam nutrisi seperti vitamin, mineral, protein dan karbohidrat. Mengonsumsi air nabeez yang mengandung nutrisi buah kurma dapat meningkatkan kesehatan, seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.


Mencegah kanker


Buah kurma dikenal memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Menurut Healthline, salah satu antioksidan yang terkandung dalam buah kurma adalah flavonoid yang dapat berperan sebagai penangkal radikal bebas yang menjadi penyebab utama kerusakan sel yang mengarah pada risiko kanker. Antioksidan dalam kurma juga bisa menurunkan risiko terkena alzeimer hingga diabetes.


Meningkatkan kesehatan otak


Sebuah studi yang diterbitkan oleh S. Subash dalam Journal Ayurveda Integr Med tahun 2015 membuktikan bahwa buah kurma memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan otak. Penelitian ini melakukan uji coba pada tikus yang makanannya dicampur dengan kurma.


Daya ingat dan kemampuan belajar tikus yang memakan kurma secara signifikan lebih baik. Selain itu, tikus tersebut menunjukkan perilaku kecemasan yang lebih sedikit dibandingkan dengan tikus yang tidak memakan kurma.


Pada manusia, teori tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, namun penemuan ini menjadi petunjuk penting untuk memahami manfaat kurma bagi manusia.


Mengontrol kadar gula darah


Meskipun rasanya sangat manis, penderita diabetes bisa dengan aman mengonsumsi kurma. Hal ini karena legit yang ada pada buah kurma diperoleh dari gula alami yang terkandung di dalam buah tersebut.


Para ahli justru percaya karena indeks glikemiknya yang rendah, sehingga kurma dapat membantu mengontrol gula darah. Selain itu, kurma juga mengandung serat dan antioksidan yang tinggi, sehingga dapat digunakan untuk mengontrol kadar gula pada penderita diabetes.


Baik untuk pencernaan


Sebagaimana buah-buahan, kurma juga mengandung serat yang tinggi. Nutrisi tersebut baik untuk kesehatan pencernaan. Serat memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan dan mencegah sembelit. Mengonsumsi buah berserat dapat membantu pembentukan feses dan buang air besar secara teratur.


Baik bagi Ibu Hamil


Kurma dapat menguatkan dan melenturkan otot-otot yang terdapat pada bagian uterus. Nantinya, kurma dapat mempermudah pelebaran mulut rahim, sehingga mengurangi induksi persalinan.


Selain itu, nutrisi yang terkandung di dalam kurma pun bagus untuk memperkaya air susu ibu. Oleh karena itu, ibu yang menyusui direkomendasikan untuk mengonsumsi kurma atau meminum air rendaman kurma.

Tips Mengatasi Kurangnya Waktu Tidur Saat Berpuasa

Tips Mengatasi Kurangnya Waktu Tidur Saat Berpuasa


Puasa bukan hanya soal makanan. Waktu tidur selama puasa juga harus diperhitungkan. Meski harus bangun sebelum subuh dan tidur setelah shalat tarawih, tetap pastikan Anda cukup tidur agar tubuh tetap sehat dan bugar.


Kurang tidur terutama dalam jangka waktu yang lama dapat berdampak negatif bagi kesehatan, mulai dari perubahan tampilan kulit, berat badan, konsentrasi, mood, hingga peningkatan risiko berbagai penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.


Untuk mengatasinya, simak tips agar memiliki waktu tidur yang berkualitas selama berpuasa berikut ini:


Perhatikan Menu Makanan Sebelum Tidur


Anda perlu memperhatikan menu buka puasa dan hidangan menjelang tidur. Hidangan ini harus bebas kafein seperti kopi, soda, cokelat hitam, dan lain sebagainya yang bisa membuat Anda tetap terjaga.


Menjelang waktu tidur, Anda sebaiknya tidak makan makanan tinggi lemak, tinggi protein, dan pedas. Hidangan ini lebih cenderung memicu asam lambung naik dan dicerna lebih lambat, sehingga tubuh untuk fokus mencerna makanan daripada istirahat.


