Cara Cepat Hamil Berdasarkan Golongan Darah

Cara Cepat Hamil Berdasarkan Golongan Darah


Cara Cepat Hamil dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah faktor genetik. Genetik yang diturunkan dari pendahulu Anda juga adalah penentu sifat-sifat kesuburan, baik itu bagi wanita maupun pria. Selain kesuburan, faktor lain yang juga mempengaruhi kemungkinan hamil adalah golongan darah, khususnya bagi wanita. Ini tidak kemudian berarti bahwa wanita golongan darah tertentu dapat memiliki kemungkinan hamil lebih tinggi dari wanita dengan golongan darah lain. Hanya saja, apa yang perlu Anda perhatikan untuk bisa mempercepat kehamilan juga bergantung dari golongan darah.


Agar lebih mudah dimengerti, bisa dikatakan seperti ini: Wanita bergolongan darah B dapat melakukan hal-hal tertentu untuk meningkatkan potensi kehamilannya, yang mungkin tidak akan banyak berpengaruh jika dilakukan oleh wanita dengan golongan darah A. Begitu pula sebaliknya. Untuk lebih mengerti tentang golongan darah, silahkan baca disini.


Nah, untuk memaksimalkan kemungkinan hamil Anda, berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk cepat hamil berdasarkan golongan darah Anda.


1. Wanita Dengan Golongan Darah A


Beberapa penelitian pernah dilakukan untuk melihat hal-hal yang dapat membantu meningkatkan kesuburan wanita dengan golongan darah A. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan untuk cepat hamil bagi wanita bergolongan darah A antara lain :


1. Mengurangi Konsumsi Daging


Wanita dengan golongan darah A sebaiknya menghindari konsumsi daging yang berlebihan, khususnya daging olahan. Pada kebanyakan orang, daging sebenarnya sangat berguna untuk meningkatkan kesuburan. Tapi sebaliknya, kadar protein hewani yang berlebihan akan memberikan efek buruk bagi wanita bergolongan darah A. Ini karena pada kadar tertentu, protein hewani ini dapat menjadi racun bagi tubuhnya.


2. Mengurangi Konsumsi Kafein


Kafein adalah salah satu jenis konsumsi yang harus dibatasi oleh wanita bergolongan darah A. Jika Anda bergolongan darah A dan hobi mengkonsumsi kopi, mungkin sebaiknya Anda mulai mencari substitusi atau pengganti. Anda dapat mulai mengkonsumsi teh hijau misalnya, atau minuman lain yang mengandung antioksidan.


3. Menambah Konsumsi Buah dan Sayuran


Segala bahan makanan yang mengandung antioksidan dan enzim sangat baik bagi kesuburan wanita bergolongan darah A. Jadi untuk cepat hamil, sangat disarankan untuk meningkatkan konsumsi terhadap sayur dan buah-buahan. Sayuran yang baik antara lain wortel, bayam, lobak, kol, dan tomat. Sementara buah-buahan yang kaya antioksidan dan enzim antara lain blueberry, alpukat dan melon. Buah-buahan ini sendiri juga dapat menghindarkan wanita dari penumpukan lemak dan lendir yang biasa terjadi pada bagian leher rahim.


2. Wanita Dengan Golongan Darah B


Pada dasarnya semua makanan yang menyehatkan baik dan baik untuk tubuh juga akan baik bagi kesehatan rahim dan kesuburan wanita. Tapi berdasarkan penelitian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wanita golongan darah B yang ingin cepat hamil dalam hubungannya dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi.


Adapun yang perlu diperhatikan wanita bergolongan darah B antara lain :


1. Minuman Untuk Kesuburan


Bagi wanita dengan golongan darah B, ada beberapa zat yang terkandung dalam minuman yang dapat membantu meningkatkan kesuburannya. Minuman tersebut antara lain minuman yang mengandung peppermint, jahe dan ginseng. Teh hijau juga adalah salah satu minuman yang dapat meningkatkan kesuburan wanita bergolongan darah B. Minuman dan zat ini tidak akan memberikan efek baik yang sama kepada wanita dengan golongan darah lainnya.


2. Meningkatkan Konsumsi Kacang-Kacangan


Kacang-kancangan memang selalu baik untuk kesuburan, baik untuk wanita maupun pria. Tapi khusus untuk wanita bergolongan darah B, beberapa jenis kacang khusus memiliki efek yang lebih besar bagi mereka ketimbang saat dikonsumsi oleh wanita bergolongan darah lain. Kacang-kacangan tersebut antara lain kacang navi, kacang lima dan kenari.


3. Meningkatkan Konsumsi Sayuran dan Buah


Buah dan sayuran juga baik untuk dikonsumsi wanita bergolongan darah B, terutama buah yang mengandung banyak serat dan antioksidan. Kembang kol dan kubis adalah sayuran yang baik, sementara buah semangka, pir dan belimbing juga memiliki efek yang besar. Selain itu, umbi-umbian juga dapat membantu meningkatkan potensi cepat hamil bagi wanita dengan golongan darah B.


3. Wanita Dengan Golongan Darah O


Pada dasarnya, wanita dengan golongan darah O dapat meningkatkan kemungkinan cepat hamil dengan meningkatkan konsumsi makanan bergizi. Ini juga sama halnya dengan wanita yang bergolongan darah lain. Tapi ada beberapa pengecualian bagi wanita dengan golongan darah O. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:


1. Tidak Mengkonsumsi Susu Olahan


Susu olahan tidak sebaiknya dikonsumsi oleh wanita bergolongan darah O yang sedang merencanakan kehamilan dalam waktu dekat. Susu memang adalah sumber asupan kalsium dan protein yang sangat dibutuhkan dan juga membantu meningkatkan kesuburan. Tapi dalam hal ini, asupan kalsium tersebut bisa diganti dengan susu kedelai.


2. Mengurangi Konsumsi Karbohidrat


Khususnya bagi wanita dengan golongan darah O, asupan karbohidrat sebaiknya dikurangi. Ini dapat dilakukan dengan mengganti bahan makanan yang menjadi sumber karbohidratnya. Makanan yang dianjurkan sebagai sumber asupan karbohidrat antara lain roti, gandum, atau ubi.


3. Menghindari Pemicu Kolesterol


Wanita dengan golongan darah O memiliki potensi kolesterol yang lebih tinggi ketimbang wanita dengan golongan darah lain. Seperti yang kita ketahui, kolesterol juga adalah salah satu faktor penghambat kehamilan Anda. Wanita dengan golongan darah O lebih peka terhadap hal-hal yang dapat memicu kolesterol tinggi dibandingkan dengan wanita bergolongan darah lain. Jadi untuk cepat hamil, wanita bergolongan darah O sebaiknya menghindari hal-hal yang dapat memicu kolesterol tinggi. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengganti minyak goreng dengan minyak zaitun atau minyak canola.


4. Wanita Dengan Golongan Darah AB


Pada dasarnya, wanita golongan darah AB yang ingin cepat hamil hanya perlu melakukan hal-hal yang sama yang perlu dilakukan wanita bergolongan darah A dan bergolongan darah B. Mulai dari konsumsi buah dan sayuran, serta pola diet dan pantangan konsumsi yang kami sebutkan di atas. Hanya saja, wanita dengan golongan darah AB membutuhkan asupan protein yang lebih banyak ketimbang wanita bergolongan darah lain. Selain itu, adapun hal-hal yang perlu diperhatikan wanita bergolongan darah AB agar bisa cepat hamil antara lain :


1. Meningkatkan Konsumsi Padi-padian


Kedelai dan nasi adalah bahan makanan yang baik untuk dikonsumsi oleh wanita dengan golongan darah AB. Sebaliknya, mengkonsumsi terigu bisa menimbulkan efek yang tidak baik, apalagi jika dikonsumsi dengan kadar yang tinggi. Terigu yang berlendir dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan asma, yang kemungkinannya jauh lebih tinggi ketika dikonsumsi oleh wanita dengan golongan darah AB.


