Apakah dengan Bersepeda Bisa Mencegah Diabetes?

Apakah dengan Bersepeda Bisa Mencegah Diabetes?


Aktivitas fisik merupakan salah satu cara untuk membuat tubuh menjadi bugar dan sehat. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur juga dapat membantu melindungi Anda dari penyakit serius, seperti obesitas, penyakit jantung, kanker, penyakit mental, diabetes, dan radang sendi.


Mengendarai sepeda secara teratur adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko masalah kesehatan yang terkait dengan gaya hidup yang tidak banyak bergerak.


Bersepeda adalah olahraga yang sehat dan berdampak rendah, terlebih dapat dinikmati oleh segala usia dan jenis kelamin. Aktivitas ini juga menyenangkan, murah, dan ramah untuk lingkungan.


Manfaat Bersepeda dapat Mencegah Diabetes

Sebuah penelitian di Denmark menunjukan bahwa sering bersepeda bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 pada orang dewasa.


Menurut para peneliti, orang yang suka bersepeda ke kantor atau sering bersepeda di waktu luangnya, memiliki kemungkinan yang kecil terkena diabetes. Bahkan, peneliti juga mengatakan bahwa dampak positif tersebut tetap sama jika seseorang baru mulai sering bersepeda ketika sudah tua. Berikut penjelasan lengkapnya, seperti yang dilansir oleh portal Tech Times!


Hubungan Diabetes dan Bersepeda


Untuk lebih jelasnya, ada sebuah penelitian tentang hubungan antara risiko diabetes dan bersepeda yang dipimpin oleh Martin Rasmussen dari Universirty of Southern Denmark. Sekitar 24.000 pria dan 27.000 wanita Denmark yang berusia 50 – 65 tahun, ikut berpartisipasi dalam penelitian ini.


Para ilmuwan yang juga terlibat dalam penelitian tersebut memeriksa hubungan antara rutinitas dan jarak perjalanan peserta dari rumah ke kantor atau tempat lain, kebiasaan bersepeda, dan diagnosis diabetes tipe 2-nya. Untuk menghitung diagnosis diabetes peserta, penelitian ini dibantu oleh perhitungan dari Danish National Diabetes Registry.


Di akhir penelitian, para peneliti menemukan bahwa peserta yang bersepeda secara rutin, memiliki risiko yang lebih kecil terkena diabetes tipe 2. Semakin banyak waktu yang dihabiskan oleh peserta untuk bersepeda, semakin menurun juga risikonya terkena penyakit tersebut.


Lima tahun setelah penelitian dimulai, kebiasaan bersepeda para peserta dievaluasi. Mereka yang mulai bersepeda secara rutin setiap hari mengalami penurunan risiko terkena diabetes tipe 2 sebanyak 20% ketimbang peserta yang tidak bersepeda secara rutin. Penelitian ini juga mengevaluasi faktor lainnya yang bisa memengaruhi risiko diabetes peserta, misalnya seperti makanan, ukuran lingkar perut, riwayat merokok, konsumsi alkohol, dan beberapa jenis olahraga lainnya yang dilakukan peserta.


Para peneliti mengakui bahwa faktor-faktor tersebut bisa memengaruhi hasil dari penelitian. Penelitian tersebut memang hanya terfokus pada hubungan antara risiko diabetes tipe 2 dan kebiasaan bersepeda, namun tidak terlalu memerhatikan hubungan penyebab dan dampaknya.


Salah satu hasil penelitian yang dinilai paling menarik oleh para peneliti adalah, peserta yang baru mulai rutin bersepeda di usia tua, juga mengalami penurunan risiko terkena diabetes tipe 2. Hasil penelitian tersebut menggarisbawahi, tidak ada kata terlambat untuk bersepeda. Meskipun seseorang sudah berusia lanjut, ia tetap dianjurkan bersepeda secara rutin untuk menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.


Mengapa Bersepeda Baik untuk Kesehatan?


Ilmuwan mengatakan, bersepeda adalah salah satu jenis olahraga yang paling mudah untuk diaplikasikan sehari-hari. Dokter juga menganjurkan agar orang-orang yang terlalu sibuk dan tidak bisa menyisihkan waktu berolahraga, membiasakan diri berolahraga ke kantor. Hal tersebut bisa menjadi alternatif untuk orang sibuk supaya bisa tetap meningkatkan aktivitas fisik.