Yang terbaik adalah mengonsumsi makanan yang membantu tidur Anda lebih nyenyak, seperti pisang, susu, dan almond. Anda juga disarankan untuk makan beberapa makanan berkarbohidrat tinggi, seperti nasi putih, beberapa jam sebelum tidur.


Ubah Jadwal Tidur Anda di Malam Hari


Orang dewasa disarankan untuk tidur sekitar 8 jam semalam. Untuk memenuhi durasi ini, coba majukan jam tidur malammu.


Jika Anda tertidur pada pukul 11 malam pada hari biasa, pada saat berpuasa cobalah untuk segera tertidur setelah shalat tarawih, atau tertidur sekitar pukul 9 malam. Ingat, Anda harus bangun sebelum subuh atau jam 3 pagi. Jadwal baru ini memungkinkan Anda untuk tidur sekitar 6 jam.


Jika Memungkinkan, Cobalah untuk Tidur Lagi Setelah Sahur


Anda mungkin sudah selesai santap sahur sekitar pukul 5:30 pagi. walaupun Anda baru pergi ke sekolah atau kantor pada jam 7 pagi, Selama jeda waktu ini, jika Anda masih mengantuk, cobalah untuk tidur sebentar kembali.


Namun, tidak semua orang bisa melakukan ini, terutama mereka bagi mereka yang menderita asam lambung naik. Yang terbaik adalah seseorang baru boleh berbaring sekitar 2 jam setelah makan untuk mencegah makanan naik dari lambung ke kerongkongan.


Untuk menyiasatinya, Anda bisa tidur dengan posisi duduk atau berbaring dengan posisi setengah duduk, misalnya dengan menambah lebih banyak bantal. Secara gravitasi, posisi ini meminimalkan risiko peningkatan asam lambung.


Curi-curi Waktu Tidur Siang


Selain memenuhi waktu tidur yang mungkin kurang di malam hari, tidur siang juga bisa memulihkan energi Anda. Tidur siang juga dapat memperbaiki mood dan meningkatkan daya ingat.


Anda hanya perlu tidur kurang lebih 20 menit untuk mendapatkan manfaat ini dalam waktu yang singkat. Untuk kualitas yang lebih baik, silahkan tidur di tempat yang sejuk dan gelap. Tidur siang di mushola atau masjid setelah shalat dzuhur kedengarannya seperti ide yang bagus, bukan?


Tapi ingat, jangan tidur terlalu lama. Penelitian menunjukkan bahwa tidur siang terlalu lama justru bisa menyebabkan kantuk kemudian, karena mengganggu ritme sirkadian tubuh.


Buatlah Kamar Tidur Senyaman Mungkin


Selain durasinya, kualitas tidur juga harus diperhatikan. Perhatikan kondisi cahaya, suara, suhu dan kualitas Kasur untuk tidur.


Anda tidak boleh tidur di bawah cahaya terang lampu, karena ini dapat mengacaukan jam biologis tubuh Anda dan membuatnya berpikir bahwa ini masih siang hari. Selain itu, hindari paparan cahaya biru, seperti dari handphone yang dapat mengganggu waktu tidur Anda.


Selanjutnya, usahakan membuat kamar tidur tenang dan sejuk. Kebanyakan orang merasa nyaman pada suhu 20 derajat Celcius. Perhatikan juga kualitas kasur agar tidur Anda lebih nyenyak. Kasur harus diganti setiap 8 tahun sekali.


Selain rekomendasi di atas, sebaiknya Anda tidak banyak minum air putih menjelang tidur, karena dapat memicu buang air kecil pada tengah malam yang akan mengganggu waktu tidur. Selama berpuasa, Anda juga perlu tetap berolahraga. Tahukah Anda, aktivitas ini juga bisa membantu Anda tidur lebih nyenyak lho.