2. Mengurangi Konsumsi Daging


Daging adalah bahan makanan yang sangat kaya protein. Sedangkan wanita dengan golongan darah AB membutuhkan protein lebih banyak daripada wanita dengan golongan darah yang lain. Tapi, wanita bergolongan darah AB tidak dapat memproduksi asam lambung dengan jumlah yang sama dengan kebanyakan orang. Ini membuat daging-dagingan menjadi bahan makanan yang sebaiknya dikurangi bagi mereka. Asupan protein hewani bisa dapatkan dari susu atau konsumsi daging domba, kelinci, siput, kalkun atau kakap merah.


3. Menghindari Konsumsi Alkohol


Alkohol tentu saja tidak baik bagi kesehatan janin dan kesuburan wanita. Tapi bagi mereka yang bergolongan darah AB, efek alkohol kepada kesuburan bisa jauh lebih besar daripada mereka dengan golongan darah lainnya. Ini membuat alkohol menjadi salah satu pantangan besar bagi wanita dengan golongan darah AB yang berencana untuk cepat hamil. Sangat disarankan untuk mengkonsumsi minuman yang lebih menyehatkan seperti jahe atau teh hijau.


Mendapatkan kehamilan adalah idaman semua pasangan. Kehamilan adalah salah satu hal yang dapat membuat seorang wanita merasa sempurna. Untuk mewujudkan hal tersebut, wanita harus banyak memiliki pengetahuan tentang kehamilan yang salah satunya berhubungan dengan golongan darahnya sendiri. Demikian artikel Cara Cepat Hamil Berdasarkan Golongan Darah. Semoga bermanfaat bagi para calon Ibu.

Efek Samping Obat Penyubur Kandungan

Efek Samping Obat Penyubur Kandungan


Apakah Anda sedang menantikan buah hati, tapi tidak kunjung hamil? Jangan khawatir, ada banyak cara agar Anda cepat hamil, salah satunya dengan obat penyubur kandungan. Nah, sebelum menggunakan obat tersebut simak dulu berbagai kemungkinan risiko dan efek samping obat penyubur kandungan berikut ini.


Efek samping obat penyubur kandungan yang ringan


Bagi wanita yang sulit hamil, obat penyubur kandungan dapat menjadi langkah pertama dalam pengobatan. Obat tersebut meningkatkan kadar hormon tubuh yang mengatur masa subur (ovulasi) sehingga kemungkinan Anda untuk hamil menjadi lebih besar. Walaupun obat penyubur kandungan terbukti aman dan berhasil, ada risiko dan efek samping yang mungkin terjadi.


Munculnya risiko dan efek samping tergantung obat penyubur kandungan mana yang digunakan, seberapa tinggi dosis obat, dan keadaan tubuh Anda. Efek samping obat penyubur kandungan sulit untuk diprediksi sebelum Anda mencoba untuk menggunakannya. Menurut Very Well, risiko yang umumnya terjadi akibat obat penyubur kandungan adalah hamil kembar (dua anak kembar atau lebih).


Berikut beberapa jenis obat penyubur kandungan dan efek sampingnya.


1. Clomiphene citrate (clomid)


Clomiphene citrate meningkatkan dua hormon penting, yaitu hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing. Kedua hormon tersebut membuat sel telur matang dan siap untuk dilepaskan ke tuba falopi sehingga lebih mudah dibuahi oleh sperma. Kemungkinan efek samping dari obat ini meliputi :


  • Hot flashes
  • Perut kembung dan terasa sakit
  • Berat badan naik
  • Sakit kepala
  • Perubahan mood
  • Mual
  • Pusing
  • Payudara jadi lebih sensitif
  • Vagina kering
  • Perdarahan menstruasi yang tidak normal


2. Gonadotropin


Cara kerja gonadotropin sama seperti clomid. Namun, obat ini hanya digunakan untuk wanita dengan PCOS yang tidak ampuh dengan obat penyubur kandungan lain atau wanita yang menjalani bayi tabung. Kemungkinan efek samping obat penyubur kandungan gonadotropin adalah :


  • Sakit kepala
  • Mual dan sakit perut
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Perut kembung
  • Muncul jerawat
  • Perubahan mood
  • Berat badan naik
  • Rasa nyeri dan kemerahan pada bagian tubuh yang disuntik
  • Pusing
  • Perdarahan menstruasi yang tidak normal


3. Gonadotropin releasing hormone (GnRH) agonist dan antagonist


Keduanya obat tersebut digunakan untuk mengatur ovulasi khusus pada wanita yang menjalani prosedur bayi tabung. Namun, penggunaannya hanya direkomendasikan jangka pendek. Kemungkinan efek samping dari GnRH agonis seperti Lupron termasuk :


  • Hot flashes
  • Sakit kepala
  • Suasana hati berubah, seperti kecemasan dan depresi
  • Kekeringan vagina
  • Muncul jerawat
  • Nyeri sendi
  • Mual
  • Sakit perut
  • Berat badan naik
  • Gairah seks menurun
  • Pusing
  • Rasa nyeri dan kemerahan pada bagian tubuh yang disuntik


Kemungkinan efek samping dari GnRH antagonis meliputi :


  • Sakit kepala
  • Mual dan sakit perut
  • Perdarahan menstruasi yang tidak normal


Efek samping obat penyubur kandungan yang parah


Selain efek samping ringan yang bisa hilang dengan sendirinya, penggunaan obat penyubur kandungan juga bisa menyebabkan efek samping yang parah. Untungnya, ini jarang terjadi. Jadi, selalu konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat penyubur kandungan.


1. Gangguan penglihatan


Wanita yang menggunakan clomid atau letrozole memiliki risiko mengalami gangguan penglihatan. Bila Anda mengalami black floater (bercak hitam di penglihatan) dan penglihatan kabur yang disertai sakit kepala selama mengonsumsi obat, konsultasikan ke dokter. Biasanya gangguan tersebut akan hilang begitu obat berhenti diminum.


2. Kehamilan ektopik


Wanita yang menggunakan gonadotropin memiliki risiko kehamilan ektopik, yaitu kehamilan yang terjadi di luar rahim. Kondisi ini membahayakan nyawa janin. Bila muncul gejala nyeri pinggul parah, mual, muntah, dan sakit perut selama kehamilan, segera periksa kesehatan Anda ke dokter. Kemungkinan besar gejala tersebut menjadi tanda Anda mengalami kehamilan ektopik.


3. Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS)


Beberapa obat penyubur kandungan bisa merangsang ovarium untuk menghasilkan sel telur lebih banyak dari biasanya. Ini bisa meningkatkan risiko wanita terkena OHSS. Kondisi ini mengancam kesuburan dan nyawa seseorang karena bisa menyebabkan gagal ginjal dan penggumpalan darah.


Bagaimana cara mengurangi efek samping obat penyubur kandungan?


Efek samping dari obat penyubur kandungan tidak mungkin bisa dihindari sama sekali, tapi bisa diringankan gejalanya. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk mengurangi munculnya gejala. Biasanya, dokter akan memberikan dosis obat yang rendah terlebih dahulu, sehinga tidak akan menimbulkan efek lebih banyak dibanding langsung mengonsumsi obat dengan dosis lebih tinggi.


Dilansir dari The Bumps, beberapa obat yang dapat mengurangi gejala efek samping obat penyubur kandungan yaitu obat antidepresan dan paracetamol. Melakukan olahraga rutin dan akupunktur bisa membantu Anda mengurangi gejala perubahan mood yang muncul.

Bolehkah Makan Pedas Saat Hamil?

Bolehkah Makan Pedas Saat Hamil?


Banyak kabar mengenai pantangan makanan yang harus dipatuhi oleh ibu hamil. Salah satunya adalah makanan pedas yang membuat ibu hamil bertanya, bolehkah makan pedas saat hamil?


Makanan pedas dianggap bisa menimbulkan keguguran bahkan dipercaya dapat menyebabkan bayi lahir dengan rambut yang botak atau tipis. Lantas, bagaimanakah kebenarannya?