Bersepeda memang termasuk aktivitas aerobik. Artinya, saat bersepeda, jantung, pembuluh darah, dan paru-paru Kamu beraktivitas secara bersamaan. Ketika bersepeda, Kamu akan menghirup napas lebih dalam, berkeringat, dan mengalami peningkatan suhu tubuh. Hal-hal tersebut dapat meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.


Manfaat kesehatan dari bersepeda secara rutin, diantaranya :

  • Meningkatkan olahraga kardiovaskular
  • Meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas
  • Meningkatkan mobilitas sendi
  • Menurunkan tingkat stres
  • Meningkatkan postur dan koordinasi
  • Memperkuat tulang
  • Menurunkan kadar lemak tubuh
  • Mencegah penyakit
  • Menurunkan kekhawatiran dan depresi


Tunggu apalagi? Mulailah sering bersepeda dari sekarang supaya terhindar dari diabetes. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penelitian menunjukkan bahwa rutin bersepeda menurunkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari. Jadi lebih baik, lakukan pencegahan dini diabetes tipe 2 dengan rutin bersepeda.

Cara Bersepeda dengan Aman selama PSBB

Cara Bersepeda dengan Aman selama PSBB


Bersepeda memang menyehatkan. Selain itu, tahukah Anda bahwa aktivitas outdoor yang akhir-akhir ini kembali populer juga bisa dijadikan solusi untuk mengatasi stress Anda, lho!



Namun, dalam kasus pembatasan sosial skala besar atau PSBB yang masih berlanjut, bersepeda tidak boleh sembarangan. Apa yang perlu diperhatikan? Simak ulasannya di bawah ini!


Update Informasi tentang Area Khusus Pengendara Sepeda


Ingin naik sepeda selama PSBB ini? Jika demikian, maka hal pertama yang harus Anda perbarui adalah area mana yang dapat tetap dibuka atau ditutup untuk pengendara sepeda. Anda dapat memperoleh informasi ini melalui portal berita online terpercaya. Dengarkan dan ikuti nasihat pemerintah di daerah Anda. 


Hindari Jalan yang Padat atau Keramaian


Selama PSBB dan juga terkait dengan kesehatan, Anda perlu memperhatikan jalur yang akan Anda tempuh. Pilih rute yang aman dan tidak terlalu ramai. Hindari keramaian dan area merah sebanyak mungkin, di mana Anda dapat memantau dinamika online.


Bersepeda Secara Mandiri di Area Sekitar Rumah


Jika bersepeda secara berkelompok memang akan lebih menyenangkan. Namun, saat terjadi pandemi, sebaiknya untuk sementara Anda melupakan segala hal yang berhubungan dengan kebersamaan. Oleh karena itu, Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) memberikan informasi melalui dr. Michael Triangto, Sp.KO, mengimbau agar masyarakat bersepeda sendiri atau maksimal hingga 5 orang di daerah tempat tinggalnya (tinggal satu rumah, bukan orang lain).


Utamakan Prinsip Jaga Jarak dan Memakai Masker


Meski tidak bersentuhan langsung dengan orang lain saat mengendarai sepeda, kamu tetap perlu menjaga jarak lho! PDSKO merekomendasikan agar pesepeda menjaga jarak antar pesepeda minimal 20 meter. Selain menjaga jarak, Anda juga harus memperhatikan penggunaan masker yang benar. Jangan lupa membawa hand sanitizer untuk membersihkan sepeda terutama bagian-bagian yang bersentuhan dengan tangan Anda.


Dilakukan dengan Intensitas Sedang, Bukan Tinggi


Secara keseluruhan, olahraga dan terkait dengan pencegahan risiko penyebaran COVID-19. PDSKO tidak merekomendasikan olahraga dengan intensitas tinggi karena justru menurunkan kekebalan tubuh. Olahraga yang direkomendasikan oleh dr. Michael mengutamakan kebugaran, yaitu olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang.


Pastikan Tubuh Benar-benar Sehat


Sebelum mengendarai sepeda, pastikan kondisi fisik Anda "benar-benar" sehat dan bugar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Terakhir, kenakan pakaian yang lebih tertutup, seperti kaos lengan panjang, celana, dan topi.


Jadi ini enam langkah keselamatan untuk bersepeda selama PSBB. Semoga bermanfaat ya!