Waktu tidur selama puasa masih tetap bisa cukup, dan beberapa teknik sederhana dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur, seperti memperbanyak waktu tidur malam dan memperhatikan santapan sebelum waktu tidur. Karenanya, tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk datang ke kantor dengan mata panda selama bulan Ramadhan.

Rutin Konsumsi Buah Zuriat Bisa Meningkatkan Kesuburan, Benarkah?

Rutin Konsumsi Buah Zuriat Bisa Meningkatkan Kesuburan, Benarkah?


Bagi pasangan yang ingin punya momongan, ada banyak cara untuk meningkatkan kesuburan. Salah satu cara yang bisa Anda coba adalah dengan mengonsumsi makanan tertentu.


Mungkin Anda pernah mendengar atau membaca di Internet tentang khasiat buah zuriat yang dipercaya dapat meningkatkan kesuburan.


Apa itu buah zuriat?



Buah Zuriat atau dikenal juga dengan doum plam fruits merupakan buah yang tumbuh di padang pasir dengan bentuk oval. Buah ini banyak ditemukan di sepanjang sungai Nil, Mesir dan Sudan. Buah zuriat dianggap sebagai salah satu buah paling bermanfaat di dunia.


Buah Zuriat atau doum yang lebih dikenal dengan nama latin Hyphaene thebaica L. Buah ini merupakan keluarga dari palm, Arecaceae dan memiliki warna coklat muda hingga coklat tua.


Selain daun yang bisa dimanfaatkan untuk kerajinan tangan (seperti tikar, keranjang), Buah zuriat juga memiliki banyak manfaat lainnya seperti pada batangnya yang juga memiliki manfaat untuk konstruksi. Tidak hanya itu, ada juga akar buah zuriat yang banyak digunakan dalam pengobatan schistosomiasis.


Menurut Yeni Rohmaeni, S. Gz, ahli gizi di RS EMC Sentul, berbagai penelitian menunjukkan bahwa buah zuriat mengandung banyak kandungan mineral esensial, seperti potasium, sodium, kalsium, magnesium, dan fosfor.


Selain itu, buah zuriat mengandung vitamin B kompleks, serat, dan karbohidrat.


Oleh karena itu, tidak heran jika buah zuriat tercatat sebagai salah satu buah yang paling bermanfaat di dunia.


Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh International Food Journal menunjukkan bahwa buah zuriat banyak mengandung serat, asam lemak dan asam amino (esensial-non esensial).


Pada bagian dinding buah (epicarp) banyak ditemukan serat, pada daging buah banyak ditemukan asam lemak tak jenuh (Omega 3 dan Omega 6), asam amino esensial (penilalanine dan leusin) dan pada kedua bagian buah tersebut banyak ditemukan asam amino non-esensial (glutamin dan aspartam).


Perlu kita ketahui juga bahwa buah zuriat memiliki khasiat medis. Buah zuriat merupakan obat anti mikroba, antioksidan, hipolipidemik, antidiabetik dan antihipertensi.


Ekstrak buah zuriat memiliki kandungan penol dan flavonoid, serta antioksidan dan anti kanker yang tinggi. Penelitian telah menunjukkan bahwa flavonoid, saponin, dan tanin memiliki efek menurunkan lemak darah (hipolipidemik) dan tekanan darah (antihipertensi).


Nah, para peneliti telah membuktikan bahwa kandungan serat yang tinggi pada buah zuriat memiliki kelebihan dalam mencegah risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan beberapa jenis kanker, serta memiliki peran tertentu dalam peningkatan kesehatan untuk menurunkan kadar kolesterol.


Faktanya, penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa buah zuriat dapat meningkatkan fungsi hati atau liver dan memberikan efek menurunkan toksisitas pada hati.


Apakah buah Zuriat benar berkhasiat untuk kesuburan?



Laporan Mervat et al. pada tahun 2016 mengenai penelitian terhadap kelinci yang diberi suplemen zuriat menunjukkan bahwa kelinci betina dan jantan mengalami peningkatan hormon seksual.