Makanan pedas erat kaitannya dengan makanan yang mengandung cabai. Makanan pedas berbeda dari makanan lainnya karena dapat memberikan sensasi unik, yaitu rasa panas atau terbakar pada mulut dan lidah.


Meski terdengar tidak nyaman, banyak orang yang menyukai sensasi ini, termasuk wanita-wanita yang sekarang mungkin sedang hamil. Beberapa bahkan mengatakan bahwa rasa pedas dapat meningkatkan nafsu makan mereka.


Bolehkah Ibu Hamil Makan Pedas Menurut Medis



Para medis telah sepakat bahwa makanan pedas tidak memiliki pengaruh terhadap tumbuh kembang bayi dalam kandungan. Namun tetap akan berpengaruh pada kondisi ibu hamil. Pengaruh buruk dapat timbul jika mengkonsumsi makanan pedas dalam jumlah banyak atau apabila mengkonsumsi makanan yang tingkat kepedasannya terlampau tinggi.


Dan apakah mitos yang menyatakan bayi akan lahir dengan rambut botak atau tipis dikarenakan ibunya sering makan makanan pedas itu benar? Jawabannya; Tidak benar sama sekali. Rambut bayi yang lebat atau tipis ataupun terlihat seperti botak bukanlah disebabkan karena sang ibu mengkonsumsi makanan pedas selama kehamilannya.


Namun lebat tidaknya rambut bayi ditentukan oleh faktor keturunan, karena informasi genetik orantua bayi akan menurun pada anaknya.


Pengaruh Bagi Sang Ibu


Makanan pedas akan berpengaruh pada tubuh ibu hamil hampir sama pada saat ibu sedang tidak hamil. Kekuatan tubuh tiap-tiap manusia dalam menerima makanan pedas berbeda-beda.


Tidak ada takaran tepat seberapa banyak makanan pedas yang bisa dikonsumsi, atau seberapa pedas yang boleh dikonsumsi, semua tergantung kekuatan tubuh pengkonsumsinya.


Ada beberapa efek samping yang bisa terjadi jika ibu hamil mengkonsumsi terlalu banyak makanan pedas, antara lain seperti; mual, muntah, sakit perut dan masalah pencernaan lainnya.


Jadi, makanan pedas tidaklah menyebabkan bayi dalam kandungan terlahir dalam keadaan rambut tipis apalagi botak, semua kembali pada faktor gen atau keturunan. Yang perlu dikhawatirkan dari ibu hamil yang makan pedas adalah seberapa pedas makanan itu, jika ibu hamil sampai mengalami mual, sakit perut, dan masalah pencernaan, tentu akan mengurangi jam istirahat ibu hamil, hal inilah yang malah akan berpengaruh pada bayi dalam kandungan ibu hamil.


Tentu ibu hamil akan berusaha semaksimal mungkin agar bayi dalam kandungannya bertumbung kembang dengan sebaik mungkin, dan pada saat masa persalinan nantinya tidak mengalami kesulitan yang berarti. Maka dianjurkan agar ibu hamil tetap mengkonsumsi berbagai makanan yang memiliki gizi baik dan seimbang untuk kebutuhan nutrisi bayinya.

Bolehkah Minum Teh Saat Hamil?

Bolehkah Minum Teh Saat Hamil?



Bolehkah minum teh saat hamil?” pertanyaan ini menjadi pertanyaan umum di benak para calon ibu karena teh mengandung kafein. Akan tetapi, teh merupakan salah satu minuman khas Indonesia yang banyak dikonsumsi. Tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga ibu hamil.


Apalagi dengan manfaat yang banyak seperti ketika terjadi “morning sickness”, seorang ibu hamil akan merasa mual jika mengonsumsi apa pun. Beberapa ibu hamil lalu memutuskan untuk meminum teh manis agar mengurangi rasa mual, menjadikan teh sebagai minuman yang bisa diandalkan.


Kalau sudah menjadi kebiasaan begini, apa yang sebaiknya ibu hamil lakukan?


Bahaya Minum Teh Manis Saat Hamil


Pertama-tama, kita harus mengetahui terlebih dahulu efek dari minum teh manis ketika sedang mengandung. Sebenarnya, teh hampir sama halnya seperti minum kopi. Di mana, terdapat kafein di dalamnya.


Ketika sedang hamil, konsumsi kafein yang berlebihan akan berefek tidak baik bagi kesehatan tubuh dan juga janin. Akan tetapi, teh juga mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh, bahkan diibaratkan seperti kandungan yang baik dari Zen. Teh juga mengandung antioksidan yang baik bagi tubuh.


Terkait juga dengan pertanyaan bolehkan ibu hamil minum teh manis, kita perlu mengetahui kandungan yang ada di dalamnya. Begitu juga dengan kandungan glukosa yang dicampurkan pada teh manis juga bisa memberikan efek tertentu.


Kandungan kafein yang ada pada teh bisa berakibat buruk jika dikonsumsi pada saat hamil secara berlebihan. Kafein merupakan sebuah zat yang bisa memicu peningkatan detak jantung dan juga metabolisme meskipun Kafein yang terdapat dalam teh memang lebih sedikit dibandingkan pada kopi.


Akan tetapi, akibatnya akan menjadi buruk jika ibu hamil sering mengonsumsinya. Kafein tersebut bisa mengganggu tumbuh kembang janin. Selain itu, jika teh yang mengandung kafein tersebut dikonsumsi secara terus menerus akan menimbulkan gejala sakit kepala dan juga insomnia. Apalagi jika ibu hamil mengonsumsi banyak teh yang akan menimbulkan banyak kafein, kelebihan kafein bisa menyebabkan keguguran.


Sedangkan jika ibu hamil sering mengonsumsi teh manis dengan gula biasa, maka hal tersebut bisa menimbulkan kelebihan glukosa yang kurang baik untuk kondisi kehamilan anda.


Yang Harus Dilakukan Jika Tidak Bisa Menghindari Teh Manis


Sesungguhnya, pantangan untuk tidak meminum teh sama sekali saat hamil akan terasa sangat susah. Terutama ketika di pagi hari ibu hamil merasa mual dan selalu muntah. Teh manis menjadi suatu solusi yang sangat efektif untuk meredakan “morning sickness” tersebut.


Nah yang perlu ibu hamil lakukan adalah dengan mengontrol asupan makanan dan minuman. Tidak perlu menghindari teh manis sekaligus tanpa meminumnya sedikit pun. Hanya saja, ibu hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi teh manis secara berlebihan. Semakin banyak teh manis yang ibu hamil minum, semakin banyak pula kafein dan glukosa yang akan masuk ke dalam tubuh.


Sehingga, ibu hamil harus mengontrolnya agar tidak membahayakan janin dan kondisi kandungan anda. Sekali waktu dalam sehari untuk meminum teh bisa dilakukan.


Dengan demikian, sudah jelas bukan jika meminum teh pada saat hamil secara berlebihan akan membahayakan janin. Akan tetapi, jika masih dalam kadar tertentu, teh manis tersebut tidak akan memberikan masalah.


Namun tentunya, selalu utamakan kesehatan tubuh dan janin. Batasilah atau kurangi kebiasaan minum teh manis saat mengandung, sehingga anda tidak perlu cemas dan was-was lagi terhadap asupan kafein yang mungkin masuk ke dalam tubuh anda.


Lalu, di sinilah kita bisa menjawab dengan bijak tentang bolehkan ibu hamil minum teh manis untuk dikonsumsi.

Rutin Konsumsi Buah Zuriat Bisa Meningkatkan Kesuburan, Benarkah?

Rutin Konsumsi Buah Zuriat Bisa Meningkatkan Kesuburan, Benarkah?


Bagi pasangan yang ingin punya momongan, ada banyak cara untuk meningkatkan kesuburan. Salah satu cara yang bisa Anda coba adalah dengan mengonsumsi makanan tertentu.


Mungkin Anda pernah mendengar atau membaca di Internet tentang khasiat buah zuriat yang dipercaya dapat meningkatkan kesuburan.


Apa itu buah zuriat?