Aplikasi yang Bisa Bantu Melatih Kebugaran

Aplikasi yang Bisa Bantu Melatih Kebugaran


Tidak ada salahnya memiliki personal trainer, sejauh Kamu memiliki banyak waktu juga biaya lebih, maka personal trainer bisa menjadi acuan Kamu dalam mendukung latihan kebugaran tubuh. Namun, bila Kamu adalah seseorang yang sangat memaksimalkan efektivitas dan efisiensi baik itu waktu dan biaya, tentu saja ada alternatif pilihan yang bisa Kamu lakukan untuk melatih kebugaran tubuhmu.


Salah satu solusinya, menggunakan aplikasi kebugaran yang kini sudah banyak jenisnya di smartphone Kamu. Ragam aplikasi ini bisa menjadi jawaban terhadap segala kebutuhan Kamu terkait kesehatan dan kebugaran. Ini 10 di antaranya yang mungkin bisa membantu Kamu untuk tetap bugar:


1. Endomondo


Ini aplikasi yang mampu mengubah smartphone Kamu menjadi pelatih atau teman berlatih. Aplikasi ini mampu mencatat hampir semua aktivitas olahraga Kamu, tentunya dengan dukungan built-in GPS yang ada di smartphone. Yang bikin seru, Kamu bisa berinteraksi dengan teman atau pengguna yang lain tentang latihan atau apapun aktivitas yang Kamu lakukan. Aplikasi ini semacam twitter attau facebook-nya para atlet akhir pekan.


2. Strava


Kalau Kamu seorang pesepeda aktif, aplikasi bisa jadi pilihan yang tepat untuk Kamu gunakan. Strava dapat melacak rute bersepeda Kamu, tentunya dengan fitur GPS yang ada pada smartphone. Di dalam aplikasi ini juga ada pilihan fitur tantangan yang membawa Kamu dalam situasi lomba adu cepat, baik dengan teman atau orang lain. Kamu juga bisa mengumpulkan denyut jantung dari sensor yang didukung oleh perangkat lunak Zephyr HxM.


3. Calorie Counter and Diet Tracker


Aplikasi ini menyediakan banyak data termasuk makanan, alat pengukur, alat penghitung kalori, dan statistik latihan. Kamu tinggal memasukan data-data pribadi, seperti usia, tinggi badan, dan berat badan. Ada banyak pilihan data di sini yang akan membantu meningkatkan latihan dan diet Kamu.


4. Fitness Buddy: 1700+ Exercise Workout Journal


Kamu tidak perlu repot lagi untuk menulis atau merekam jurnal latihan yang telah atau akan dilakukan. Aplikasi ini menyajikan 1.000+ latihan, 45+ latihan yang disesuaikan, serta 3.000+ gambar dan animasi yang memudahkan Kamu untuk mengikuti gerakan. Kamu bisa memilih latihan atau membuatnya sendiri. Kamu juga bisa memilih otot mana yang ingin Kamu latih tanpa harus pusing memikirkan apa dan bagaimana jenis latihannya.


5. Ascendo Fitness


Aplikasi ini akan mempermudah pencarian asupan makanan apa saja yang Kamu butuhkan dan intensitas latihan seperti apa yang harus dilakukan. Entah itu latihan lari, angkat beban, atau membersihkan rumah sekalipun juga bisa dihitung. Masih mengenai asupan makanan dan program latihan pembakar lemak, aplikasi ini akan menghitung berat badan ideal, Body Mass Index (BMI) dan Basal Metabolism Rate, dan kemudian akan membimbing Kamu untuk melakukan diet dan latihan sesuai kebutuhan.


6. Abs Workout


Sesuai dengan namanya, Abs Workout memberikan bermacam paket latihan yang bisa berfungsi untuk mengencangkan perut. Abs Workout menyediakan jadwal latihan kebugaran yang harus kamu lakukan selama 42 hari tanpa henti. Total ada 6 paket yang bisa kamu coba. Dengan aplikasi semacam ini, perut langsing dan rata bisa kamu dapatkan meski jarang ke gym.


7. 7 Minutes Workout


Sebenarnya 7 minutes workout merujuk pada system olahraga 7 menit per/set dengan gerakan-gerakan yang sudah disiapkan oleh instruktur. Totalnya ada 13 variasi gerakan dengan durasi masing-masing 30 detik. Setiap perpindahan gerakan diberi jeda 10 detik. Sistem olahraga ini juga murah dan mudah, karena kamu bisa memakai benda-benda di sekitarmu seperti kursi, meja, atau dinding.