Pada kelinci jantan terjadi peningkatan absolut dan relatif berat testis; epididimis; kelenjar seksual dan kelenjar pituitari, serta, lingkar skrotum; indeks testis dan aktivitas kawin.


Bersamaan dengan itu, setelah pemberian suplemen zuriat pada kelinci betina, terjadi kemampuan pembuahan dan kesuburan meningkat, serta kualitas susunya juga meningkat. Oleh karena itu secara tidak langsung buah zuriat dapat meningkatkan kesehatan reproduksi.


Penelitian masih terus dilakukan, namun manfaat buah zuriat tidak selalu dikonfirmasi kebenarannya untuk kesuburan, karena penelitian lain menunjukkan bahwa buah zuriat mungkin memiliki peran dalam mengatasi gangguan kesehatan, namun tidak berpengaruh pada indikator kesehatan organ reproduksi.


Untuk itu, alangkah baiknya jika Anda juga menyikapinya dengan bijak terhadap kandungan nutrisi buah zuriat yang tinggi. Sehingga manfaat tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan secara umum untuk siapa saja yang mengonsumsinya.


Dengan menimbang banyak manfaatnya, mengonsumsi buah ini dengan bijak dapat menjadi alternatif untuk membantu kesehatan reproduksi dengan tetap memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang untuk mencapai kesehatan yang optimal.


Namun, faktor lain yang juga harus diperhatikan untuk menunjang kesuburan tentunya gaya hidup sehat, antara lain pola istirahat, makanan, pengendalian stres dan olahraga secara teratur.

15 Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil yang Wajib Anda Tahu

15 Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil yang Wajib Anda Tahu


Apa yang Anda pikirkan saat mendengar kata kurma? Ya, buah asal Timur Tengah ini memang diakui sebagai salah satu menu favorit untuk berbuka puasa. Tapi tahukah Anda, bahwa kurma memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil?


Rasa yang manis dan kandungan gula alaminya membuat kurma menjadi favorit banyak orang. Yuk simak manfaat kurma yang harus Anda ketahui untuk ibu hamil


Kandungan Nutrisi Buah Kurma



Sebelum mengetahui apa saja manfaat kurma untuk ibu hamil, Anda bisa mencari tahu dulu kandungan nutrisi apa saja yang terdapat pada buah ini.


U.S. Department of Agriculture menjelaskan informasi nutrisi berikut untuk satu buah kurma dengan total 7 gram, yaitu:

  • Kalori: 20
  • Lemak: 0 g
  • Natrium: 0,14 mg
  • Karbohidrat: 5.3g
  • Serat: 0.6 g
  • Gula: 4 g
  • Protein: 0,2 g


1. Karbohidrat

Satu buah kurma mengandung lebih dari 5 gr karbohidrat, yang sebagian besar berasal dari gula. Selain itu, kurma terasa sangat manis karena memiliki kandungan fruktosa yang tinggi, yaitu dua kali lipat lebih manis dari glukosa.


Rata-rata dalam kurma, mengandung sekitar setengah gram serat. Saat buah matang, kadar gula akan meningkat dan serat berkurang.


Indeks glikemik kurma pada tanggal tersebut tergantung pada jenis dan tingkat kematangannya, dan dapat berkisar dari 43 hingga 55. Menurut Jurnal Nutrition, kurma ternyata merupakan makanan rendah glisemik meskipun rasanya manis.


2. Lemak

Kurma bukanlah sumber lemak yang signifikan. Melihat data dari U.S. Department of Agriculture di atas terlihat bahwa kandungan lemak pada kurma adalah 0 gram.


3. Protein

Kurma menyediakan protein dalam jumlah minimal. Serta sumber protein lain seperti daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian dan polong-polongan untuk memenuhi kebutuhan harian Anda.


Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil



Setelah Anda mengetahui kandungan nutrisi dalam kurma. Nah selanjutnya, mari kita ketahui apa saja manfaat kurma untuk ibu hamil.


Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research menunjukkan bahwa kurma aman dan bermanfaat bagi ibu dan bayinya.


Namun, sebaiknya makan kurma secukupnya saja. Untuk informasi lebih detail tentang manfaat kurma untuk ibu hamil, berikut ulasannya.


Selain dikenal bisa membantu proses persalinan, ada juga beberapa manfaat yang bisa didapatkan untuk ibu hamil, yaitu:


1. Memberikan Energi pada Ibu Hamil

Manfaat kurma bagi ibu hamil yang pertama adalah untuk menambah energi dalam tubuh.


Tentunya selama Anda hamil, Anda membutuhkan lebih banyak energi dari biasanya. Nah, manfaat mengonsumsi beberapa kurma sehari adalah menyediakan gula dan nutrisi lain yang Anda butuhkan.


2. Mencegah Cacat Lahir

Manfaat kurma bagi ibu hamil selanjutnya adalah bisa menjadi sumber asam folat yang baik untuk ibu hamil. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asam folat dapat mencegah cacat bawaan yang berhubungan dengan otak dan sumsum tulang belakang.


WHO merekomendasikan suplemen asam folat dan asupan makanan kaya asam folat sebelum dan selama kehamilan untuk mencegah cacat bawaan lahir.


Selain itu, ibu hamil muda juga bisa merasakan manfaat kurma.


3. Mengatur Tekanan Darah Ibu Hamil



Selama kehamilan, ada baiknya untuk memperhatikan tekanan darah. Mengonsumsi kurma dapat memberikan manfaat bagi ibu hamil tua dengan mengatur tekanan darah selama kehamilan.


Manfaat kurma antara lain mengandung kalium. Kalium dapat menjaga keseimbangan air dan garam, mengatur tekanan darah, dan menghindari kram otot selama kehamilan.


Hal ini karena jika Anda kekurangan kalium, maka dapat meningkatkan risiko tekanan darah, penyakit kardiovaskular, dan risiko stroke.


4. Pembentukan Tulang dan Gigi Bayi

Kurma mengandung magnesium yang merupakan mineral penting dalam proses pembentukan janin di dalam rahim. Menurut Advanced Biomedical Research, magnesium juga memainkan peran penting dalam membantu bayi untuk membentuk gigi dan tulang.


Tidak hanya itu, kandungan magnesium juga bisa mengatur kadar gula darah dan tekanan darah.


Manfaat kurma untuk ibu hamil muda juga membantu mencegah defisiensi magnesium selama kehamilan, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kronis kronis, preeklamsia, disfungsi plasenta dan persalinan prematur.


5. Buah yang Kaya Serat

Buah kurma merupakan salah satu buah dengan kandungan serat yang tinggi.


Oleh karena itu, manfaat kurma untuk ibu hamil yang selanjutnya adalah mampu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan mencegah terjadinya sembelit.


Namun, perlu harus tetap di perhatikan porsi yang dimakan karena terlalu banyak serat juga bisa menyebabkan diare.


6. Mengurangi Sembelit

Masalah umum yang mungkin Anda temui selama kehamilan terkait dengan pencernaan. Makanan yang dimakan mungkin merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi daya pencernaan.


Jika mengonsumsi makanan dengan kandungan serat yang sedikit akan membuat pencernaan menjadi sulit. Salah satu manfaat kurma untuk ibu hamil adalah kandungan seratnya yang tinggi.


Karena kurma merupakan sumber serat yang kaya, maka manfaat kurma untuk ibu hamil juga untuk membantu pencernaan.


Berperan dalam menjaga sistem pencernaan kita tetap sehat dan membantu meredakan sembelit yang berhubungan dengan kehamilan. Mereka dapat membuat Anda kenyang, menurunkan kadar kolesterol dan membantu menjaga berat badan yang sehat.


Jika Anda rutin mengonsumsi kurma, kandungan serat pada kurma dapat membantu proses pencernaan menjadi lebih lancar.