Buah Zuriat atau dikenal juga dengan doum plam fruits merupakan buah yang tumbuh di padang pasir dengan bentuk oval. Buah ini banyak ditemukan di sepanjang sungai Nil, Mesir dan Sudan. Buah zuriat dianggap sebagai salah satu buah paling bermanfaat di dunia.


Buah Zuriat atau doum yang lebih dikenal dengan nama latin Hyphaene thebaica L. Buah ini merupakan keluarga dari palm, Arecaceae dan memiliki warna coklat muda hingga coklat tua.


Selain daun yang bisa dimanfaatkan untuk kerajinan tangan (seperti tikar, keranjang), Buah zuriat juga memiliki banyak manfaat lainnya seperti pada batangnya yang juga memiliki manfaat untuk konstruksi. Tidak hanya itu, ada juga akar buah zuriat yang banyak digunakan dalam pengobatan schistosomiasis.


Menurut Yeni Rohmaeni, S. Gz, ahli gizi di RS EMC Sentul, berbagai penelitian menunjukkan bahwa buah zuriat mengandung banyak kandungan mineral esensial, seperti potasium, sodium, kalsium, magnesium, dan fosfor.


Selain itu, buah zuriat mengandung vitamin B kompleks, serat, dan karbohidrat.


Oleh karena itu, tidak heran jika buah zuriat tercatat sebagai salah satu buah yang paling bermanfaat di dunia.


Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh International Food Journal menunjukkan bahwa buah zuriat banyak mengandung serat, asam lemak dan asam amino (esensial-non esensial).


Pada bagian dinding buah (epicarp) banyak ditemukan serat, pada daging buah banyak ditemukan asam lemak tak jenuh (Omega 3 dan Omega 6), asam amino esensial (penilalanine dan leusin) dan pada kedua bagian buah tersebut banyak ditemukan asam amino non-esensial (glutamin dan aspartam).


Perlu kita ketahui juga bahwa buah zuriat memiliki khasiat medis. Buah zuriat merupakan obat anti mikroba, antioksidan, hipolipidemik, antidiabetik dan antihipertensi.


Ekstrak buah zuriat memiliki kandungan penol dan flavonoid, serta antioksidan dan anti kanker yang tinggi. Penelitian telah menunjukkan bahwa flavonoid, saponin, dan tanin memiliki efek menurunkan lemak darah (hipolipidemik) dan tekanan darah (antihipertensi).


Nah, para peneliti telah membuktikan bahwa kandungan serat yang tinggi pada buah zuriat memiliki kelebihan dalam mencegah risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan beberapa jenis kanker, serta memiliki peran tertentu dalam peningkatan kesehatan untuk menurunkan kadar kolesterol.


Faktanya, penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa buah zuriat dapat meningkatkan fungsi hati atau liver dan memberikan efek menurunkan toksisitas pada hati.


Apakah buah Zuriat benar berkhasiat untuk kesuburan?



Laporan Mervat et al. pada tahun 2016 mengenai penelitian terhadap kelinci yang diberi suplemen zuriat menunjukkan bahwa kelinci betina dan jantan mengalami peningkatan hormon seksual.


Pada kelinci jantan terjadi peningkatan absolut dan relatif berat testis; epididimis; kelenjar seksual dan kelenjar pituitari, serta, lingkar skrotum; indeks testis dan aktivitas kawin.


Bersamaan dengan itu, setelah pemberian suplemen zuriat pada kelinci betina, terjadi kemampuan pembuahan dan kesuburan meningkat, serta kualitas susunya juga meningkat. Oleh karena itu secara tidak langsung buah zuriat dapat meningkatkan kesehatan reproduksi.


Penelitian masih terus dilakukan, namun manfaat buah zuriat tidak selalu dikonfirmasi kebenarannya untuk kesuburan, karena penelitian lain menunjukkan bahwa buah zuriat mungkin memiliki peran dalam mengatasi gangguan kesehatan, namun tidak berpengaruh pada indikator kesehatan organ reproduksi.


Untuk itu, alangkah baiknya jika Anda juga menyikapinya dengan bijak terhadap kandungan nutrisi buah zuriat yang tinggi. Sehingga manfaat tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan secara umum untuk siapa saja yang mengonsumsinya.


Dengan menimbang banyak manfaatnya, mengonsumsi buah ini dengan bijak dapat menjadi alternatif untuk membantu kesehatan reproduksi dengan tetap memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang untuk mencapai kesehatan yang optimal.


Namun, faktor lain yang juga harus diperhatikan untuk menunjang kesuburan tentunya gaya hidup sehat, antara lain pola istirahat, makanan, pengendalian stres dan olahraga secara teratur.

15 Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil yang Wajib Anda Tahu

15 Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil yang Wajib Anda Tahu


Apa yang Anda pikirkan saat mendengar kata kurma? Ya, buah asal Timur Tengah ini memang diakui sebagai salah satu menu favorit untuk berbuka puasa. Tapi tahukah Anda, bahwa kurma memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil?


Rasa yang manis dan kandungan gula alaminya membuat kurma menjadi favorit banyak orang. Yuk simak manfaat kurma yang harus Anda ketahui untuk ibu hamil


Kandungan Nutrisi Buah Kurma



Sebelum mengetahui apa saja manfaat kurma untuk ibu hamil, Anda bisa mencari tahu dulu kandungan nutrisi apa saja yang terdapat pada buah ini.


U.S. Department of Agriculture menjelaskan informasi nutrisi berikut untuk satu buah kurma dengan total 7 gram, yaitu:

  • Kalori: 20
  • Lemak: 0 g
  • Natrium: 0,14 mg
  • Karbohidrat: 5.3g
  • Serat: 0.6 g
  • Gula: 4 g
  • Protein: 0,2 g


1. Karbohidrat

Satu buah kurma mengandung lebih dari 5 gr karbohidrat, yang sebagian besar berasal dari gula. Selain itu, kurma terasa sangat manis karena memiliki kandungan fruktosa yang tinggi, yaitu dua kali lipat lebih manis dari glukosa.


Rata-rata dalam kurma, mengandung sekitar setengah gram serat. Saat buah matang, kadar gula akan meningkat dan serat berkurang.


Indeks glikemik kurma pada tanggal tersebut tergantung pada jenis dan tingkat kematangannya, dan dapat berkisar dari 43 hingga 55. Menurut Jurnal Nutrition, kurma ternyata merupakan makanan rendah glisemik meskipun rasanya manis.


2. Lemak

Kurma bukanlah sumber lemak yang signifikan. Melihat data dari U.S. Department of Agriculture di atas terlihat bahwa kandungan lemak pada kurma adalah 0 gram.


3. Protein

Kurma menyediakan protein dalam jumlah minimal. Serta sumber protein lain seperti daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian dan polong-polongan untuk memenuhi kebutuhan harian Anda.


Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil



Setelah Anda mengetahui kandungan nutrisi dalam kurma. Nah selanjutnya, mari kita ketahui apa saja manfaat kurma untuk ibu hamil.


Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research menunjukkan bahwa kurma aman dan bermanfaat bagi ibu dan bayinya.


Namun, sebaiknya makan kurma secukupnya saja. Untuk informasi lebih detail tentang manfaat kurma untuk ibu hamil, berikut ulasannya.


Selain dikenal bisa membantu proses persalinan, ada juga beberapa manfaat yang bisa didapatkan untuk ibu hamil, yaitu:


1. Memberikan Energi pada Ibu Hamil

Manfaat kurma bagi ibu hamil yang pertama adalah untuk menambah energi dalam tubuh.


Tentunya selama Anda hamil, Anda membutuhkan lebih banyak energi dari biasanya. Nah, manfaat mengonsumsi beberapa kurma sehari adalah menyediakan gula dan nutrisi lain yang Anda butuhkan.


2. Mencegah Cacat Lahir

Manfaat kurma bagi ibu hamil selanjutnya adalah bisa menjadi sumber asam folat yang baik untuk ibu hamil. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asam folat dapat mencegah cacat bawaan yang berhubungan dengan otak dan sumsum tulang belakang.


WHO merekomendasikan suplemen asam folat dan asupan makanan kaya asam folat sebelum dan selama kehamilan untuk mencegah cacat bawaan lahir.