8. Google Fit


Aplikasi Google Fit bisa membantu Kamu untuk merekam berapa jauh kamu berlari, dan berapa jam workout yang kamu lakukan, serta berapa kalori yang kamu bakar. Jejak rekam latihan Kamu tersimpan dengan baik dalam aplikasi ini, jadi Kamu akan mengetahui sejauh mana perkembangan atau peningkatan latihan Kamu setiap harinya.


9. MyFitnessPal


Aplikasi MyFitnessPal bisa menjadi pasangan menarik untuk aplikasi panduan workout lainnya. Dengan MyFitnessPal kamu bisa melihat berapa kalori yang masuk dalam tubuhmu. Database kalori makanan di MyFitnessPal lumayan besar, bahkan mencapai 5 juta makanan. Biar Kamu tidak sembarangan makan, cek dulu kandungan kalori makanan yang Kamu inginkan demi berat badan ideal.


10. Pocket Yoga


Sekarang kamu bisa latihan yoga sendiri di rumah ditemani aplikasi Pocket Yoga, yang akan memberimu panduan posisi-posisi yoga melalui visual maupun audio. Totalnya ada 200 gerakan yoga yang kamu pelajari. Dengan begini, tidak ada alasan lagi untuk mengatakan biaya latihan yoga yang mahal, karena Kamu bisa melakukan sendiri di rumah.


Dengan banyaknya pilihan aplikasi kebugaran tentu akan memudahkan Kamu untuk mengatur sendiri perkembangan kebugaran tubuh Kamu. Jadi, selamat mencoba.


Tips untuk Pendaki Gunung Pemula Wanita

Tips untuk Pendaki Gunung Pemula Wanita


Olahraga mendaki Gunung memang sudah terkenal sejak dulu kala, namun bagi kalangan wanita, Hobi ini menjadi trend dan meledak setelah Film berjudul 5 cm meledak di pasaran. Meskipun banyak kalangan pendaki gunung Semeru yang tidak setuju dengan beberapa Scan yang ada dalam film tersebut, namun harus diakui jika film yang menceritakan 5 orang sahabat yang mendaki Gunung Semeru ini membuat hobi pendaki gunung tertular bahkan sampai ke remaja sekalipun.


Gunung memang tidak menyeramkan dan indah, namun bukan berarti para pendaki pemula bisa melakukan segalanya dengan mudah. Bagi ada yang baru pertama kali ingin mendaki gunung, berikut ini ada beberapa Tips yang disusun oleh Talk Sehat Terbaru agar rencana pendakian tidak berubah menjadi bencana, tetapi menjadi hal yang patung untuk dikenang.


1. Olahraga Ringan Sebelum Mendaki Gunung



Stretching dan Olahraga ringan adalah hal yang paling tidak boleh dilewatkan oleh para pendaki, tidak hanya cewek, bahkan cowok pun harus melakukan hal yang sama. Tujuannya adalah untuk membuat otot otot tidak tegang dan mudah keram selama melakukan pendakian. Jenis olahraga yang paling direkomendasikan adalah jogging atau renang selama 15 menit selama tiga hari. Meskipun disarankan untuk berolahraga namun olahraga berat juga harus dihindari misalnya Jogging sampai 2 jam atau memaksakan target misalnya keliling lapangan bola sebanyak 7 kali. Hal ini berpotensi merusak stamina dan terkena resiko Drop di atas gunung.


2. Pakai Pakaian Khas Pendaki



Tips yang kedua adalah menyediakan pakaian Khas Pendakian. Beberapa penyakit pendaki wanita pemula adalah selalu ingin tampil istimewa di atas gunung namun gunung bukan hal yang bisa dianggap remeh. Hal hal kecil seperti keringat dapat berakibat fatal karena anda harus tunggu sampai kembali untuk membersihkan badan, oleh karena itu pakai pakaian yang dirancang khusus untuk mendaki dengan pertimbangan dapat menyerap keringat. Sediakan pula pakaian tebal yang dapat menghalau dingin ketika berada di alam bebas dan mengurangi tergores ranting ketika menyusuri semak.