7. Memberikan Vitamin K untuk Bayi


Manfaat buah kurma untuk ibu hamil yang satu ini mungkin tidak pernah terpikirkan oleh Anda.

Bayi biasanya kekurangan vitamin K saat lahir. Vitamin K ini membantu pembentukan dan perkembangan tulang bayi Anda. Jika ibu mengonsumsi kurma selama dan setelah hamil, bayi bisa mendapatkan banyak vitamin ini dari ASI.


8. Mengandung Zat Besi

Bagi ibu hamil muda yang memiliki tekanan darah rendah salah satu manfaat kurma berikut ini akan sangat dirasakan.


Kurma mengandung banyak zat besi yang dapat membantu mencegah anemia selama kehamilan. Zat besi dapat menjaga hemoglobin dalam tubuh dan memperkuat kekebalan tubuh Anda dan janin di dalam kandungan.


9. Menjaga Keseimbangan Garam Air

Tahukah Anda bahwa manfaat kurma bagi ibu hamil lainnya adalah menjaga kandungan garam di dalam tubuh, lho.


Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kurma mengandung banyak kalium yang dapat menjaga keseimbangan garam air, mengatur tekanan darah dan menghindari kram otot. Kekurangan mineral ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah, penyakit kardiovaskular, dan stroke.


10. Menjaga Kadar Gula Darah

Orang dengan kandungan gula tinggi juga akan merasakan manfaat kurma untuk ibu hamil.



Sebuah studi di Nutrition Journal menunjukkan bahwa untuk penderita diabetes yang mengonsumsi kurma, kadar gula darahnya (glukosa postprandial) tidak meningkat.


Gargi Sharma, Ahli Gizi Bhatia Hospital di Mumbai, menjelaskan bahwa Glycemic Index (GI) merupakan peringkat relatif karbohidrat dalam makanan, sesuai dengan bagaimana mereka mempengaruhi kadar glukosa darah.


Semakin tinggi GI makanan, semakin tinggi juga risiko peningkatan kadar gula dalam aliran darah. Inilah mengapa penderita diabetes sebaiknya mengonsumsi makanan dengan tingkat GI lebih rendah.


Manfaat buah kurma memiliki GI yang rendah, sehingga dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes. Saat mengonsumsi berbagai jenis kurma atau mencampurnya dengan yogurt biasa, Anda bisa merasakan manfaat kurma bagi penderita diabetes.


"Dalam studi lain mengatakan bahwa pasien diabetes dapat mengonsumsi 8 hingga 10 kurma dalam sehari. Setara dengan 7-10 kurma yang digunakan dalam penelitian lain,” kata Gargi mengutip Hindustan Times.


11. Sumber Nutrisi dan Vitamin yang Lengkap

Manfaat kurma untuk ibu hamil dengan masa kehamilan 6 bulan ke atas adalah sumber nutrisi yang sangat baik.


Kurma sangat rendah lemak, tidak mengandung kolesterol, dan mengandung banyak nutrisi penting, seperti vitamin B kompleks, vitamin A, zat besi, kalsium, tembaga, natrium, kalium, magnesium, mangan dan selenium.


Karena kandungan nutrisinya inilah, kurma dikatakan bisa menjadi salah satu makanan terbaik di masa depan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengonsumsi kurma saat hamil.


12. Mencegah Terjadinya Diabetes Sejak Dini



Manfaat buah kurma untuk ibu hamil juga akan dirasakan oleh anak ketika ia lahir nanti.


Bagi Anda yang terbiasa makan segala macam camilan manis sebaiknya mulai menguranginya. Karena dalam jangka panjang, camilan manis bisa berbahaya bagi ibu dan janin.


Anak Anda mungkin jadi lebih mudah terkena diabetes, yang tentunya akan menimbulkan banyak masalah bagi masa depannya. Nah, Anda bisa menggantikan camilan yang manis-manis tersebut, salah satunya adalah dengan buah kurma.