Selain itu, ibu hamil muda juga bisa merasakan manfaat kurma.


3. Mengatur Tekanan Darah Ibu Hamil



Selama kehamilan, ada baiknya untuk memperhatikan tekanan darah. Mengonsumsi kurma dapat memberikan manfaat bagi ibu hamil tua dengan mengatur tekanan darah selama kehamilan.


Manfaat kurma antara lain mengandung kalium. Kalium dapat menjaga keseimbangan air dan garam, mengatur tekanan darah, dan menghindari kram otot selama kehamilan.


Hal ini karena jika Anda kekurangan kalium, maka dapat meningkatkan risiko tekanan darah, penyakit kardiovaskular, dan risiko stroke.


4. Pembentukan Tulang dan Gigi Bayi

Kurma mengandung magnesium yang merupakan mineral penting dalam proses pembentukan janin di dalam rahim. Menurut Advanced Biomedical Research, magnesium juga memainkan peran penting dalam membantu bayi untuk membentuk gigi dan tulang.


Tidak hanya itu, kandungan magnesium juga bisa mengatur kadar gula darah dan tekanan darah.


Manfaat kurma untuk ibu hamil muda juga membantu mencegah defisiensi magnesium selama kehamilan, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kronis kronis, preeklamsia, disfungsi plasenta dan persalinan prematur.


5. Buah yang Kaya Serat

Buah kurma merupakan salah satu buah dengan kandungan serat yang tinggi.


Oleh karena itu, manfaat kurma untuk ibu hamil yang selanjutnya adalah mampu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan mencegah terjadinya sembelit.


Namun, perlu harus tetap di perhatikan porsi yang dimakan karena terlalu banyak serat juga bisa menyebabkan diare.


6. Mengurangi Sembelit

Masalah umum yang mungkin Anda temui selama kehamilan terkait dengan pencernaan. Makanan yang dimakan mungkin merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi daya pencernaan.


Jika mengonsumsi makanan dengan kandungan serat yang sedikit akan membuat pencernaan menjadi sulit. Salah satu manfaat kurma untuk ibu hamil adalah kandungan seratnya yang tinggi.


Karena kurma merupakan sumber serat yang kaya, maka manfaat kurma untuk ibu hamil juga untuk membantu pencernaan.


Berperan dalam menjaga sistem pencernaan kita tetap sehat dan membantu meredakan sembelit yang berhubungan dengan kehamilan. Mereka dapat membuat Anda kenyang, menurunkan kadar kolesterol dan membantu menjaga berat badan yang sehat.


Jika Anda rutin mengonsumsi kurma, kandungan serat pada kurma dapat membantu proses pencernaan menjadi lebih lancar.


7. Memberikan Vitamin K untuk Bayi


Manfaat buah kurma untuk ibu hamil yang satu ini mungkin tidak pernah terpikirkan oleh Anda.

Bayi biasanya kekurangan vitamin K saat lahir. Vitamin K ini membantu pembentukan dan perkembangan tulang bayi Anda. Jika ibu mengonsumsi kurma selama dan setelah hamil, bayi bisa mendapatkan banyak vitamin ini dari ASI.


8. Mengandung Zat Besi

Bagi ibu hamil muda yang memiliki tekanan darah rendah salah satu manfaat kurma berikut ini akan sangat dirasakan.


Kurma mengandung banyak zat besi yang dapat membantu mencegah anemia selama kehamilan. Zat besi dapat menjaga hemoglobin dalam tubuh dan memperkuat kekebalan tubuh Anda dan janin di dalam kandungan.


9. Menjaga Keseimbangan Garam Air

Tahukah Anda bahwa manfaat kurma bagi ibu hamil lainnya adalah menjaga kandungan garam di dalam tubuh, lho.


Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kurma mengandung banyak kalium yang dapat menjaga keseimbangan garam air, mengatur tekanan darah dan menghindari kram otot. Kekurangan mineral ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah, penyakit kardiovaskular, dan stroke.


10. Menjaga Kadar Gula Darah

Orang dengan kandungan gula tinggi juga akan merasakan manfaat kurma untuk ibu hamil.



Sebuah studi di Nutrition Journal menunjukkan bahwa untuk penderita diabetes yang mengonsumsi kurma, kadar gula darahnya (glukosa postprandial) tidak meningkat.


Gargi Sharma, Ahli Gizi Bhatia Hospital di Mumbai, menjelaskan bahwa Glycemic Index (GI) merupakan peringkat relatif karbohidrat dalam makanan, sesuai dengan bagaimana mereka mempengaruhi kadar glukosa darah.


Semakin tinggi GI makanan, semakin tinggi juga risiko peningkatan kadar gula dalam aliran darah. Inilah mengapa penderita diabetes sebaiknya mengonsumsi makanan dengan tingkat GI lebih rendah.


Manfaat buah kurma memiliki GI yang rendah, sehingga dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes. Saat mengonsumsi berbagai jenis kurma atau mencampurnya dengan yogurt biasa, Anda bisa merasakan manfaat kurma bagi penderita diabetes.


"Dalam studi lain mengatakan bahwa pasien diabetes dapat mengonsumsi 8 hingga 10 kurma dalam sehari. Setara dengan 7-10 kurma yang digunakan dalam penelitian lain,” kata Gargi mengutip Hindustan Times.


11. Sumber Nutrisi dan Vitamin yang Lengkap

Manfaat kurma untuk ibu hamil dengan masa kehamilan 6 bulan ke atas adalah sumber nutrisi yang sangat baik.


Kurma sangat rendah lemak, tidak mengandung kolesterol, dan mengandung banyak nutrisi penting, seperti vitamin B kompleks, vitamin A, zat besi, kalsium, tembaga, natrium, kalium, magnesium, mangan dan selenium.


Karena kandungan nutrisinya inilah, kurma dikatakan bisa menjadi salah satu makanan terbaik di masa depan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengonsumsi kurma saat hamil.


12. Mencegah Terjadinya Diabetes Sejak Dini



Manfaat buah kurma untuk ibu hamil juga akan dirasakan oleh anak ketika ia lahir nanti.


Bagi Anda yang terbiasa makan segala macam camilan manis sebaiknya mulai menguranginya. Karena dalam jangka panjang, camilan manis bisa berbahaya bagi ibu dan janin.


Anak Anda mungkin jadi lebih mudah terkena diabetes, yang tentunya akan menimbulkan banyak masalah bagi masa depannya. Nah, Anda bisa menggantikan camilan yang manis-manis tersebut, salah satunya adalah dengan buah kurma.


Kandungan flavonoid dalam buah kurma bermanfaat untuk menyeimbangkan kadar gula darah dalam tubuh. Selain itu kandungan gula dalam kurma juga akan diolah oleh tubuh lebih lama, sehingga dapat dikonsumsi dengan aman selama masa kehamilan.


13. Menjaga Kesehatan dan Pertumbuhan Tulang

Dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya, tentunya sangat penting untuk menjaga proses kesehatan dan pertumbuhan tulang yang tidak boleh dianggap remeh. Ini adalah manfaat kurma untuk ibu hamil lainnya yang bisa didapat bayi Anda.


Guna membantu kesehatan tulang janin, silakan coba konsumsi kurma secara rutin untuk merasakan khasiat kurma.


Mengutip Nakhil Dates, buah kurma mengandung magnesium, mangan dan selenium. Nutrisi ini penting untuk meningkatkan kekuatan tulang dan pemurnian darah.


Selain itu, kurma juga mengandung sekitar 140 mg potasium yang dapat meningkatkan kepadatan tulang dengan cara mengurangi jumlah kalsium yang dibuang oleh ginjal.


14. Melancarkan Persalinan



Manfaat kurma untuk ibu hamil yang sudah hamil lebih dari 7 bulan juga cukup banyak yaitu melancarkan persalinan.


Dalam sebuah penelitian, wanita yang makan enam kurma per hari dalam sebulan sebelum persalinan memiliki peluang lebih tinggi untuk melahirkan secara normal dan memiliki tingkat pelebaran serviks yang lebih tinggi.