3. Perhatikan Tanggal Menstruasi atau Datang Bulan


Salah hal yang lumrah terjadi pada cewek adalah datang bulan, bagi merek ayang sudah terbiasa mendaki gunung mungkin datang bulan bukanlah masalah besar tapi bagi para pendaki Pemula datang bulan bisa saja menggagalkan langkah kalian untuk mencapai puncak dan harus pulang dengan perasaan kecewa. Hal-hal yang paling dikhawatirkan adalah nyeri saat datang bulan sampai akhirnya dapat membuat tubuh drop. Namun jika memang sudah direncanakan dengan matang bawalah beberapa pembalut cadangan dan juga kantong plastik khusus pembalut karena bahan dari pembalut sulit terurai di alam.


4. Jangan Diet dan Perbaiki Asupan Makanan


Bagi para calon pendaki gunung pada level Pemula untuk cewek mohon jangan Diet, Kami tahu bawah berat badan ideal adalah idola bagi setiap kaum hawa, namun mendaki gunung itu berbeda. Pendakian akan membutuhkan banyak tenaga dan energi oleh karena itu sebisa mungkin perbaiki asupan makanan sebelum melakukan pendakian. Perbanyak makan protein dan juga karbohidrat namun jangan juga berlebih.


5. Pasang Target Pendakian yang masuk akal


Seperti pengantar yang telah disampaikan di atas, hobi mendaki gunung menjadi Booming karena film 5 CM, namun jangan pernah membuat rencana untuk langsung menaklukkan gunung Semeru. Mengapa demikian? Karena Gunung Semeru adalah salah satu Gunung Tertinggi di Indonesia, dengan rute yang panjang. Dibutuhkan banyak pengalaman saat mendaki Semeru terlebih untuk mencapai Puncak berpasir dari Archopodo, kalau tujuannya adalah Ranu Kumbolo atau sekedar menikmati Kalimati, mungkin saja masih boleh. Mulailah dari gunung gunung pendek lalu pindah ke gunung yang agak tinggi.


6. Permasalahan akan buang air kecil maupun besar


Permasalahan yang paling sering dihadapi oleh pendaki cewek adalah masalah buang air kecil dan buang air besar, jika cowok dengan santai bisa pipis sambil berdiri tentu saja tidak sama dengan cewek. Hal yang perlu diperhatikan adalah membiasakan diri untuk pipis sambil jongkok dengan bukan celana setengah. Karena tentu saja ribet kalau ingin membuka celana penuh.


7. Bawa Sleeping Bag



Bawa Sleeping bag adalah sebuah keharusan, karena ada kondisi dimana perlengkapan yang dibawa akan terbatas sehingga tidur antara cewek dan cowok harus dalam satu tenda. Meskipun tidak disarankan tidur dalam satu tenda kecuali anda adalah pendaki pasangan resmi. Tujuan utama dari sleeping bag adalah mencegah hangat keluar dari tubuh ketika tidur dari udara dingin pada malam hari dan juga kalau ada kemungkinan di grepe sama teman cowok mungkin karena tidak sengaja ketika terlelap.


8. Ajak teman cewek



Tips yang paling penting untuk pendaki cewek adalah mengajak teman cewek lain yang tentu saja sama sama pendaki cewek. Yah karena yang paling mengerti cewek adalah cewek dan menghindari kemungkinan hal hal yang tidak diinginkan dari pendaki cowok karena mengajak pendaki cowok mendaki gunung lebih banyak manfaat daripada ruginya tapi tetap ada resikonya juga.


9. Bawa Tissu Basah dan Tissu Kering



Perlengkapan yang tidak boleh luput lainnya adalah Tissu basah dan Tissu kering. Tujuannya adalah untuk bersih-bersih wajah, meskipun mendaki gunung, bukan berarti kesehatan wajah harus diabaikan. Selain untuk membersihakn wajah, Tissu juga baik digunakan untuk membersihkan perlengkapan makan agar konsumsi air berkurang dan hal yang penting Tissu gampang hancur atau terurai sehingga ketika ditinggalkan, tissu masih bersahabat dengan alam, namun sebaiknya dibawa turun karena gunung bukan tempat sampah.


Bahaya Olahraga Futsal Malam Hari

Bahaya Olahraga Futsal Malam Hari


Bagi para pria, olahraga futsal adalah salah satu olahraga yang paling digemari. Olahraga yang mirip dengan sepak bola dan dilakukan di ruangan indoor ini biasa dilakukan ketika malam hari. Para pria melakukan ini di malam hari karena malam hari adalah waktu senggang mereka selain sekolah, kuliah, atau pun bekerja. Semakin banyaknya peminat futsal, semakin banyak juga pengusaha yang mulai membuka tempat bermain futsal.