Kandungan flavonoid dalam buah kurma bermanfaat untuk menyeimbangkan kadar gula darah dalam tubuh. Selain itu kandungan gula dalam kurma juga akan diolah oleh tubuh lebih lama, sehingga dapat dikonsumsi dengan aman selama masa kehamilan.


13. Menjaga Kesehatan dan Pertumbuhan Tulang

Dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya, tentunya sangat penting untuk menjaga proses kesehatan dan pertumbuhan tulang yang tidak boleh dianggap remeh. Ini adalah manfaat kurma untuk ibu hamil lainnya yang bisa didapat bayi Anda.


Guna membantu kesehatan tulang janin, silakan coba konsumsi kurma secara rutin untuk merasakan khasiat kurma.


Mengutip Nakhil Dates, buah kurma mengandung magnesium, mangan dan selenium. Nutrisi ini penting untuk meningkatkan kekuatan tulang dan pemurnian darah.


Selain itu, kurma juga mengandung sekitar 140 mg potasium yang dapat meningkatkan kepadatan tulang dengan cara mengurangi jumlah kalsium yang dibuang oleh ginjal.


14. Melancarkan Persalinan



Manfaat kurma untuk ibu hamil yang sudah hamil lebih dari 7 bulan juga cukup banyak yaitu melancarkan persalinan.


Dalam sebuah penelitian, wanita yang makan enam kurma per hari dalam sebulan sebelum persalinan memiliki peluang lebih tinggi untuk melahirkan secara normal dan memiliki tingkat pelebaran serviks yang lebih tinggi.


Selain itu, karena kandungan kalsiumnya yang tinggi, kurma dapat menjadi stimulus sehingga membuat tulang janin menjadi lebih padat, lebih kuat, dan tidak mudah keropos.


15. Memicu Kontraksi

Dalam Journal of Obstetrics and Gynecology, menemukan 77 wanita makan 7 potong kurma sejak minggu ke-37 kehamilan mereka.


Peneliti menemukan bahwa wanita tersebut mengalami peningkatan hormon oksitoksin, yang meningkatkan kontraksi menjelang persalinan.


Meski tidak terlalu signifikan dan diperlukan penelitian lebih lanjut, manfaat kurma untuk ibu hamil ini bisa Anda rasakan.


Kurma bisa dikonsumsi di semua tahap kehamilan. Anda hanya perlu memperhatikan jumlah kurma yang akan Anda makan.


  • Pada trimester pertama, sembelit adalah masalah umum pada ibu hamil, dan kurma membantu mencegahnya. Namun, sebaiknya makan dalam jumlah sedang pada awal kehamilan, terutama jika Anda memiliki masalah gula darah atau strep grup B.
  • Pada trimester kedua, kita berisiko tinggi terkena diabetes gestasional. Anda perlu mendapatkan saran dokter saat berencana memasukkannya ke dalam makanan sehari-hari kita.
  • Pada trimester ketiga, makan kurma bisa membuat persalinan kita juah lebih cepat dan mudah. Ibu hamil dapat makan enam buah kurma sehari mulai dari minggu ke 36, yaitu empat minggu sebelum perkiraan tanggal jatuh tempo.

Beberapa ibu hamil menghindari konsumsi kurma selama musim panas karena diyakini dapat menghasilkan panas dan sakit perut atau suhu tubuh. Tapi ini belum terbukti secara ilmiah.


Kurma tidak memiliki efek samping jika dikonsumsi dalam jumlah sedang.


Namun, jika Anda makan terlalu banyak, ini dapat menyebabkan penambahan berat badan kehamilan yang berlebihan, peningkatan gula darah, risiko meningkatkan diabetes gestasional, dan kerusakan gigi jika kebersihan mulut yang buruk.


Nah itu dia 15 manfaat kurma untuk ibu hamil dan bayi Anda. Wah ternyata banyak banget ya!


Namun, harap diingat untuk tidak mengonsumsi kurma secara berlebihan, ya! Mengingat kandungan gulanya yang cukup tinggi.