Selain itu, karena kandungan kalsiumnya yang tinggi, kurma dapat menjadi stimulus sehingga membuat tulang janin menjadi lebih padat, lebih kuat, dan tidak mudah keropos.


15. Memicu Kontraksi

Dalam Journal of Obstetrics and Gynecology, menemukan 77 wanita makan 7 potong kurma sejak minggu ke-37 kehamilan mereka.


Peneliti menemukan bahwa wanita tersebut mengalami peningkatan hormon oksitoksin, yang meningkatkan kontraksi menjelang persalinan.


Meski tidak terlalu signifikan dan diperlukan penelitian lebih lanjut, manfaat kurma untuk ibu hamil ini bisa Anda rasakan.


Kurma bisa dikonsumsi di semua tahap kehamilan. Anda hanya perlu memperhatikan jumlah kurma yang akan Anda makan.


  • Pada trimester pertama, sembelit adalah masalah umum pada ibu hamil, dan kurma membantu mencegahnya. Namun, sebaiknya makan dalam jumlah sedang pada awal kehamilan, terutama jika Anda memiliki masalah gula darah atau strep grup B.
  • Pada trimester kedua, kita berisiko tinggi terkena diabetes gestasional. Anda perlu mendapatkan saran dokter saat berencana memasukkannya ke dalam makanan sehari-hari kita.
  • Pada trimester ketiga, makan kurma bisa membuat persalinan kita juah lebih cepat dan mudah. Ibu hamil dapat makan enam buah kurma sehari mulai dari minggu ke 36, yaitu empat minggu sebelum perkiraan tanggal jatuh tempo.

Beberapa ibu hamil menghindari konsumsi kurma selama musim panas karena diyakini dapat menghasilkan panas dan sakit perut atau suhu tubuh. Tapi ini belum terbukti secara ilmiah.


Kurma tidak memiliki efek samping jika dikonsumsi dalam jumlah sedang.


Namun, jika Anda makan terlalu banyak, ini dapat menyebabkan penambahan berat badan kehamilan yang berlebihan, peningkatan gula darah, risiko meningkatkan diabetes gestasional, dan kerusakan gigi jika kebersihan mulut yang buruk.


Nah itu dia 15 manfaat kurma untuk ibu hamil dan bayi Anda. Wah ternyata banyak banget ya!


Namun, harap diingat untuk tidak mengonsumsi kurma secara berlebihan, ya! Mengingat kandungan gulanya yang cukup tinggi.

Efek Berhubungan saat Haid Terakhir, Wajib Anda Ketahui!

Efek Berhubungan saat Haid Terakhir, Wajib Anda Ketahui!


Pernahkah terpikirkan oleh Anda untuk berhubungan seks di masa haid? Selama ini masyarakat masih bingung apakah hal tersebut dibolehkan atau tidak, karena beberapa efek berhubungan saat haid terakhir dapat membahayakan dari sisi kesehatan.


Wanita yang sedang menstruasi sebaiknya membatasi diri pada aktivitas tertentu, salah satunya adalah berhubungan seks.


Selain rasa tidak nyaman, risiko fatal lainnya adalah dapat menyumbat aliran darah yang menuju jantung.


Mari simak efek berhubungan saat haid terakhir dari segi kesehatan, yuk!


Efek Berhubungan saat Haid Terakhir



Berhubungan seks saat menstruasi adalah salah satu pertanyaan yang kerap membingungkan. Apakah efek berhubungan saat menstruasi terakhir?


Perlu Anda ketahui bahwa dampak berhubungan saat haid terakhir adalah rasa sakit yang Anda rasakan. Darah tersebut akan mengenai pasangan Anda serta akan bercecer, apalagi jika Anda mengalami aliran darah yang cukup deras.


Jika Anda berhenti mengeluarkan darah haid pada hari ke-6, dan berhubungan seks di akhir menstruasi, serta berovulasi pada hari ke-11, maka kemungkinan sperma dari hari ke-6 akan menunggu di saluran tuba untuk pembuahan.


Setelah pendarahan berhenti, peluang untuk hamil tepat setelah haid akan meningkat setiap hari. Jika Anda ingin hamil, inilah saat yang tepat untuk berhubungan seks.


1. Infeksi Menular Seksual (IMS)



Efek berhubungan selama periode terakhir menstruasi lainnya adalah berisiko tertular Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti HIV atau hepatitis. Virus ini hidup di dalam darah dan dapat menyebar melalui kontak dengan darah menstruasi yang terinfeksi.


Menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks dapat mengurangi risiko penyebaran atau tertular infeksi menular seksual (IMS).


Jika Anda ingin tetap berhubungan selama periode haid terakhir, gunakan kondom untuk mencegah terjadinya infeksi menular seksual (IMS).


Selama menstruasi, Anda mungkin tidak terkena infeksi menular seksual (IMS), tetapi ada risiko penularannya ke pasangan melalui darah menstruasi.


Melansir Centers for Disease Control and Prevention, berikut adalah dua jenis infeksi yang mungkin terjadi akibat efek berhubungan saat haid terakhir:

  • IMS dan masalah yang disebabkan oleh perubahan flora normal vagina, seperti infeksi jamur dan vaginosis bakterial.
  • Sementara infeksi jamur juga dapat terjadi tanpa melakukan aktivitas seksual, orang mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi jamur karena perubahan hormonal selama suatu periode.
  • Hubungan seks juga dapat menyebarkan infeksi jamur, menyebabkan kepala penis meradang. Kondisi ini disebut balanitis.


2. Terjadinya Ovulasi

American Pregnancy Association menjelaskan bahwa efek berhubungan saat periode menstruasi terakhir adalah kecil kemungkinannya untuk hamil. Itu karena sebelum haid usai, waktu ovulasi masih cukup jauh.


Namun, ada pengecualian. Ini berlaku untuk wanita yang siklusnya 28 hingga 30 hari atau lebih.


Jika siklus Anda pendek, katakanlah setiap 21 hingga 24 hari, itu berarti Anda berovulasi lebih awal dalam siklus. Karena sperma bisa bertahan di dalam tubuh hingga 5 hari.


Anda bisa berhubungan seks di akhir periode menstruasi dan lalu hamil 4 atau 5 hari kemudian dengan ovulasi lebih dini.


Mengutip Kids Health, efek berhubungan saat periode menstruasi terakhir yang mungkin terjadi meliputi:

  • Akan mengalami pendarahan yang menurutnya adalah menstruasi, tetapi pendarahan itu berasal dari ovulasi. Ovulasi adalah pelepasan telur bulanan. Ini adalah waktu di mana dia kemungkinan besar akan hamil jika dia berhubungan seks.
  • Ovulasi terjadi sebelum pendarahan dari menstruasi berhenti.
  • Ovulasi terjadi dalam beberapa hari setelah menstruasi telah selesai. Sperma bisa membuahi sel telur selama 3 hari. Jadi, jika Anda berhubungan seks pada hari terakhir haid dan berovulasi dalam beberapa hari berikutnya, sperma mungkin masih membuahi sel telur.


3. Penyumbatan Pembuluh Darah



Sebaiknya berhubungan seks dilakukan saat menstruasi atau haid Anda sudah benar-benar bersih. Tidak adanya bercak darah yang keluar berarti sudah tidak ada celah pada pembuluh darah di dinding rahim.


Dengan demikian hal ini mencegah terjadinya emboli udara, yaitu gelembung udara yang masuk ke pembuluh darah dan dapat menyumbat pembuluh-pembuluh darah pada organ-organ vital antara lain jantung dan paru-paru.


Gelembung udara bisa masuk ke aliran darah karena saat haid, pembuluh darah akan terbuka akibat meluruhnya dinding rahim. Celah yang terbuka ini memungkinkan gelembung udara bisa masuk, yang terbentuk saat terjadinya penetrasi oleh penis ke liang vagina.


Hal ini dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ-organ tersebut bahkan bisa menyebabkan kematian.