Namun apakah sempat terpikirkan mengenai melakukan olahraga di malam hari, apakah ada dampak atau bahaya tertentu jika berolahraga khususnya futsal di malam hari? Berikut adalah beberapa ulasan mengenai bahaya olahraga futsal malam hari :


1. Risiko Angin Malam hingga Asma


Bahaya olahraga futsal malam hari yang pertama adalah tubuh berisiko terkena angin malam. Walaupun dilakukan di tetap tertutup, namun tidak menghilangkan risiko ini. Angin malam tetap dapat masuk ke dalam ruangan dan juga mengenai tubuh Anda. Hal ini didukung pakaian yang digunakan untuk bermain futsal tergolong pakaian yang tipis. Angin malam yang masuk ke dalam tubuh akan semakin terasa ketika tubuh Anda sudah merasa kelelahan. Dampak awal dari kondisi ini adalah demam atau masuk angin. Sedangkan dampak selanjutnya adalah risiko terkena asma. Salah satu penyebab alergi asma ada suhu dingin di malam hari. Jika olahraga ini dilakukan dalam intensitas yang sering maka daya tahan paru-paru terhadap angin malam akan semakin menurun. Hal inilah yang menyebabkan Anda rentan terkena satu dari beberapa jenis asma.


2. Daya Tahan Tubuh Berkurang


Sering melakukan futsal di malam hari padahal seharian sudah bekerja dapat membuat daya tahan tubuh berkurang. Hal ini didukung oleh beberapa penelitian yang menyatakan bahwa orang yang sering berolahraga ketika malah hari setelah seharian bekerja menjadi lebih mudah sakit. Berolahraga, termasuk olahraga futsal, tetap boleh dilakukan di malam hari asalkan kondisi badan masih prima. Jika memang dalam seharian sudah melakukan banyak aktivitas, maka lebih dipertimbangkan untuk mengistirahatkan tubuh. Jangan sampai badan menjadi kurang istirahat dan justru menjadi lebih mudah sakit. Daya tahan tubuh yang menurun juga menyebabkan badan menjadi cepat lelah.


3. Kelelahan yang Berlebihan


Bahaya olahraga futsal malam hari berikutnya adalah badan berisiko mengalami kelelahan yang berlebih. Olahraga futsal dilakukan bukan hanya karena ada waktu luang, tetapi ketika tubuh sehat dan tidak sedang kelelahan atau kurang istirahat. Jika olahraga futsal dilakukan secara berlebihan yaitu di malam hari setelah Anda melakukan beragam aktivitas seharian maka akan berdampak pada rasa lelah yang teramat sangat. Dampak lainnya adalah badan menjadi cepat lelah dan jantung berdebar. Oleh karena itu, cobalah untuk membagi waktu antara bekerja, istirahat, dan berolahraga. Jangan sampai olahraga futsal yang Anda lakukan justru menjadi bumerang bagi kesehatan Anda. Jangan lupa bahwa tubuh harus tidur sekitar 8 jam dalam setiap harinya.


4. Serangan Jantung Mendadak


Bahaya olahraga futsal malam hari yang paling fatal adalah terjadinya serangan jantung mendadak. Kejadian ini sudah banyak terjadi, salah satunya pada artis Adjie Massaid. Artis Adjie Massaid meninggal dunia setelah sebelumnya bermain futsal. Tiba-tiba Adjie mengeluh sesak nafas dan sakit di dada, hingga pada akhirnya tidak tertolong karena dokter menyatakan ia terkena serangan jantung. Tentunya serangan jantung mendadak ini bukan disebabkan oleh faktor olahraga futsal malam hari semata. Riwayat kesehatan sebelumnya juga berpengaruh besar. Misalnya ada riwayat kolesterol tinggi, maka risiko terkena serangan jantung mendadak menjadi lebih besar. Faktor kelelahan yang berlebihan juga menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya serangan jantung mendadak. Untuk itu sangat penting untuk mengetahui pertolongan pertama serangan jantung.


Itulah beberapa bahaya olahraga futsal malam hari. Olahraga futsal memang menyehatkan jika dilakukan dengan benar. Jika Anda sudah beraktivitas berat selama seharian, akan lebih baik untuk memilih istirahat daripada bermain futsal. Pilihlah waktu senggang lain ketika Anda tidak sedang kelelahan. Bagi penderita jantung, olahraga bukanlah halangan. Akan tetapi harus bijak dalam memilih olahraga untuk jantung. Jika kondisi badan tidak mendukung jangan lakukan olahraga berat seperti olahraga futsal untuk tetap menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan organ jantung. Kurang olahraga atau berlebihan dalam berolahraga sama-sama tidak baik untuk kesehatan.


Manfaat Yoga untuk Diabetes

Manfaat Yoga untuk Diabetes


Diabetes dalam berbagai bentuk mempengaruhi hingga 5 persen populasi dunia dengan 12 juta penderita diabetes hanya di Eropa Barat. Dari cara-cara berbeda di mana diabetes muncul, diabetes mellitus noninsulin-dependent (NIDDM) mungkin merupakan penyakit genetik yang paling sering ditemui. NIDDM atau diabetes tipe II adalah multifaktorial, tergantung juga pada faktor lingkungan termasuk obesitas, gaya hidup menetap dan ketidakseimbangan nutrisi.


Yoga telah menunjukkan beberapa hasil yang bermanfaat dalam menyembuhkan diabetes. Latihan yoga yang diresepkan untuk menyembuhkan diabetes berbeda dengan latihan yoga hatha karena melibatkan posisi yang disesuaikan untuk menangani kondisi tertentu, serta latihan meditasi, relaksasi, dan peregangan.


Salah satu studi yang dilakukan untuk menyembuhkan diabetes adalah studi yang didirikan oleh Yoga Biomedical Trust, yang didirikan pada tahun 1982 oleh ahli biokimia Dr Robin Monro, dan sebuah yayasan penelitian yoga India yang menemukan bahwa berlatih yoga selama 30 menit sehari selama satu bulan membantu mengurangi darah. kadar glukosa pada beberapa penderita diabetes.


Para pasien yoga mengambil bagian dalam satu atau dua sesi 90 menit seminggu dan diminta untuk berlatih di rumah. Kelas-kelas tersebut mencakup latihan yoga khusus dari gerakan memutar tulang belakang, busur, dan pernapasan perut.


Pada akhir 12 minggu kadar gula darah turun secara signifikan pada semua pasien dalam kelompok dan sedikit meningkat pada kelompok kontrol yang tidak mengikuti sesi yoga. Tiga siswa yoga berhasil mengurangi pengobatan mereka, termasuk seorang pria yang tidak mengubah rezim obatnya selama 20 tahun.


Sudah lama diketahui bahwa olahraga bermanfaat bagi penderita diabetes. Terapi yoga dapat membantu mengurangi tingkat stres yang dapat berperan dalam kematangan diabetes. Tetapi satu kekurangannya adalah beberapa pasien akan kesulitan untuk mengikuti sesi reguler yang diperlukan untuk mempertahankan manfaatnya. Semua pasien mengatakan mereka ingin melihat kelas-kelas ini didirikan secara permanen tetapi kami tidak punya uang.


Komponen latihan dalam paket terapi yoga belum tentu merupakan yang paling penting, karena tidak ada latihan fisik yang cukup untuk menjelaskan perubahannya, tetapi pengurangan stres banyak berkaitan dengannya. Hormon stres meningkatkan kadar gula dalam darah. Orang-orang juga mendapat manfaat dari menstabilkan suasana hati mereka yang dibawa oleh yoga, meningkatkan perasaan sejahtera dan perasaan lebih terkendali, yang dapat membantu pengendalian diet mereka.

Alasan Pentingnya Memilih Berolahraga Sepeda

Alasan Pentingnya Memilih Berolahraga Sepeda

Saatnya untuk lepas dari rutinitas harian yang mungkin melelahkan, saatnya buat kamu untuk bersantai dan berolah raga, tapi tunggu dulu, kamu mungkin bosan dengan olah raga yang biasa kamu lakukan, Jika kamu ingin mencoba olahraga baru, maka bersepeda bisa jadi jawaban tepat buatmu.


Bersepeda tak hanya jadi aktivitas yang menyenangkan, namun juga bentuk olahraga untuk mengencangkan otot, menguatkan tulang dan membantu menurunkan berat badan. Agar tubuh tetap sehat, seseorang membutuhkan olahraga setidaknya selama 30 menit, hal itu setara dengan berjalan 10.000 langkah atau 8 kilo meter bersepeda. Selain menyehatkan, bersepeda juga dapat menjaga kesehatan jiwa Anda.