4. Gangguan Kesuburan

Selain risiko penyumbatan pembuluh darah, efek berhubungan saat menstruasi periode terakhir yang mengancam jiwa, antara lain:

  • Endometriosis. Saat orgasme, rahim akan berkontraksi sehingga darah kotor dari menstruasi bisa masuk lagi ke dalam perut melalui sel telur. Kondisi ini bisa menyebabkan timbulnya endometriosis pada tubuh perempuan.
  • Infeksi. Hubungan seksual saat dinding rahim meluruh biasanya akan menimbulkan luka. Sperma maupun darah kotor yang tidak steril bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.
  • Luka atau trauma di mulut rahim. Infeksi yang terjadi akibat hubungan seks saat haid bisa memicu trauma pada mulut rahim. Salah satu akibatnya adalah rasa sakit dan mulas, serta keluarnya cairan putih kehijauan atau kecokelatan setiap hari.


Lauren Streicher, MD, seorang profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern di Chicago, mengatakan bahwa efek berhubungan saat menstruasi terakhir terkait dengan tumbuhnya jamur di sekitar kelamin.


Gejala infeksi jamur vagina mungkin terjadi satu minggu sebelum periode menstruasi dan efek berhubungan saat periode menstruasi terakhir dapat memperburuk gejala.


Mencegah Efek Berhubungan Saat Haid Terakhir



Apabila Anda ingin tetap berhubungan saat haid belum selesai, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah efek berhubungan saat haid terakhir.

  • Terbuka dan jujur dengan pasangan. Beri tahu bagaimana perasaan Anda tentang berhubungan seks selama menstruasi. Jika merasa ragu, sebaiknya tidak dilakukan.
  • Jika sedang memakai tampon, sebaiknya dilepaskan dulu.
  • Bentangkan handuk berwarna gelap di tempat tidur untuk mendeteksi kebocoran darah. Atau, berhubungan seks di kamar mandi atau bak mandi untuk efek berhubungan saat haid terakhir.
  • Siapkan kain lap basah atau tisu basah di samping tempat tidur untuk dibersihkan setelahnya.
  • Minta pasangan memakai kondom lateks. Ini akan melindungi dari kehamilan dan IMS.
  • Jika posisi seksual yang biasa tidak nyaman, cobalah sesuatu yang berbeda. Misalnya, Anda mungkin ingin mencoba berbaring miring dengan pasangan di belakang.


Nah, melihat banyaknya efek yang terjadi akibat berhubungan saat haid terakhir, maka sebaiknya pasangan menunggu sampai masa haidnya selesai. Setelah itu baru lakukan hubungan seks seperti biasa.


Berhubungan seks 2 hingga 3 kali seminggu juga baik untuk membantu meningkatkan angka kehamilan istri dan merangsang tubuh untuk memproduksi sperma dengan jumlah dan kualitas yang lebih banyak dan lebih bagus.

Jenis-Jenis Tes Laboratorium dan Fungsinya untuk Ibu Hamil

Jenis-Jenis Tes Laboratorium dan Fungsinya untuk Ibu Hamil


Apa saja jenis dan fungsi pemeriksaan laboratorium yang dilakukan pada ibu hamil selama kehamilan?


Wanita hamil harus menjalani setidaknya 4 tes laboratorium selama kehamilan. Bagi Anda yang baru pertama kali hamil, masa-masa itu merupakan masa terpenting dalam hidup.


Selama hamil, semuanya harus dikontrol, termasuk kesehatan ibu dan anak yang sedang berada dalam kandungan.


Selama masa kehamilan tubuh wanita akan banyak mengalami perubahan, kemudian membutuhkan peran dokter untuk memantau kesehatan ibu dan janinnya melalui berbagai tes. Nah, tes laboratorium untuk ibu hamil ini sangatlah penting.


Berbagai tes laboratorium untuk ibu hamil


Menurut laporan American Academy of Family Physicians, Anda akan menerima serangkaian tes laboratorium untuk wanita hamil sebagai bagian dari perawatan prenatal.


Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan laboratorium yang sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan.


1. Tes Darah


Tes Darah Ibu Hamil

Pengambilan sampel darah merupakan salah satu rangkaian pemeriksaan laboratorium yang dilakukan pada ibu hamil, pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui kesehatan ibu dan mendeteksi adanya kelainan pada janin.


Dilansir dari Family Doctor, bahwa wanita hamil akan mengikuti tes ini pada kunjungan pertama untuk memeriksa golongan darah dan tekanan darah.


Golongan darah ini terdiri dari 4 golongan yaitu A, B, AB atau O. Mengapa pemeriksaan ini perlu?


Mengetahui golongan darah dapat membantu melakukan transfusi darah apabila sewaktu-waktu terjadi pendarahan hebat selama masa kehamilan atau kelahiran. Karena itu, mohon jangan anggap remeh tes laboratorium untuk ibu hamil ini!


Jika resus ibu berbeda dengan janinnya, maka ibu akan disuntik imunoglobulin untuk mencegah pembentukan antibodi yang dapat menyerang darah janin.


Tes laboratorium ini biasanya dilakukan pada ibu hamil selama trimester pertama kehamilan.


2. Periksa Kadar Gula Darah


Periksa Kadar Gula Darah

Tes laboratorium selama kehamilan ini dirancang untuk mengetahui kadar gula darah ibu hamil, yang biasanya dilakukan antara 24 dan 28 minggu usia kehamilan.


Jika Anda berisiko tinggi terkena diabetes karena faktor genetik atau pola makan, Anda perlu melakukan tes ini pada trimester pertama.


Apabila hasilnya positif, maka hasilnya akan ikut meningkatkan risiko sehingga mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Karena itu, tes ini akan membantu Anda menjalani hidup sehat selama kehamilan.


3. Periksa Infeksi


Cek Infeksi Ibu Hamil

Dari tes darah pada trimester pertama, Anda juga bisa mengetahui apakah Anda mengalami infeksi yang dapat mempengaruhi ibu dan bayi dalam kandungan.


Jenis tes laboratorium untuk ibu hamil ini juga dapat memberi tahu jika Anda mengidap penyakit tertentu, termasuk penyakit menular seksual, seperti HIV atau hepatitis B.


Biasanya yang diperiksa dalam tes laboratorium kehamilan adalah hepatitis B, hepatitis C, HIV, rubella, dan sipilis.


Jika ibu hamil mengidap HIV, perawatan medis akan diberikan untuk mengurangi risiko penularan HIV ke janin.


4. Tes Hemoglobin


Cek Hemoglobin Ibu Hamil

Anemia merupakan suatu kondisi yang sering terjadi pada ibu hamil. Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan volume darah.


Risiko anemia membuat Anda cepat lelah, dan lebih fatalnya lagi bisa berisiko pendarahan akibat kekurangan zat besi saat hamil atau melahirkan.


Jadi Anda sudah tahu pentingnya pemeriksaan laboratorium selama kehamilan, bukan? Oleh karena itu, wajar bila semua proses harus diselesaikan demi kesehatan ibu dan bayi yang berada di kandungan.


Manfaat Tes Laboratorium untuk Ibu Hamil


Saat hamil, inilah masa paling rawan bagi wanita. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan dan penjagaan demi kesehatan ibu dan janin.


Selain memberikan asupan gizi yang seimbang, ibu hamil juga harus menjalani pemeriksaan laboratorium. Berikut manfaat pemeriksaan laboratorium bagi ibu hamil;


1. Mengantisipasi Kemungkinan Terburuk

Ketika seorang wanita hamil, tubuhnya mengalami banyak perubahan. Hal ini juga terjadi pada janin yang sedang dikandung.


Pengujian laboratorium pada ibu hamil dapat membantu mencegah gangguan obesitas, pre-eklamsia dan penyakit kehamilan lainnya yang mungkin mengganggu ibu hamil dan janin.


2. Persiapan Masa Kehamilan, Persalinan dan Menyusui

Untuk mempersiapkan kehamilan, persalinan dan menyusui secara lebih detail, tentunya perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil.


Mengetahui risiko genetik yang akan diturunkan pada janin agar kita dapat melakukan tindakan pencegahan yang tepat untuk memahami kesehatan ibu hamil dan janin secara keseluruhan.


3. Mencegah Keguguran

Kehilangan janin yang sedang dikandung menjadi hal yang paling ditakuti oleh calon ibu dan ayah.


Pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil dapat meminimalkan kemungkinan janin keguguran, cacat janin dalam semenjak di dalam kandungan, mengetahui kalau bayi meninggal di dalam kandungan, dan lain sebagainya.


Biasanya, tiga tes laboratorium akan dilakukan selama trimester pertama, kedua dan ketiga kehamilan.


Gejala Berbahaya untuk Ibu Hamil


Gejala Berbahaya untuk Ibu Hamil

Selain melakukan pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil, Anda juga harus mewaspadai gejala yang dapat membahayakan ibu hamil dan janinnya. Perlu memperhatikan berbagai gejala dan perlu segera memeriksakan diri ke dokter.


Gejala yang berbahaya tersebut adalah;

  • Pendarahan pada vagina
  • Muntah terlalu sering
  • Pecah ketuban
  • Kontraksi atau nyeri perut yang teramat sangat
  • Nyeri kepala hebat dan tak kunjung sembuh
  • Tekanan darah tinggi
  • Kejang
  • Tidak merasakan pergerakan janin


Meski saat ini kita sedang dalam situasi pandemi atau COVID-19, Anda harus tetap melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk menjaga kesehatan Anda dan janin yang ada di dalam kandungan.


Untuk menghindari virus COVID-19 saat Anda memeriksakan diri ke dokter atau bidan, silakan coba buat janji dengan dokter kandungan atau bidan secara online, atau kirim pesan singkat terlebih dahulu.


Hal ini berguna agar Anda bisa datang pada waktu yang ditentukan daripada harus menunggu lama di rumah sakit.


Semakin lama Anda berada di rumah sakit, semakin besar kemungkinan Anda terpapar virus corona.


Jangan lupa untuk selalu menggunakan masker dan siapkan hand sanitizer pada saat melakukan pemeriksaan ya! Penting juga untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan physical distancing atau menjaga jarak.


Nah, bagaimana dengan informasi tentang pemeriksaan laboratorium untuk ibu hamil yang sudah banyak dibahas? Jika kamu memiliki berbagai pertanyaan terkait topik yang sedang dibahas, jangan lupa tulis di kolom komentar ya!


Yuk, terus terapkan protokol kesehatan yang direkomendasikan pemerintah agar Anda dan janin tetap sehat!

Memelihara Kucing Membuat Anda sulit hamil, Mitos atau Fakta?

Memelihara Kucing Membuat Anda sulit hamil, Mitos atau Fakta?


Mungkin Anda pernah mendengar pendapat sanak saudara atau kerabat, jika memelihara kucing akan membuat Anda sulit hamil.


Ini mungkin membuat Anda mempertimbangkan kembali fakta-faktanya, karena setelah menunggu beberapa bulan, hingga saat ini Anda belum juga dikaruniai keturunan.


Tidak bisa dipungkiri salah satu bahaya yang mengintai para pemelihara kucing adalah penyakit toksoplasma yang sangat berbahaya terutama bagi ibu hamil.


Mari kita pelajari lebih lanjut kebenaran tentang toksoplasma dan apakah kucing dapat menyebabkan susah hamil.


Mengenal Toksoplasma


Toksoplasma adalah infeksi yang berasal dari parasit mikroskopik yang disebut Toxoplasma gondii.



Gejala utama dari Toksoplasma meliputi: demam, sakit kepala, nyeri otot, kesulitan menelan, dan peradangan di belakang mata.


Karena gejala dari Toksoplasma yang ringan, terkadang membuat penderitanya tidak sadar jika sedang mengalami penyakit toksoplasma.


Toksoplasma memang identik dengan kucing. Faktanya, kucing tidak menyebabkan toksoplasma, tetapi kotoran kucing yang terkontaminasi parasit lah yang dapat menginfeksi Anda dengan toksoplasma.


Sejauh ini belum ada penelitian secara menyeluruh yang dapat mendukung pendapat bahwa memiliki kucing akan menyebabkan kesulitan dalam kehamilan.


Karena pada beberapa kasus, wanita yang terkena toksoplasma pun tetap bisa hamil, namun inilah bahayanya karena toksoplasma pada wanita hamil dapat membahayakan janin.


Tidak hanya kucing yang menjadi ancaman, makanan pun masuk dalam daftar cara penyebaran toksoplasma.


“Orang lebih mungkin mengidap toksoplasma saat mengonsumsi daging mentah atau bercocok tanam,” jelas Centers for Disease Control and Prevention, seperti dikutip dari Baby Center.


Daging yang terinfeksi toksoplasma, kemudian dikonsumsi mentah atau belum diolah sampai matang akan membuat orang yang memakannya mengidap toksoplasma.


Namun parasit di toksoplasma juga bisa ditularkan dengan meminum air yang terkontaminasi, menyentuh tanah yang terkontaminasi kotoran kucing, kemudian (secara tidak sengaja) menyentuh bibir, hidung, atau mata Anda.


Bahaya Toksoplasma



Toksoplasma tidak dapat ditularkan dari orang ke orang, tetapi dapat ditularkan dari pasien toksoplasma ke orang sehat melalui transfusi darah dan organ, dan dari Anda ke bayi saat proses kelahiran.


Seperti dikutip dari website Dr.Weil.com, Andrew Weil, M.D. mengatakan “Mengidap toksoplasma saat hamil juga dapat menyebabkan aborsi spontan atau keguguran atau menyebabkan kebutaan, kehilangan pendengaran, hingga retardasi mental pada bayi,” 


Jika Anda pernah terinfeksi toksoplasma sebelumnya, maka kekebalan tubuh Anda terhadap infeksi tersebut masih ada, dan infeksi tersebut tidak dapat ditularkan ke bayi.


Namun, jika Anda baru terinfeksi selama kehamilan, maka tingkat penularan infeksi akan meningkat seiring dengan peningkatan usia kehamilan.


Jika Anda terinfeksi toksoplasma pada trimester pertama kehamilan, risiko bayi terinfeksi yaitu sekitar 15%.


Jika Anda terinfeksi pada trimester kedua kehamilan, risiko bayi Anda tertular toksoplasma adalah sebesar 30%, dan kemungkinan pada kehamilan trimester ketiga adalah 60%.


Selain itu, jika Anda terinfeksi toksoplasma pada beberapa bulan sebelum kehamilan, risiko penularan ke bayi sangat kecil. Ini juga mematahkan pandangan bahwa memelihara kucing itu sulit untuk hamil.


Jika Anda masih dalam tahap program kehamilan dan mengetahui bahwa Anda mengidap toksoplasma, Anda harus menunggu sekitar enam bulan setelah pemulihan sebelum melanjutkan program kehamilan.


Pencegahan Toksoplasma



Seperti dikutip dari The Humane Society of The United States, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan toksoplasma.


Antara lain: hindari mengonsumsi daging yang tidak matang, cuci bersih sayuran segar sebelum dikonsumsi atau diolah, dan cuci bersih pisau dan papan potong setiap selesai digunakan untuk mengolah daging.


Jika Anda memiliki hobi berkebun, sebaiknya kenakan sarung tangan dan cuci tangan hingga bersih setiap menjalankan hobi tersebut.


Bagi pemelihara kucing yang sedang menjalankan program hamil atau bahkan sedang hamil, harap hindari membersihkan kotoran kucing.


Yang terbaik adalah meminta orang lain untuk membantu aktivitas tersebut atau jika terpaksa, kenakan sarung tangan dan cuci tangan Anda sesegera mungkin setelah membersihkan kotoran kucing.


Selain itu, mempertahankan kucing peliharaan tetap berada di rumah adalah pilihan yang terbaik.


Dengan cara ini, kucing peliharaan tidak akan terkontaminasi oleh parasit toksoplasma dari memakan makanan yang ditemuinya di luar rumah atau terkontaminasi melalui dengan mengendus tanah.