Ingin bersepeda di akhir pekan ini? Dikutip dari berbagai sumber, berikut Alasan Pentingnya Memilih Berolahraga Sepeda.

1. Menjaga sistem kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi dan berbagai bentuk penyakit sitemik. Penelitian menunjukkan bahwa aktifitas tingkat sedang, seperti bersepeda, dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh dan memberikan kontribusi untuk hidup sehat. Selain itu, sistem kekebalan tubuh dapat meningkatkan aktivitas melawan tumor serta membantu pencegahan penyakit yang terkait--dengan tumor.


2. Otot menjadi kuat

Selama bersepeda, sebagian otot-otot tubuh diaktifkan. Otot kaki yang bertanggung jawab untuk mengayuh pedal sepeda; otot perut dan punggung menstabilkan tubuh di sepeda dan bantalannya dari pengaruh ekdternal; dan sistem otot lengan dan bahu mendukung tubuh agar kuat memegang setang sepeda. Semua pelatihan dan pengencangan sistem otot ini, membuat otot semakin kencang dan mampu berfungsi secara efisien.


3. Memperkuat sistem kerangka

Bersepeda memiliki efek positif pada kepadatan dan kekuatan tulang sehingga, secara otomatis, kerangka pun menguat. Selain itu, seperti yang telah dikemukakan di atas, bersepeda dapat menguatkan otot, dan otot yang kuat mampu melindungi sistem kerangka.


4. Mencegah timbulnya penyakit tulang belakang dan sakit punggung

Postur tubuh ketika bersepeda sangat baik dan gerakan siklis pada kaki merangsang otot-otot di punggung bawah. Dengan cara ini, tulang belakang diperkuat dan dilindungi terhadap stres eksternal. Keistimewaan lain dari bersepeda adalah dapat merangsang otot-otot kecil dari vertebra yang mana sulit untuk dilakukan oleh jenis latihan lainnya. Hal ini dapat membantu mengurangi kemungkinan sakit punggung dan masalah lainnya.


5. Mengurangi stres mental

Bersepeda memiliki efek relaksasi yang besar karena gerakan sikliknya yang seragam dapat menstabilkan fungsi tubuh, baik dari segi fisik dan mental. Sehingga mampu melawan kecemasan, depresi, dan masalah psikologis lainnya. Bersepeda juga mempu mengontrol keseimbangan hormonal.



6. Mencegah penyakit jantung dan kardiovaskuler

jantung merupakan organ terpenting untuk terciptanya kehidupan yang sehat, akan tetapi jantung bisa rusak jika memiliki gaya hidup yang tidak aktif. Bersepeda merupakan bentuk latihan yang sangat ideal agar jantung lebih kuat karena berkurangnya stres pada jantung. Selain itu semua faktor risiko yang menyebabkan serangan jantung berkurang dan dengan bersepeda secara teratur dapat mengurangi kemungkinan terkena serangan jantung sebanyak lebih dari 50 persen.


7. Menurunkan tekanan darah

Bersepeda, tingkat moderat, dapat mencegah atau setidaknya mengurangi tekanan darah tinggi sehingga mampu mencegah struk atau kerusakan organ. Tekanan darah juga berkurang dengan menurunnya denyut jantung, dan hal ini merupakan hasil dari bersepeda dengan teratur.


8. Stamina

Bersepeda adalah olahraga aerobik yang baik karena, bersepeda, memberikan tegangan/ tekanan lebih sedikit dibandingkan dengan olahraga ketahanan lainnya. Dengan meningkatnya stamina, keletihan dan kelelahan mampu dikurangi serta dapat meningkatkan perasaan yang sejahtera.


9. Mudah dilakukan

Sangat mudah bagi sendi Anda karena bersepeda merupakan bentuk latihan yang tidak berat. Anda dapat melakukannya pada setiap tingkat intensitas, sehingga membuat bersepeda menjadi olahraga yang cocok bagi orang-orang dengan segala usia dan tingkat kebugaran.


10. Melindungi bumi

Memilih sepeda untuk dijadikan alat transportasi harian Anda dan mengurangi perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor, akan mengurangi emisi gas rumah kaca, biaya pemeliharaan jalan, serta berkontribusi untuk mencegah kemacetan. Bersepeda selama 25 menit setiap harinya, Anda mampu menyimpan sekitar 165 kg karbon dioksida selama satu tahun.


Semoga informasi diatas bermanfaat 😁
Happy Cycling! 🚴